Sabtu, 23 Agustus 2008

menciptakan usaha budidaya ikan secara terus menerus

untuk menciptakan usaha budidaya secara terus menerus diperlukan cara pengelolaan usaha yang didasarkan prinsip budidaya antara lain :
1. Pemilihan tingkat budidaya ( tradisional, madya, maju )
2. Memelihara komoditas ikan yang telah memasyarakat, disesuaikan dengan minat konsumnen
3. Menentukan Lokasi sumber air yang tepat, bagus sepanjang tahun
4. Kemampuan reproduksi ikan respon terhadap pakan,
5. Adaptasi lingkungan perairan dan pertumbuhan ikan

Budidaya Perikanan ( Rekayasa Perikanan Budidaya )

Rekayasa Perikanan Budidaya
- Manajemen pengelolaan usaha budidaya
1. Benih Bermutu
2. Induk Unggul

Tujuan Budidaya perikanan dalam kegiatan ekonomi perikanan :
Tujuan Budidaya perikanan Pada dasarnya adalah penyediaan stok ikan secara kontinue mengingat produk yang dihasilkan pada penangkapan ikan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar terus menerus.

selanjutnya disisi lain pada usaha penangkapan ikan, tergantung :
1. Musim ikan
2. Faktor cuaca
3. Kelimpahan ikan
4. modal cukup tinggi


bila dibandingkan dengan usaha budidaya faktor modal tidak sebesar usaha penangkapan, stoking produk dapat diusahakan dengan menciptakan usaha pembenihan, pendederan, dan pembesaran yang pada akhirnya diperoleh ikan ukuran konsumsi yang akan didistribusikan ke pasar.

Jumat, 22 Agustus 2008

Kinds of spawn.



Kinds of spawn.







Research to fish larva and egg [in] free nature in Indonesia not yet [done/conducted] many, again, [do] not as in some neighbouring state. Delsman ( 1921 - 1938) representing first person [doing/conducting] research exhaustively to fish larva and egg of pelagis [in] Java Sea. But still limited to some just species that is some of important economic fishs which there are [in] Java Sea. Still many other species [of] bream goodness and also sea fish in Indonesia which not yet been checked. Egg and fish larva which [is] conducting have checked many by [all] student but generally not yet been publicized. Some kinds of egg of pelagis larva and [in] Java Sea got by Delsman like [at] Picture 13.









































Picture 13. Kinds of spawn of pelagis of Java Sea and Malacca Strait ( Delsman, 1929) Picture boldness







1. Chirocentrus Dorab







2. Unknown







3. Clupea Fimbriata







4. Stelophorus Heterolobus







5. Engraulis Kammalensis







6. Stolephorus Indicus







7. Trichiurus Sp







8. Muraena Sp







9. Decapterus ( Caranx) Kurra







10. Hemirhampus Spec .







11. Caranx Macrosoma







12. Dorosoma Chacunda







13. Chanos Chanos







14. Pellona Sp.







15. Cybium Maculatum







16. Echeneis Naucrates







17. Saurida Tumbil







18. Harpodon Nehereus







19. Tetrodon Sp .







20. Unknown







21. Fistularia Serrata










Research of fish larva and egg of pelagis in Indonesia require to pay attention many factor playing a part. Most pattern breeder of fishs in Indonesia still not yet been known, big therefore its possibility in [is] during the year got [by] fish which [is] berpijah. Thereby hence will be got [by] kinds of fish larva and egg jumbling in growth storey;level which different each other. [Do] not all spawn have [is] same form, but there [is] egg having size measure and form which much the same to like [at] species which in one gender or which nearby just small distinguishment base on its species.











Source M. Ichsan Effendie, 1997.

Gambar Macam-macam telur ikan

Gambar Macam-macam telur ikan.


Penelitian terhadap telur dan larva ikan di alam bebas di Indonesia belum banyak dilakukan, lagi, tidak seperti di beberapa negara tetangga. Delsman (1921 –1938) merupakan orang pertama yang melakukan penelitian secara mendalam terhadap telur dan larva ikan pelagis di Laut Jawa. Namun masih terbatas pada beberapa spesies saja yaitu sebagian dari ikan-ikan ekonomis penting yang terdapat di Laut Jawa.



