Selasa, 04 November 2008

ENGINEERING seedling FISH BLACK GHOST (Afteronotus albsfrons)

ENGINEERING seedling FISH BLACK GHOST
(Afteronotus albsfrons)

I. INTRODUCTION
Fish Black Ghost (Afteronotus albifrons, Linneaus) is one type of ornamental fish that have the potential business opportunities. This type of fish is not known by many people but currently some ornamental fish produce commodities seedlings as both local and export.

"Black Ghost" comes from the Amazon River, South America is a peacemaker fish, which measured 50 cm can be reached. Her body thin and lengthwise with the body color black. Fish is classified into the fish knife (knife fishes), because the overall body shape resembles a knife out of the head and body and then melancip the stomach.
Terms of water quality media for the desired fish, namely the Black Ghost "Soft"
(software) and tends to sour, however Black Ghost relatively can live in conditions of the water varies. Black Ghost also choose a certain type of food, can eat dry feed, frozen food and life, however prefer if given feed worms hair.

II. FACILITIES AND SERVICES NEEDS
Facilities and materials necessary to produce fish Black Ghost is:
A. Vessel maintenance and equipment
Aquarium-size (40 X 40 X 80) cm, as a parent and maintenance of the place where spawning completed with The egg form of a plastic tray filled with stones, or tree fern stems.
Aquarium-size (60 X 40 X 40) cm, as the hatchery eggs.
Installing the form of Aeration-blower, and the lapse Aeration Aeration stones.
Other equipment, such as water hose to change, net scope and equipment cleaning aquarium (brush, and others).



B. Feed
Blood-worm used as feed parent.
Worms-hair used as feed the fish start ± 2 weeks of age to adults.
-Artemia, which is used to feed flyblow.

III. OPERATIONAL ACTIVITIES
Operational activities include maintaining and prospective parent, spawning, hatching eggs and treatment and flyblow and enlarging.

A. Maintenance Association
Differences in male and female adult fish can be seen particularly from long dagunya (distance between the tip of the mouth closed with gills). In male fish, dagunya relatively longer than the female fish. Milter relatively slim compared with the female fish that have the form of a bloated stomach.

In the adult male parent, there is a white liquid (sperm) when ordered the operation. Ghost Master Black baked eggs can bemmur after about one year with ± 15 cm long.
Master male and female are kept in a container the size of the form aquarium (80 X 40 X 50) cm, with the installation of Aeration with a feed blood worms provided with the frequency of 3 times per day in adlibitum. Substitution of water must be done each day for throwing. dirt-dirt found in the aquarium and maintain the basic quality of the media maintenance.

B. Spawning
Spawning is done en masse in the aquarium at the same time as maintaining a place. Comparison of male and female parent is 2: 1. In the spawning container, placed a plastic tray-sized (30 X 20 X 7) cm, filled with stones as The egg and place on the middle tray closed with a perforated tray (20 X 15 X 10) cm to pemangsaan protect the eggs from the mainland itself. For aquarium size (80 X 60 X 50) cm can be maintained 10 heads female parent and at least 5 male tail.
Environment and maintenance of spawning fish Black Ghost is usually relatively dark, and fish memijah on this night. Towards the rising sun, where the eggs form The balance must be immediately taken and transferred to the hatchery, to avoid sweeping eggs by the mainland. Eggs are harvested from the tray pemiiahan ± 200 eggs / day.

C. Hatching Egg and Care flyblow
Hatching eggs done in the aquarium and will hatch on the third day. Food starts to form nauplii artemia given on the day to 10 after hatching, and then the hair worms adiibitum.

D. The Enlarging
Activities undertaken after the flyblow can eat worms hair, namely ± age of 2 weeks, until the fish reach the size of ± 1 inch long with the maintenance of 1 to 15 months while the enlargement of the fish Black Ghost done to reach commercial size, the s 2 / 3 inch. Platform that can be used or aquarium with tanks of spreading density 2's tail 5 / liter. Feed given during the worms is the maintenance of hair in adlibitum. Fish with Black Ghost 2 inch size can be achieved within 2 months while the 3 inch size can be achieved with a time of maintenance for three weeks. cleaned to remove dirt must be done each day so that the quality of the media remain intact.

