Produksi garam masih rendah
JAKARTA Produksi garam nasional pada saat Ini diperkirakan belum mencapai 10% dari kapasitas produksi sebesar 1,2-1,3 juta ton.
Anggota Presiden Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (Apegar Pamekasan) Faishal Baidlawi mengungkapkan mulai 20 Juli hingga Agustus, produksi garam di wilayah Jawa Timur yang terdiri dari Pamekasan sekitar 8-9 ton per hektare dari luas area 888 hektare, sedangkan di Sampang sekitar 5-6 ton dari luas area 3.600-an hektare.
Luas area Sampang sesungguhnya sebesar 4.256 hektare, tetapi masih ada sekitar 15% dari luas area itu yang belum panen. Adapun produksi Sumenep sebesar 9-10 ton dari luas area 1.200 hektare.
Sementara Itu, menurut Faishal, produksi di Jawa Tengah tidak lebih dari 25.000 ton mengingat ada 30% area yang belum dipanen.
Realisasi produksi di Jawa Barat bah- kan lebih rendah karena intensitas hujan di wilayah tersebut yang masih tinggi. "Dari data Itu produksi nasional masih di bawah 10%," katanya di Jakarta, kemarin. Bisnis Indonesia 25 August 2011 hal.10
Kamis, 25 Agustus 2011
Rabu, 24 Agustus 2011
Ekspor Komoditas Ikan Stabil
Ekspor Komoditas Ikan Stabil
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan ekspor produk perikanan ke Amerika Serikat dan Uni Eropa belum terpengaruh dampak krisis keuangan yang melanda kawasan tersebut. Selama ini, Indonesia menguasai 65 persen pasar ekspor ke dua benua tersebut.
"Saya prediksi ekspor tidak akan turun, kecuali jika krisis keuangan di negara tersebut berkelanjutan," kata Direktur lenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Victor Nikjjuluvv, belum lama ini.
Selama ini, Indonesia mengekspor produk ikan berbagai jenis ke kedua benua tersebut, mulai dari tuna, udang, kepiting, sedangkan sesuai data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Indonesia termasuk eksportir terbesar kedua setelah China.
Apabila dikaitkan dengan kondisi kompetitor ekspor dari negara lain seperti Thailand dan Vietnam, Indonesia masih diuntungkan karena Thailand sedang dilanda banjir yang mengganggu pasokan ekspornya, sedangkan Vietnam terkendala persoalan lingkungan.
Menurut Victor, jika kondisi itu bertahan dan ekspor tidak menurun, KKP optimistis nilai ekspor produk perikanan tahun ini bisa menembus angka 3,2 miliar doUar AS, dan hingga semester 1-2011, nilai ekspor sudah mencapai 1,6 miliar dollar AS. Koran Jakarta 24 August 2011 hal.15
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan ekspor produk perikanan ke Amerika Serikat dan Uni Eropa belum terpengaruh dampak krisis keuangan yang melanda kawasan tersebut. Selama ini, Indonesia menguasai 65 persen pasar ekspor ke dua benua tersebut.
"Saya prediksi ekspor tidak akan turun, kecuali jika krisis keuangan di negara tersebut berkelanjutan," kata Direktur lenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Victor Nikjjuluvv, belum lama ini.
Selama ini, Indonesia mengekspor produk ikan berbagai jenis ke kedua benua tersebut, mulai dari tuna, udang, kepiting, sedangkan sesuai data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Indonesia termasuk eksportir terbesar kedua setelah China.
Apabila dikaitkan dengan kondisi kompetitor ekspor dari negara lain seperti Thailand dan Vietnam, Indonesia masih diuntungkan karena Thailand sedang dilanda banjir yang mengganggu pasokan ekspornya, sedangkan Vietnam terkendala persoalan lingkungan.