Masih banyak spesies lainnya baik ikan air tawar maupun ikan laut di Indonesia yang belum diteliti. Telur dan larva ikan yang dibudidayakan sudah banyak diteliti oleh para mahasiswa tetapi umumnya belum dipublikasikan. Beberapa macam telur pelagis dan larva di Laut Jawa yang didapat oleh Delsman seperti pada Gambar 13.












Gambar 13. Macam-macam telur ikan pelagis dari Laut Jawa dan Selat Malaka (Delsman, 1929)
Keterangan gambar:


1. Chirocentrus dorab


2. Tidak dikenal


3. Clupea fimbriata


4. Stelophorus heterolobus


5. Engraulis kammalensis


6. Stolephorus indicus


7. Trichiurus sp.


8. Muraena sp.


9. Decapterus (Caranx) kurra


10. Hemirhampus spec.


11. Caranx macrosoma


12. Dorosoma chacunda


13. Chanos chanos


14. Pellona sp.


15. Cybium maculatum


16. Echeneis naucrates


17. Saurida tumbil


18. Harpodon nehereus


19. Tetrodon sp.


20. Tidak dikenal


21. Fistularia serrata


Penelitian telur dan larva ikan pelagis di Indonesia perlu memperhatikan banyak faktor yang memegang peranan. Kebanyakan pola pemijahan ikan-ikan di Indonesia masih belum diketahui, oleh karena itu besar kemungkinannya dalam sepanjang tahun didapatkan ikan yang berpijah. Dengan demikian maka akan didapatkan bermacam telur dan larva ikan yang bercampur aduk dalam tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Tidak semua telur ikan mempunyai bentuk yang sama, namun ada telur yang mempunyai bentuk dan ukuran yang hampir sama seperti pada spesies yang dalam satu genus atau yang berdekatan dengan pembeda yang kecil saja bergantung pada spesiesnya.

Sumber : M. Ichsan Effendie, 1997




EARLY CYCLING LIFE FISH



EARLY CYCLING LIFE FISH.

Attention to processs which there are in growth early fish life represent piquancy because relating to the fish population stability in a[n territorial water. Mortalitas in the early growth of fish life generally very big where fluctuation of mortalitas have big share in determining variation [of] produce [at] annually. However this matter still need digs of furthermore research to be developed [by] its benefit. More to fishs species of tropik, a lot of which not yet been laid open.

Spawn with its sharess. Vertebrate egg, pursuant to to amount of deutoplasma ( egg yolk, etcetera) which there are in cytoplasma, can be divided [by] two ( Nelsen, 1953


a. egg of Homolecithal ( isolecithal).
this Egg faction only there are [at] mammalia. Amount of scanty deutoplasma especially in the form of fat items and biggest egg yolk in cytoplasma.

b. egg of Telolecithal.
In egg of this faction there are a number of egg yolk gathering [at] one of [the] its pole. fish of Ganoid have egg which kinds of him [is] equal to kinds of egg of amphibia which [do] not have foot/feet ( Gymnophiona) where amount of its egg yolk relative many and gather [at] one of [the] its pole. Romer ( 1955) naming egg faction that way by the name of mesolecithal. Egg [at] fish of Teleostei and Elasmobranchia its it massif. Protoplasm of this egg later will participate [at] some first bisection, its amount a few/little. Egg yolk [do] not partake in bisection processs, while growth of [its] embryo limited to cytoplasma found on pole of anima.


spawn of Ovipar which not yet fruit ( Picture 11), its exterior [is] arranged in layers by named [by] membrane [is] capsule membrane or of chorion. Below/Under chorion.terdapat again named [by] second membrane [of] membrane of vitelline. third membrane encircle egg plasma and the membrane named [by] plasma membrane. Third [of] all these membrane [of] him patch one another and [do] not there are room among others.