BUDIDAYA IKAN HIAS CORYDORAS

BUDIDAYA IKAN HIAS CORYDORAS

I. PENDAHULUAN
Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati pecinta ikan hias dan mempunyai peluang ekspor. Selain digunakan sebagai ikan hias air tawar, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik di negara maju.
Walaupun ikan ini berasal dari Amerika Seiatan, tetapi sejak lama telah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini dikenal mudah pembudidayaannya bahkan dapat dilakukan pada skala rumah tangga, karena cara budidayanya yang relatif sederhana dibandingkan dengan ikan lain dan siklus pemeliharaan untuk mencapai ukuran pasar relatif singkat.

II. CIRI MORFOLOGI
Bentuk tubuh pendek dan gemuk. Punggung lebih melengkung dibandingkan dengan perut. Kedua sisi ikan dilengkapi dengan lempengan seperti tuiang yang tersusun dalam dua baris, mempunyai dua pasang kumis yang terletak di rahang atas dan rahang bawah serta ukuran tubuh dapat mencapai 12 cm.
Ikan ini dapat dibudidayakan di kolam yang kandungan oksigen di dalam airnya rendah. Kondisi lingkungan yang cocok untuk jenis ikan ini adalah : pH 6 s/d 8, suhu 21,5 s/d 28° C dan hardness 2 s/d 25 ppm.

III. PRASARANA DAN SARANA
Dalam pemeliharaan ikan corydoras diperlukan sarana berupa bahan dan alat yaitu :
A. Induk ikan corydoras betina dan jantan.
B. Wadah pemeliharaan berupa :
 Bak pemeliharaan induk jantan dan betina secara masal, sekaligus sebagai tempat pemijahan atau akuarium yang berukuran 60 X 40 X 40 cm.
 Bak pemeliharan larva dan benih secara masal.


C. Pakan
 Pakan induk berupa cacing tubifex atau chironomous serta jentik nyamuk.
 Pakan larva berupa nauplii artemia
 Pakan untuk pembesaran ikan corydoras hingga siap dipasarkan adalah cacing tubifex.

IV. KEGIATAN OPERASIONAL
A. Pemeliharaan Induk
Ikan corydoras mulai dapat dipijahkan minimal pada umur delapan bulan. Pakan yang terbaik diberikan pada masa pemeliharaan induk adalah pakan yang banyak mengandung zat chitin seperti larva nyamuk yang baik untuk perkembangan telur. Selain itu karena corydoras bersifat "bottom feeder" maka ikan ini lebih responsif pada jenis makanan seperti cacing tubifex atau chironomus.
Cara termudah untuk membedakan jenis kelamin ikan corydoras adalah dengan melihat bentuk tubuh yang akan terlihat pada saat ikan corydoras mencapai ukuran calon induk. Ikan jantan mempunyai bentuk tubuh seperti terpedo. Bagian belakang insang meruncing hingga ke ekor. Tubuh lebih langsing dan ukurannya lebih kecil daripada betina, dan sirip dorsal ikan jantan terlihat lebih runcing. Tubuh ikan betina berukuran lebih besar dibandingkan dengan ikan jantan dan perutnya yang tampak membundar berisi telur.

B. Pemijahan
Pemijahan ikan corydoras dapat dilakukan secara masal di bak semen, bak fibreglass atau akuarium dengan perbandingan induk betina : jantan =1 : 2 atau 1 : 3. Penggantian air dilakukan setiap hari untuk menjaga kualitas air media pemijahan.
Corydoras mempunyai karakter bertelur dengan menempelkan telurnya pada suatu substrat seperti : lempengan kaca, potongan pralon, ubin keramik atau batu lempeng. Ikan corydoras mengeluarkan telurnya secara parsial, sehingga setiap hari dapat ditemukan substrat yang ditempeli telur. Setiap induk mampu menghasilkan 200 s/d 350 butir telur. Selanjutnya substrat yang dipasang diambil untuk ditetaskan pada wadah penetasan telur.