Menurut Victor, jika kondisi itu bertahan dan ekspor tidak menurun, KKP optimistis nilai ekspor produk perikanan tahun ini bisa menembus angka 3,2 miliar doUar AS, dan hingga semester 1-2011, nilai ekspor sudah mencapai 1,6 miliar dollar AS. Koran Jakarta 24 August 2011 hal.15
Jumat, 12 Agustus 2011
Yopie Yuliarso Pembudidaya yang pantang menyerah
Pak Yopie, pernah menyelesaikan sekolahnya di negara Jerman di bidang studi yang sangat
jauh dari dunia perikanan yaitu elektro tehnik fachbereich technishe informatics Hamburg dan
lulus pada tahun 1988, dengan berkecimpungnya didunia perikanan beliau menyebutnya hijrah
dari high-tech ke mahluk-mahluk kecil.
Pada tahun 2008 Yopie Yuliarso pernah menggeluti pembesaran atau budidaya Kepiting Bakau
di lokasi yang produktif yaitu Mojo dan Cepiring di Jawa Tengah, berawal dari pemekaran
usahanya yaitu outlet kebab di Pekalongan, dimana pada waktu itu orang-orang disekeliling
beliau bercerita tentang penanaman benih pepohonan jati, mangga termasuk bakau yang
sangat erat hubungannya dengan ekosistem yang mengcover kepiting bakau, lalu mencoba
googling dan ternyata menarik. Karena tahu tidak ada benih dan seterusnya maka tim Yopie
Yuliarso mulai mendata dimana benih yang akan didapatkan dengan banyak (memenuhi
kebutuhan), bagaimana kontinuitasnya yang semuanya telah dilakoni tahap demi tahap dengan
baik.
Masa-masa berproduksi yang bagus pernah dialami dengan panen yang setiap hari dilakukan
dengan jumlah produksi antara 30-50 kg/hari dengan jumlah tanam isi 10-12 ekor benih per kg,
berat 60-80 gr asumsinya kalau molting besar dan beratnya naik 30% dimana 1 porsi menu
masak adalah 100 gram maka sempatlah Yopie dan timnya mengalami masa-masa
keberhasilan. kemudian tambak-tambak wadah budidaya kepiting tersebut mengalami
kebocoran terutama dari kepiting-kepiting muda terlebih mengalami kondisi riil bahwa
benih-benih kepiting selalu kekurangan dan pasti akan kekurangan terus Yopie Yuliarso
mengundurkan langkahnya. Tambak yang sudah disewa jadi menganggur, rakit terbuang
percuma basket-basket yang sudah tersewapun tergeletak sedih.
selanjutnya
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
jauh dari dunia perikanan yaitu elektro tehnik fachbereich technishe informatics Hamburg dan
lulus pada tahun 1988, dengan berkecimpungnya didunia perikanan beliau menyebutnya hijrah
dari high-tech ke mahluk-mahluk kecil.
Pada tahun 2008 Yopie Yuliarso pernah menggeluti pembesaran atau budidaya Kepiting Bakau
di lokasi yang produktif yaitu Mojo dan Cepiring di Jawa Tengah, berawal dari pemekaran
usahanya yaitu outlet kebab di Pekalongan, dimana pada waktu itu orang-orang disekeliling
beliau bercerita tentang penanaman benih pepohonan jati, mangga termasuk bakau yang
sangat erat hubungannya dengan ekosistem yang mengcover kepiting bakau, lalu mencoba
googling dan ternyata menarik. Karena tahu tidak ada benih dan seterusnya maka tim Yopie
Yuliarso mulai mendata dimana benih yang akan didapatkan dengan banyak (memenuhi
kebutuhan), bagaimana kontinuitasnya yang semuanya telah dilakoni tahap demi tahap dengan
baik.
Masa-masa berproduksi yang bagus pernah dialami dengan panen yang setiap hari dilakukan
dengan jumlah produksi antara 30-50 kg/hari dengan jumlah tanam isi 10-12 ekor benih per kg,
berat 60-80 gr asumsinya kalau molting besar dan beratnya naik 30% dimana 1 porsi menu
masak adalah 100 gram maka sempatlah Yopie dan timnya mengalami masa-masa
keberhasilan. kemudian tambak-tambak wadah budidaya kepiting tersebut mengalami
kebocoran terutama dari kepiting-kepiting muda terlebih mengalami kondisi riil bahwa
benih-benih kepiting selalu kekurangan dan pasti akan kekurangan terus Yopie Yuliarso
mengundurkan langkahnya. Tambak yang sudah disewa jadi menganggur, rakit terbuang
percuma basket-basket yang sudah tersewapun tergeletak sedih.