( picture. 11 )

Part of egg which there are cytoplasma usually gather [in] side upper egg which named [by] pole of anima. Undercarriage [of] him that is [at] adversative pole there are a lot of egg yolk. Polar this named [by] pole of vegetatif. In fact egg yolk [at] this fish almost fill entire/all volume of cell. Egg yolk exist in middle shares [of] its situation more condensed than egg yolk exist in part of periphery caused by cytoplasma. Beside that cytoplasma many there are [at] around core of egg. [At] chorion there are a micropyle that is a[n its pullin puncture [of] sperma into egg when happened impregnation.

If new egg [of] exit of mains body and come into contact with water there [is] two matter to happened is. First [of] membrane of chorion will escape with membrane of vitelline and form room. This room [is] named [by] room of perivitelline ( Picture 12). Entry of water into egg because of difference of pressure of osmose and of imbibisi protein found on surface of egg yolk. membrane of Vitelline represent barrier entry of water don't seep into egg. Second process [is] ossification of membrane of chorion. needed to time ossification of membrane of chorion unegual base on ion of calsium which there are in water.






( Picture 12).
According to Hoar ( 1957) egg which [is] incubated in pregnant water [of] chlorida calsium 0,0001 M, its membrane [of] him will be more ossify from [at] incubated egg [in] water refine. Ossification of this chorion will prevent the happening of impregnation of polyspermi. With existence of room of perivitelline below/under hard chorion, hence egg can make a move more free during its growth. Influence waving to position of embryo which [is] expanding very tereduksi caused by room of perivitelline that.

Impregnation In course of impregnation, spermatozoa come into egg [pass/through] hole of micropyle found on chorion. Every spermatozoa have [is] same opportunity for fruit one egg. However because place room the happening of impregnation that is meeting of egg with spermatozoa [at] fish of ovipar very big, hence opportunity of that spermatozoa to come in contact with egg in fact very small.


To overcome [the] mentioned [so that/ to be] success impregnation, spermatozoa the [released] [by] its amount very [is] big compared to the amount of egg to fruit. optimum in a condition fish spermatozoa which is just [released] from body have strength to make a move in water during 1 - 2 minute.

Pursuant to to research which have been [done/conducted] by Hartman as well as by Motalenti ( Hoar, 1957), and egg of sperma which is just [released] from mains body, [releasing] chemical Iihat vitamin which useful in impregnation process. According to most literature of America, Iihat vitamin [released] by and egg of sperma named [by] Gamone. Gamone coming from egg [is] Gynamone I and of Gynamone II. Gamone coming from spermatozoa [is] Androgamone I and of Androgamone II. functioning Gynamone I to quicken to movement and draw spermatozoa of [is] same species by chemotaksis.


functioning Gynamone II to collect and arrest;detain spermatozoa [at] surface of egg. Function of Androgamone I [is] to depress spermatozoa aktifitas when still stay in masculine fish genital channel. While functioning Androgamone II to make surface of charion become flabby as against from function of Gynamone II.

Relatively egg coat which have in water [is] ossifying and cannot be penetrated by spermatozoa except passing micropyle which its for like funnel. big Funnel hole located in small hole and exterior [in] interior. That hole that way the so small so that not possible (to) earn to be passed by by sperma more than one in one time. When spermatozoa come into funnel hole, that represent cork to the other and after head of spermatozoa that enter, shares its tail escape. Thereby impregnation [at] fish generally monosperma where if have entered one spermatozoa will quickly happened change [at] part of micropyle.

Even so happened impregnation of polyspermi, only one molten spermatozoa consist with the core of egg. While the other sipped by egg upon which its food. Momentary after happened impregnation, egg content rather a little a few/little because breaking of cavity of alveoli which there are in egg. With occurence [of] cavity of perivitelline more big so that fruit egg which have can perform [a] movement of giration during its growth hatch.

Source : M. Ichsan Effendie, 1997
















AWAL DAUR HIDUP IKAN



AWAL DAUR HIDUP IKAN



Perhatian terhadap proses-proses yang terdapat dalam perkembangan awal hidup ikan merupakan hal yang menarik karena berhubungan dengan stabilitas populasi ikan tersebut dalam suatu perairan. Mortalitas pada awal perkembangan hidup ikan umumnya sangat besar dimana fluktuasi mortalitas mempunyai andil yang besar dalam menentukan variasi produksi pada tiap­tiap tahunnya. Akan tetapi hal ini masih memerlukan penggalian-penggalian penelitian yang lebih lanjut untuk dikembangkan manfaatnya. Lebih-lebih terhadap species ikan-ikan tropik, banyak sekali yang belum diungkapkan.