C. Penetasan Telur
Telur yang menempel pada substrat selanjutnya ditetaskan di dalam akuarium. Telur akan menetas selama empat hari. Pada media pemeliharaan diberikan obat anti jamur antara lain methylene blue 0,1 ppm. Derajat penetasan telur berkisar 60 s/d 70%. Larva ikan corydoras dipelihara di akuarium tersebut sampai berumur tujuh hari dengan pemberian pakan berupa nauplii artemia.

D. Tahap Pemeliharaan
Pemeliharaan larva dilakukan pada wadah berupa fibreglass atau bak semen. Padat penebaran 20 s/d 30 ekor/liter dengan masa pemeliharaan satu bulan. Selanjutnya dilakukan penjarangan untuk mencapai ukuran M (medium = sedang) yaitu dengan padat penebaran 10 s/d 15 ekor/liter dengan masa pemeliharaan 1 s/d 1,5 bulan dari ukuran S (Small = kecil). Untuk selanjutnya dapat dipasarkan. Derajat kelangsungan hidup yang dicapai adalah 60 s/d 70%.
Pemeliharaan selanjutnya lebih diarahkan ke pengadaan calon induk, karena biasanya pada ukuran L (large = besar) permintaan pasar cenderung menurun. Padat penebaran pada masa pemeliharaan dari ukuran M ke ukuran L adalah 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan ikan sampai siap dipasarkan berupa cacing tubifex yang diberikan secara adlibitum.

E. Pengelolaan Kesehatan Ikan
Beberapa jenis parasit yang sering menyerang ikan corydoras ini adalah : Trichodina sp., Epistylis, Glossatella sp. Dan Chillodonella sp. Sedangkan bakteri yang menyerang biasanya merupakan infeksi sekunder yang terjadi akibat luka karena penanganan, atau serangan parasit yang mengakibatkan terjadinya luka. Jenis bakteri yang ditemukan adalah Aeromonas hydrophilla.
Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air dan kebersihan air media pemeliharaan dari kotoran ikan dan sisa pakan yang diberikan, serta dengan perlakuan yang baik. Pengobatan yang banyak dilakukan
untuk serangan parasit adalah menggunakan formalin 25 ppm, garam 500 ppm, sedangkan unt'jk penyakit bacterial menggunakan oxytetracycline 10 ppm dengan cara perendaman.

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN BLACK GHOST (Afteronotus albsfrons)

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN BLACK GHOST
(Afteronotus albsfrons)

I. PENDAHULUAN
Ikan Black Ghost (Afteronotus albifrons, Linneaus) merupakan satah satu jenis ikan hias yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.

"Black Ghost" berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm. Tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan ke dalam ikan pisau (Knife fishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.

Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu "Soft"
(lunak) dan cenderung asam, walaupun demikian Black Ghost relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.

II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan Black Ghost adalah :
A. Wadah Pemeliharaan dan Perlengkapan
- Akuarium ukuran ( 40 X 40 X 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.
- Akuarium ukuran ( 60 X 40 X 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.
- Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.
- Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, scope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat, dan lain-lain).



B. Pakan
- Blood worm yang digunakan sebagai pakan induk.
- Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur ± 2 minggu sampai dewasa.
- Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.

III. KEGIATAN OPERASIONAL
Kegiatan operasional meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan, penetasan telur dan perawatan larva serta pendederan dan pembesaran.

A. Pemeliharaan Induk
Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah bemmur sekitar satu tahun dengan panjang ± 15 cm.
Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 X 40 X 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa blood worm yang diberikan dengan frekuensi 3 kali per hari secara adlibitum. Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang. kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.

B. Pemijahan
Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30 X 20 X 7 ) cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang ( 20 X 15 X 10 ) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran ( 80 X 60 X 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.
Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemiiahan ± 200 butir/hari.