selanjutnya
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Sabtu, 06 Agustus 2011
DAYA SERAP KARBON OLEH RUMPUT LAUT
DAYA SERAP KARBON OLEH RUMPUT LAUT
Pemanasan global telah melanda di berbagai belahan dunia sekarang ini dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil, proses alami dan kegiatan alih guna lahan. Pemanasan global adalah peningkatan temperatur suhu bumi dan lautan dari tahun ke tahun karena konsentrasi gas rumah kaca (Houghton et al., 2001). Pemanasan global diakibatkan oleh adanya efek emisi gas-gas. Di antara gas-gas tersebut salah satunya yaitu karbondioksida (CO2) yang merupakan kontributor terbesar terhadap pemanasan global. CO2 menyumbangkan 70% dari jumlah total gas-gas rumah kaca. Penyebab utama semakin meningkatnya kadar gas karbon dioksida (CO2) di atmosfer, yaitu pemanfaatan bahan bakar fosil (5,4 billion metric per tahun) dan pemanfaatan hutan untuk keperluan industri, (1,6 billion metric per tahun) termasuk industri kertas berbasis kayu (Agus dan Rudi, 2008). Pemanasan global berdampak negatif bagi kelangsungan hidup organisme di bumi. Dampak dari sektor perikanan yaitu peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu dan kematian terumbu karang. Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya pemanasan global:http://www.blogger.com/img/blank.gif
1. Bahan bakar fosil, mengemisikan gas rumah kaca sebesar 24,84% dari total emisi gas rumah kaca.
2. Sampah, menghasilkan gas metan yang diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metan.
3. Kerusakan hutan, menurut data dari Yayasan Pelangi (1990), emisi gas CO2 yang dilepaskan oleh sektor kehutanan mencapai 64% dari total emisi CO2 Indonesia yang mencapai 748,61 kt.
4. Pertanian dan peternakan, menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 8,05% dari total gas rumah kaca yang diemisikan ke atmosfer. selanjutya.........
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Pemanasan global telah melanda di berbagai belahan dunia sekarang ini dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil, proses alami dan kegiatan alih guna lahan. Pemanasan global adalah peningkatan temperatur suhu bumi dan lautan dari tahun ke tahun karena konsentrasi gas rumah kaca (Houghton et al., 2001). Pemanasan global diakibatkan oleh adanya efek emisi gas-gas. Di antara gas-gas tersebut salah satunya yaitu karbondioksida (CO2) yang merupakan kontributor terbesar terhadap pemanasan global. CO2 menyumbangkan 70% dari jumlah total gas-gas rumah kaca. Penyebab utama semakin meningkatnya kadar gas karbon dioksida (CO2) di atmosfer, yaitu pemanfaatan bahan bakar fosil (5,4 billion metric per tahun) dan pemanfaatan hutan untuk keperluan industri, (1,6 billion metric per tahun) termasuk industri kertas berbasis kayu (Agus dan Rudi, 2008). Pemanasan global berdampak negatif bagi kelangsungan hidup organisme di bumi. Dampak dari sektor perikanan yaitu peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu dan kematian terumbu karang. Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya pemanasan global:http://www.blogger.com/img/blank.gif
1. Bahan bakar fosil, mengemisikan gas rumah kaca sebesar 24,84% dari total emisi gas rumah kaca.
2. Sampah, menghasilkan gas metan yang diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metan.
3. Kerusakan hutan, menurut data dari Yayasan Pelangi (1990), emisi gas CO2 yang dilepaskan oleh sektor kehutanan mencapai 64% dari total emisi CO2 Indonesia yang mencapai 748,61 kt.
4. Pertanian dan peternakan, menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 8,05% dari total gas rumah kaca yang diemisikan ke atmosfer. selanjutya.........