Telur ikan dengan bagian-bagiannya.
Telur hewan bertulang belakang, berdasarkan kepada jumlah deutoplasma (kuning telur, dan sebagainya) yang terdapat di dalam cytoplasma, dapat dibagi dua (Nelsen, 1953):

a. Telur homolecithal (isolecithal).
Golongan telur ini hanya terdapat pada mammalia. Jumlan deutoplasma hanya sedikit terutama dalam bentuk buti-butir lemak dan kuning telur yang terbesar di dalam cytoplasma.

b. Telur telolecithal.
Dalam telur dari golongan ini terdapat sejumlah kuning telur yang berkumpul pada salah satu kutubnya. Ikan ganoid mempunyai telur yang macamnya sama dengan macam telur amphibia yang tidak berkaki (Gymnophiona) dimana jumlah kuning telurnya relatif banyak dan berkumpul pada salah satu kutubnya. Romer (1955) menamakan golongan telur demikian dengan nama mesolecithal.



Telur pada ikan Teleostei dan Elasmobranchia deutoplasmanya masif. Protoplasma dari telur ini kelak akan mengambil bagian pada beberapa pembelahan pertama, jumlahnya sedikit. Kuning telur tidak turut dalam proses-proses pembelahan, sedangkan perkembangan embrionya terbatas pada cytoplasma yang terdapat pada kutub anima.



Telur ikan ovipar yang belum dibuahi (Gambar 11), bagian luarnya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. Di bawah chorion.terdapat lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitelline. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma telur dan selaput tersebut dinamakan selaput plasma.


Ketiga selaput ini semuanya menempel satu sama lain dan tidak terdapat ruang diantaranya. Bagian telur yang terdapat cytoplasma biasanya berkumpul di sebelah telur bagian atas yang dinamakan kutub anima. Bagian bawahnya yaitu pada kutub yang berlawanan terdapat banyak kuning telur. Kutub ini dinamakan kutub vegetatif. Sebenarnya kuning telur pada ikan ini hampir mengisi seluruh volume cell. Kuning telur yang ada di bagian tengah keadaannya lebih pekat daripada kuning telur yang ada pada bagian pinggir karena adanya cytoplasma. Selain dari itu cytoplasma banyak terdapat pada sekeliling inti telur. Pada chorion terdapat sebuah micropyle yaitu suatu lubang kecil tempat masuknya sperma kedalam telur pada waktu terjadi pembuahan.

Apabila telur baru keluar dari tubuh induk dan bersentuhan dengan air ada dua hal yang akan terjadi. Pertama selaput chorion akan terlepas dengan selaput vitelline dan membentuk ruang. Ruang ini dinamakan ruang perivitelline (Gambar 12). Masuknya air ke dalam telur disebabkan oleh perbedaan tekanan osmose dan imbibisi protein yang terdapat pada permukaan kuning telur. Selaput vitelline merupakan penghalang masuknya air jangan sampai merembes ke dalam telur.



Proses yang kedua ialah pengerasan selaput chorion. Waktu yang diperlukan untuk pengerasan selaput chorion tidak sama bergantung pada ion calsium yang terdapat dalam air. Menurut Hoar (1957) telur yang ditetaskan dalam air yang mengandung calsium chlorida 0,0001 M, selaput chorionnya akan lebih keras dari pada telur yang ditetaskan di air suling. Pengerasan chorion ini akan mencegah terjadinya pembuahan polyspermi. Dengan adanya ruang perivitelline di bawah chorion yang mengeras, maka telur dapat bergerak lebih bebas selama dalam perkembangannya. Pengaruh gelombang terhadap posisi embryo yang sedang berkembang sangat tereduksi karena adanya ruang perivitelline itu.