C. Penetasan Telur dan Perawatan Larva
Penetasan telur dilakukan di akuarium dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa nauplii artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara adiibitum.

D. Pendederan dan Pembesaran
Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu ± berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran ± 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 s/d 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial , yaitu 2 s/d 3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 s/d 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara adlibitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu 2 bulan sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.

Senin, 03 November 2008

ENGINEERING appropriate BETTA FISH JANTAN

ENGINEERING appropriate BETTA FISH JANTAN


I. INTRODUCTION
fish (Bettasplendens) is one of the ornamental fish in fresh water commercial value, both for the domestic market and export markets. As the ornamental fish avidly fighting, has the appearance that the fin has a relatively long with a good color spectrum, while female fish in the appearance less attractive because siripnya not long, and the color is not bright. on the fish, the male sex of a higher price than the female sex. With that base their production efforts required male fish, which can be done en masse.

II. PEMIJAHAN ENGINEERING AND PRODUCTION
In a mature male parent gonad color siripnya are brighter in the female parent bellies bulge and in a transparent, egg production in the channel can be seen. In principle, a pair of spawning is done in each separate container (aquarium, a bucket or in boxes that are placed in the vessel).

Before mixed, female parent included in the vial in order not to disrupt the male in the nest to make foam. Nest is made by taking air bubbles from the surface and release it to the bottom surface of leaves or plants that float on the water surface of the water. This process continues for hours with the occasional stop to eat.

When the nest is ready, the parent female excluded from the bottle, mixed with male to be able to start pebiakan. At the time of spawning male disguise the parent body of a female form letter "U" with the ventral side by side for ± 1 minute until the eggs are fertilized sperm immediately.

Eggs slowly sinking and will soon be taken by the male parent with his mouth next to the nest is placed in foam. During the spawning process ± 1 hour and 20's 25 stages. spawning the same.

When the spawning activity ended, the parent female reproductive moved from place to place returned to the maintenance of the parent, but should first be included in the solution methyline blue 2 mg / liter for 24 hours to treat wounds that may exist after spawning. Male parent are still in the spawning vessel to treat and protect the eggs hatch. In each spawning obtained

eggs as 1000's 1,500 eggs.
Next flyblow and the maintenance and enlargement can be done in the form of container vessel wall with a feed worms Tubifex sp. or Chironomus sp. ready to be marketed.

III. ENGINEERING appropriate BETTA FISH JANTAN

Ask the male fish have brighter colors and fin-fin longer than the fish Ask female. Therefore, the male fish Ask consumers demand more and have commercial value higher than the female. In connection with the need to improve production techniques conducted Ask male fish in each spawning. One of the efforts to be made is with the hormone androgen in the sex differentiation.

Techniques of the hormone is how steep the fish eggs on the Ask phase of the eye spots (± 30 hours after spawning) in the solution to the hormone 17 negligent Metiltestosteron with the concentration of 20 mg / liter of water for 8 hours. Making hormone solution is to do with the way hormones as much as 20 mg in 1 ml to 70% alcohol and further added to the water will soak used 1 liter.
The results included soaking eggs back into the container that contains a water solution with the given methyline blue to prevent the occurrence fungi in the process
hatchery.

The next stage with the same procedures seedling Ask the fish until the age of three months to be able to be distinguished of the species. It is expected that with the steroid hormone can reproduce Ask male fish to 95% in each spawning.
Indonesia

Minggu, 02 November 2008

TEHINK PERBANYAKAN IKAN CUPANG JANTAN

ikan cupang (Betta splendens) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang bernilai komersial, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Sebagai ikan hias yang gemar berkelahi, mempunyai penampilan yang menarik yaitu mempunyai sirip yang relatif panjang dengan spektrum warna yang bagus sedangkan pada ikan betina penampiLannya kurang menarik karena siripnya tidak panjang dan warnanya pun tidak cerah. pada ikan , jenis kelamin jantan lebih tinggi harganya dibanding jenis kelamin betina. Dengan dasar itulah diperlukan upaya memperbanyak produksi ikan jantan, yang dapat dilakukan secara masal.