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Minggu, 24 Juli 2011
PEMANFAATAN IKAN PEMAKAN PLANKTON (PLANKTON FEEDER) UNTUK MENGATASI BLOOMING ALGA DI DANAU/WADUK
PEMANFAATAN IKAN PEMAKAN PLANKTON (PLANKTON FEEDER) UNTUK MENGATASI BLOOMING ALGA DI DANAU/WADUK
Danau berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air, perikanan dan pariwisata, sumber air irigasi untuk pertanian sehingga menyebabkan berbagai komponen masyarakat menggantungkan kehidupannya dari danau. Danau dimanfaatkan sebagai tempat pembudidayaan ikan karamba jaring terapung (KJA). Kegiatan budidaya ikan sistem KJA mengalami perkembangan pesat hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat setempat. Tetapi kegiatan ini mulai berkurang karena sering terjadi kematian massal ikan yang menyebabkan kerugian usaha. Hal ini menyebabkan kerugian secara ekonomi bagi masyarakat ataupun Pemerintah Daerah setempat baik dari kegiatan usaha budidaya ikan dan pariwisata.selanjutnya
Danau berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air, perikanan dan pariwisata, sumber air irigasi untuk pertanian sehingga menyebabkan berbagai komponen masyarakat menggantungkan kehidupannya dari danau. Danau dimanfaatkan sebagai tempat pembudidayaan ikan karamba jaring terapung (KJA). Kegiatan budidaya ikan sistem KJA mengalami perkembangan pesat hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat setempat. Tetapi kegiatan ini mulai berkurang karena sering terjadi kematian massal ikan yang menyebabkan kerugian usaha. Hal ini menyebabkan kerugian secara ekonomi bagi masyarakat ataupun Pemerintah Daerah setempat baik dari kegiatan usaha budidaya ikan dan pariwisata.selanjutnya
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Jumat, 15 Juli 2011
7 (Tujuh) Alasan Melakukan Budidaya Kerapu
7 (Tujuh) Alasan Melakukan Budidaya Kerapu
Kerapu yang dikenal dengan nama asingnya grouper ini merupakan ikan yang dapat dibudidayakan di dua tempat yaitu budidaya laut dan budidaya tambak. Namun perkembangan budidaya sangat baik jika dilakukan di perairan laut. Jika melihat produksinya, budidaya kerapu berkembang dengan baik. Produksi ikan kerapu selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2008 sebesar 5.005 ton, tahun 2009 sebesar 8.791 ton dan tahun 2010 sebesar 10.301 ton.
Produksi ikan kerapu di Indonesia tersebar hampir di setiap provinsi di Indonesia. Produksi ikan kerapu untuk ukuran konsumsi, terbesar terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung. Produksi ikan kerapu dari budidaya pada dasarnya dapat lebih dikembangkan lagi. Hal ini jika melihat beberapa hal yang mendukung perkembangan budidaya kerapu tersebut baik factor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Berikut ini antara lain beberapa hal-hal yang seharusnya budidaya ikan kerapu dapat berkembang lebih baik lagi, yaitu :
selanjutnya
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Kerapu yang dikenal dengan nama asingnya grouper ini merupakan ikan yang dapat dibudidayakan di dua tempat yaitu budidaya laut dan budidaya tambak. Namun perkembangan budidaya sangat baik jika dilakukan di perairan laut. Jika melihat produksinya, budidaya kerapu berkembang dengan baik. Produksi ikan kerapu selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2008 sebesar 5.005 ton, tahun 2009 sebesar 8.791 ton dan tahun 2010 sebesar 10.301 ton.
Produksi ikan kerapu di Indonesia tersebar hampir di setiap provinsi di Indonesia. Produksi ikan kerapu untuk ukuran konsumsi, terbesar terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung. Produksi ikan kerapu dari budidaya pada dasarnya dapat lebih dikembangkan lagi. Hal ini jika melihat beberapa hal yang mendukung perkembangan budidaya kerapu tersebut baik factor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Berikut ini antara lain beberapa hal-hal yang seharusnya budidaya ikan kerapu dapat berkembang lebih baik lagi, yaitu :
selanjutnya
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Sabtu, 02 Juli 2011
Jalan² ke Peternakan ku Online
Lama sekali mau update tapi apa yg mau di update Terus tiba² saja teringat akan sms teman² semua banyak yang mau lihat peternakanku, Akhirnya okelah kalo begitu biar kita semua semangat beternak Yuukkk Jalan² lewat www.beternak-hamster.blogspot.com Online
1. Kandang pengembang biakan khusus robo dan cambell bahan dari bekas tempat ice cream campi**.... Lihat click disini
sebagian aku memanfaatkan potongan² kaca bekas yg dapat kita peroleh dari toko² etalase,dari pada di buang sia² begitu dengan ijin pengusahanya aku pungut satu per satu, setelah dibentuk dan di lem pakai lem kaca suiit... suiitttttttt.........