Pembuahan
Dalam proses pembuahan, spermatozoa masuk ke dalam telur melalui lubang micropyle yang terdapat pada chorion. Tiap spermatozoa mempunyai kesempatan yang sama untuk membuahi satu telur. Akan tetapi karena ruang tempat terjadinya pembuahan yaitu pertemuan telur dengan spermatozoa pada ikan ovipar sangat besar, maka kesempatan spermatozoa itu untuk bertemu dengan telur sebenarnya sangat kecil.




Untuk mengatasi hal tersebut agar pembuahan berhasil, spermatozoa yang dikeluarkan jumlahnya sangat besar dibandingkan dengan jumlah telur yang akan dibuahi. Dalam kondisi yang optimum spermatozoa ikan yang baru dikeluarkan dari tubuh mempunyai kekuatan untuk bergerak dalam air selama 1 – 2 menit.



Berdasarkan kepada penelitian yang telah dilakukan oleh Hartman dan juga oleh Motalenti (Hoar, 1957), telur dan sperma yang baru dikeluarkan dari tubuh induk, mengeluarkan zat kimia yang berguna dalam proses pembuahan. Menurut kebanyakan literatur dari Amerika, zat yang dikeluarkan oleh telur dan sperma dinamakan Gamone. Gamone yang berasal dari telur adalah Gynamone I dan Gynamone II. Gamone yang berasal dari spermatozoa adalah Androgamone I dan Androgamone II. Gynamone I berfungsi untuk mempercepat pergerakan dan menarik sper­matozoa dari spesies yang sama secara chemotaksis. Gynamone II berfungsi untuk mengum­pulkan dan menahan spermatozoa pada permukaan telur. Fungsi Androgamone I ialah untuk menekan aktifitas spermatozoa ketika masih berada dalam saluran genital ikan jantan. Sedangkan Androgamone II berfungsi untuk membuat permukaan charion menjadi lembek sebagai lawan dari fungsi Gynamone II.



Secara relatif lapisan telur yang sudah dalam air adalah keras dan tidak dapat ditembus oleh spermatozoa kecuali melalui micropyle yang bentuknya seperti corong. Lubang corong yang besar terletak di bagian luar dan lubang yang kecil di bagian dalam. Lubang itu demikian kecilnya sehingga tidak mungkin dapat dilalui oleh sperma lebih dari satu dalam satu waktu. Ketika spermatozoa masuk ke dalam lubang corong, itu merupakan sumbat bagi yang lainnya dan setelah kepala spermatozoa itu masuk, bagian ekornya terlepas. Dengan demikian pembuahan pada ikan umumnya monosperma dimana kalau sudah masuk satu spermatozoa akan cepat terjadi perubahan pada bagian micropyle.



Kalaupun terjadi pembuahan polyspermi, hanya satu spermatozoa yang melebur bersatu dengan inti telur. Sedangkan yang lainnya dihisap oleh telur sebagai bahan makanannya. Sesaat setelah terjadi pembuahan, isi telur agak sedikit mengkerut karena pecahnya rongga alveoli yang terdapat di dalam telur. Dengan kejadian tersebut rongga perivitelline lebih membesar sehingga telur yang telah dibuahi dapat mengadakan pergerakan rotasi selama dalam perkembangannya sampai menetas.


Sumber : M. Ichsan Effendie, 1997


Prawn of Windu ( Penaeus Monodon )

Prawn of Windu ( Penaeus Monodon )

Prawn of Windu represent one of the many prawn type which many conducting by [all] farmer of prawn. If/When will be mentioned, lobster of penaeid which included in prawn dam out for example prawn of windu ( Penaeus Monodon ), white prawn ( Penaeus Merguiensis ), prawn of werus ( Metapenaeus Monoceros and berkenroadi Metapenaeus ), and sandalwood prawn ( Metapenaeus Brevicornis). Germinal [of] reeling of fishpond prawn caused [by] its shut-in [of] prawn which [is] in phase of postlarva in fishpond.

long within, this prawns [of] shut-in and become bigly is. Chosen [of] prawn him of windu as especial choice [of] farmer of prawn of[is no other because in character having high resilience to its environment. With high resilience, conservancy of prawn of windu reach large sizely ( size king), that is 80-100 g / tail can reach during 5-6 months.

Source : M.Syahid, Ali Subhan, Rochim Armando, 2006