TEKNIK PEMIJAHAN DAN PRODUKSI

warna siripnya lebih cerah pada induk jantan yang telah matang kelamin sedang pada induk betina perutnya membuncit dan secara transparan, telur pada saluran pengeluaran dapat terlihat. Pada prinsipnya pemijahan dilakukan secara berpasangan dalam setiap wadah yang terpisah (akuarium, ember atau dalam kotak-kotak yang ditempatkan di dalam bak).

Sebelum dicampurkan, induk betina dimasukkan dalam botol agar tidak mengganggu jantan dalam membuat sarang busa. Sarang dibuat dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya ke bawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung di permukaan air. Proses ini berlanjut berjam-jam dengan sesekali berhenti untuk makan.

Bila sarang telah siap, induk betina dikeluarkan dari botol, dicampurkan dengan jantan agar dapat memulai pebiakan. Pada saat pemijahan tubuh jantan menyelubungi induk betina membentuk huruf "U" dengan ventral saling berdekatan selama ± 1 menit sampai mengeluarkan telur yang segera dibuahi sperma.

Telur perlahan tenggelam dan akan segera diambil oleh induk jantan dengan mulutnya untuk selanjutnya diletakkan di sarang busa. Proses pemijahan berlangsung selama ± 1 jam dengan 20 s/d 25 tahap. pemijahan yang sama.

Ketika aktifitas pemijahan berakhir, induk betina dipindahkan dari tempat pemijahan untuk dikembalikan ke tempat pemeliharaan induk, namun sebaiknya lebih dulu dimasukkan dalam larutan methyline blue 2 mg/liter selama 24 jam untuk mengobati luka yang mungkin ada setelah pemijahan. Sedang induk jantan tetap pada wadah pemijahan untuk merawat dan menjaga telur sampai menetas. Dalam setiap kali pemijahan diperoleh

telur sebanyak 1.000 s/d 1.500 butir.
Selanjutnya pemeliharaan larva dan pendederan serta pembesaran dapat dilakukan pada wadah berupa bak tembok dengan pakan berupa cacing Tubifex sp. atau Chironomus sp. untuk siap dipasarkan.


MEMPERBANYAK IKAN BETTA JANTAN

Ikan betta jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan sirip-sirip yang lebih panjang dibandingkan ikan betta betina. Oleh karena itu ikan betta jantan lebih diminati konsumen dan mempunyai nilai komersial yang lebih tinggi dibandingkan yang betina. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan teknik memperbanyak produksi ikan betta jantan dalam setiap kali pemijahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian hormon androgen pada masa diferensiasi kelamin.

Teknik pemberian hormon tersebut adalah dengan cara merendam telur ikan betta pada fase bintik mata ( ± 30 jam setelah pemijahan) ke dalam larutan hormon 17 Alpa Metiltestosteron dengan konsentrasi 20 mg/liter air selama 8 jam. Pembuatan larutan hormon tersebut adalah dengan cara melarutkan hormon sebanyak 20 mg ke dalam 1 ml alkohol 70% dan selanjutnya dimasukkan ke air yang akan dipakai merendam sebanyak 1 liter.
Telur hasil perendaman dimasukkan kembali ke dalam wadah yang berisi air dengan diberi larutan methyline blue untuk mencegah timbulnya jamur dalam proses
penetasan.

Tahap selanjutnya sama dengan prosedur pembenihan ikan betta sampai berumur tiga bulan untuk dapat dibedakan jenis kelaminnya. Diharapkan dengan pemberian hormon steroid tersebut dapat memperbanyak ikan betta jantan sampai dengan 95% dalam setiap pemijahan.

TEKNIK PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de man)

Sarana dan Fasilitas pembesaran udang galah
tanah kolam yang cocok untuk pemeliharaan udang galah adalah tanah yang sedikit berlumpur dan tidak porous.