Asik juga lo teman² semua kayak gini ini jadinya, click aja disini kandang kaca ini aku pergunakan untuk pembesaran anak²nya so teman² bisa lihat ada mainannya untuk merangsang pertumbuhan tubuhnya biar bongsor (*kalo orang gt kali yeee....)
2.Karena keterbatasan tempat maka aku susun seperti apart, hemmmm... cantik juga kan dilihat benar² sekelas apartment di bukit sentul (Wkwkwkkk...) nih disini apartmentanya click class standart
pada ngorok kan itu hamsterr heheheh artinya kandang yg kita buat nyaman dan enak (*bersih).... masih mau lihat sudut lain apartment hamsterku bisa di click disini
Yuk Ngintip penghuni Apartmentnya .....
Inilah penampakannya sang penghuninya klik disini berurutan ya dari atas ke bawah.
Penghuni Apartment Hamsterku no 2, Klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 3,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 4,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 5,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 6,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 7,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 8,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 9,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 10,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 11,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 12,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 13,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 14,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 15,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 16,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 17,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 18,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 19,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 20,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 21,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 22,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 23,klik disini
Mau nerusin dah gak kuat matanya sama pinggangnyaaa mana lemoot speedyyy..... kapan² dilanjut lagi capeeeee.....
Semoga membangkitkan semangat teman untuk beternak, Demikianlah sekilas tentang peternakankuu mau ada hujatan atau komen dipersilahkan ........
Kalo ada yang suka mau order langsung aja via sms bisa, mau yang sekeluarga sama anak-anaknya juga boleh ....
1. Kandang pengembang biakan khusus robo dan cambell bahan dari bekas tempat ice cream campi**.... Lihat click disini
sebagian aku memanfaatkan potongan² kaca bekas yg dapat kita peroleh dari toko² etalase,dari pada di buang sia² begitu dengan ijin pengusahanya aku pungut satu per satu, setelah dibentuk dan di lem pakai lem kaca suiit... suiitttttttt.........
Asik juga lo teman² semua kayak gini ini jadinya, click aja disini kandang kaca ini aku pergunakan untuk pembesaran anak²nya so teman² bisa lihat ada mainannya untuk merangsang pertumbuhan tubuhnya biar bongsor (*kalo orang gt kali yeee....)
2.Karena keterbatasan tempat maka aku susun seperti apart, hemmmm... cantik juga kan dilihat benar² sekelas apartment di bukit sentul (Wkwkwkkk...) nih disini apartmentanya click class standart
pada ngorok kan itu hamsterr heheheh artinya kandang yg kita buat nyaman dan enak (*bersih).... masih mau lihat sudut lain apartment hamsterku bisa di click disiniYuk Ngintip penghuni Apartmentnya .....
Inilah penampakannya sang penghuninya klik disini berurutan ya dari atas ke bawah.
Penghuni Apartment Hamsterku no 2, Klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 3,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 4,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 5,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 6,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 7,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 8,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 9,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 10,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 11,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 12,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 13,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 14,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 15,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 16,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 17,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 18,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 19,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 20,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 21,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 22,klik disini
Penghuni Apartment Hamsterku no 23,klik disini
Mau nerusin dah gak kuat matanya sama pinggangnyaaa mana lemoot speedyyy..... kapan² dilanjut lagi capeeeee.....Semoga membangkitkan semangat teman untuk beternak, Demikianlah sekilas tentang peternakankuu mau ada hujatan atau komen dipersilahkan ........
Kalo ada yang suka mau order langsung aja via sms bisa, mau yang sekeluarga sama anak-anaknya juga boleh ....
Langganan:
Postingan (Atom)