Luas kolam yang digunakan dapat bervariasi antara 0,2 s/d 1,0 Ha. Sebaiknya berbentuk empat persegi panjang dengan kedalaman kolam antara 0,5 s/d 1,0 m. Dasar kolam harus rata dan dibuat kemalir (caren) secara diagonal dari saluran pemasukan sampai kesaluran pembuangan, hal ini memudahkan untuk pemanenan. Kualitas air yang masuk ke kolam arus baik dan bebas dari polusi.



Pengelolaan kolam
Sebelum udang galahditebar ke kolam sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu secara baik dengan cara :
-keringkankolam kemudian dicangkul untuk mengemburkan dan biarkan selama 3 s/d 5 hari.
-Untuk memberantas hama dan penyakit dasar kolam diberi kapur tojor dengan dosis 50 s/d 100 gr/m2, Kapur dicampur dengan air kemudian disebarkan secara merata keseluruhan permukaan dasar kolam dan biarkan selam 2 s/d 3 hari.
-Kolam diisi air sampai mencapai kedalaman yang sudah ditentukan kemudian diberi pupuk organic berupa kotoran ayam sebanyak 500 gr/m2 maksudnya untuk menumbuhkan pakan alami.

Pemeliharaan udang galah
Benih udang galah yang siap dipeliharan di kolam adalah benih udang stadia juwana atau tokolan.

pemeliharaan udang galah:

-Monokultur
pemeliharaan udang di kolam tanpa dicampur dengan ikan lain. Padat penebaran sebanyak 5 s/d 10 ekor/m2 bila pemberian pakan tidak intensif dan

-Polikultur
pemeliharaan udang di kolam disatukan dengan ikan lainnya. Adapun yang dapat dibudidayakan dengan udang adalah ikan mola, ikan tawes, ikan nilem, dan ikan “big head”. Padat penebaran udang galah sebanyak 1 s/d 5 ekor/m2 sedangkan padat penebaran ikan 5 s/d 10 ekor/m2 ukuran 5 - 8 cm. Selama pemeliharan dapat dilakukan pemupukan susulan setiap 2 s/d 3 minggu berupa Urea 3s/d5 kg dan TSP 5s/d10 kg/Ha kolam.

Pemberian Pakan
Selain makan alami selama pemeliharaan udang galah perlu diberikan pakan tambahan berupa pellet udang dengan kadar protein 25 s/d 30 % karena makan alami yang tersedia tergantung pada tingkat kesuburan perairan kolam. Pada pemeliharaan secara monokultur jumlah pakan tambahan yang diberikan mulai 20 % menurun sampai 5 % dari berat badan total populasi, dengan frekuensi pemberian 4 s/d 5 kali sehari, sedangkan pada pemeliharaan secara polikultur jumlah pakan tambahan yang diberikan mulai 6 % menurun sampai 3 % dari berat badan total populasi dengan frekuensi pemberian 4 s/d 5 kali sehari.




Pemanenan
udang galah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

- Pemanenan Selektif
dilakukan dengan menggunakan jarring tampa harus mengeringkan kolam, yang tertangkap hanya udang ukuran tertentu saja. Pemanenan selanjutnya tergantung kepada tingkat pertumbuhan udang. Kerugian sistim ini adalah banyak membutuhkan tenaga dan bila ada ikan predator tidak dapat dibersihkan dari kolam.

- Panen total
dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total sehingga produksi total dapat segera diketahui . Kerugian system ini adalah udang yang masih kecil ikut dipanen serta membuang air yang sudah kaya dengan organisme dan mineral.



Predator dan Penyakit
a. Predator
Predator pada pemeliharaan udang galah di kolam adalah beberapa jenis ikan seprti catfish (lele local) dan Snakehead, burung dan ular. Kepiting merupakan pengganggu juga karena hewan tersebut melubangi pematang kolam. Untuk mencegah masuknya hewan predator, pada saluran pemasukan air dipasang saringan dan disekeliling pematang dipasang net setinggi 60 cm.

b. Penyakit
Penyakit yang banyak menyerang udang galah adalah “Black spot” yaitu penyakit yang diakibatkan oleh bakteri dan kemudian diikuti oleh timbulnya jamur, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian dan menurunnya mutu udang. Untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini digunakan obat antibaktrial yang diberikan secara oral melalui pakan.

Kualitas Air
Timbulnya penyakit pada udang biasanya disebabkan oleh kualitas air pada kolam kurang baik . Hal ini biasanya diakibatkan oleh padat penebaran yang terlalu banyak , rendahnya kandungan oksigen, pengaruh suhu serta tingginya derajat keasaman (pH) sehingga dapat menimbulkan banyaknya kematian.

Air yang dipakai dalam pembesaran udang galah di kolam sebaiknya bebas dari polusi dengan kandungan oksigen lebih dari 7 mg/l, suhu optimum 27 s/d 300C, derajat keasaman (pH) 7,0 s/d 8,5 dan kesadahan total antara 40 s/d 150 mg/l.

giant prawn seedling (Macrobrachium Rosenbergii de Man)

I. INTRODUCTION
Prawns (Macrobrachium Rosenbergii de Man) is the one commodity that have high economic value for both domestic consumption and export. Market demand is increasing, while catching prawns in nature more difficult, so the need to be developed to cultivate business. To meet these needs is required in the number of seeds in adequate and good quality, one of which is to do with the seedling.

II. Biological
Prawns, including families with Palamonidae species Macrobrachium resenbergii. Agency shrimp consists of three parts: the head and chest (Cephalotorax), the body (abdomen) and tails (uropoda). Cephalotorax wrapped by the hard leather, the front of the head that there are bulge karapas toothed rostrum called padabagian top of about 11 d 13 factory and the bottom of the 8's 14 units. In the shrimp male partner feet long way both the body and can be large enough to 1.5 times the length of the body, while the female is relatively small.
Prawns living in the two habitats, in the stadia flyblow life diair brackish and fresh water to return to the stadia to Errol adults. In the stadia flyblow metamorfose changes occur as 11 times and lasted for 30 d 35 days. Prawns are omnivora, tends to active at night.

III. Seedling
A. Selection Master
Some of the parent:
Parent-size female over 40 grams and male above 50 gr.
-The number of eggs enough.
Agency-clean, good soils and from the parasitic organisms.
Age-parent between 8 s / d 20 months.
-Choose a parent who has cooked eggs for the second time, and so on.
-Derived from the shrimp grow quickly.

B. Maintenance Association
Master maintained in the pond with a density 4 ekor/m2, given the form of Pellet feed with protein content of 30% as much as 5% of body weight. In maintaining this, male and female parent should be kept separately, both in swimming and in the concrete tanks equipped with door supply and expenditure to a depth of 80 s to 100 cm.

E. Maintenance flyblow
Flyblow prawns maintenance is done on the vessel round (conicle from fiberglass tank). It needs to be in the maintenance of other water quality and feeding. The size of feed must be adjusted to not flyblow mouth. At 3 days after hatching given feed nauplii "Artemia" with the frequency of feeding 3 hours once.
Replacement of water every day is done as much as 25 to 50, before the dirt cleaned by disipon. Salinity media maintenance lavra maintained 10 d 12 ppt. After a media Errol salinity is gradually lowered to 0 ppt and then Errol ready to be marketed or spread into the pond to be enlarged to the size of consumption.

III. DISEASES
The disease is one factor for the success of seedling prawns. Disease that usually arises is bacterial disease that originated from the sea water is Vibrio sp. Marked with such stress, fluorisensi on laeva the death and mass death occurred in a short time.
Mencekgah to prevent bacterial attack necessary to "Chlorinisasi" media and drying facilities for 7 days. If the contract is, treated with a dose of antibiotic use 11 d 13 ppm, by soaking for 3 days.