Jumat, 04 Mei 2012

Meraup Untung dari Gurihnya Bisnis Kerupuk Hasil Laut

Meraup Untung dari Gurihnya Bisnis Kerupuk Hasil Laut

Inovasi dan kreativitas menjadi salah satu kunci sukses dalam berbisnis. Hal ini telah dibuktikan oleh Anafiah Rahmawati, di mana berbekal inovasi dan kreativitas, hasil laut bisa diolah menjadi komoditas andalan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir Pantai Ken-jeran,Jawa Timur.

Kerupuk adalah lauk, itu dulu, namun sekarang, dengan sedikit inovasi dan kreativitas jenis kerupuk masa kini makin variatif dan fungsinya meluas sebagai camilan yang disukai tua-muda.

Tengok saja pada penyelenggaraan pameran Pasar

Indonesia Goes to Mall yang diselenggarakan Bank Mandiri di Mal Margocity, Depok, belum lama ini. Stan "Kerupuk Risma" termasuk yang paling ramai dikunjungi. Pengunjung umumnya penasaran dengan aneka camilan kriuk yang jarang ditemui di Depok atau Jakarta.

"Kami datangdari Ken jeran, Surabaya," ujar Anafiah Rahmawati, sang pemilik stan, ditemui SINDO di sela-sela kesibukannya meladeni pembeli.

Pesisir Pantai Kenjeran yang terletak di utara Surabaya memang sejak lama dikenal sebagai sentra produksi kerupuk olahan hasil laut. Salah satu desa pesisir Pantai Kenjeran yang layak dijuluki kampung kerupuk adalah Kelurahan Sukolilo, tempat tinggal Anafiah. "Dulunya yang memulai (pembuatan kerupuk) adalah para nelayan pesisir Kenjeran ini. Kalau kebetulan tangkapan ikan sedang sepi, mereka menganggur. Jadi mereka coba-coba membuat kerupuk supaya penghasilannya lebih baik," tuturnya.

Anafiah mewarisi usaha produksi dan berjualan kerupuk dari ayahandanya. Saat sang ayah merintis usaha pada 1995,produksi kerupuk olahan hasil laut jenisnya masih terbatas pada kerupuk ikan, ter-ipang, dan terung laut. Umumnya bahan baku kerupuk didapat dari hasil melaut nelayan setempatataunelayandiPulau Madura.

Seiring berjalannya waktu, Anafiah dan produsen kerupuk lainnya makin rajin berinovasi dengan mencoba menciptakan jenis kerupuk dan keripik baru. Setiap item hasil laut dioptimalkan pemanfaatannya. Misalnya dari jenis ikan, bisa tercipta kerupuk kulit ikan kakap, kulit ikan pari, hingga kerupuk lambung ikan. Dengan racikan bumbu tertentu, ikan asin juga disulap menjadi rempeyek renyah yang banyak disukai. "Kunci-nya berani mencoba. Kalau gagal tidakapa-apa,dicoba lagi terus, lama-lama makin maju," ucapnya.

Aneka kerang seperti kupang (sejenis kerang kecil) dan kerang bambu atau di Madura terkenal dengan sebutan lorjuk, setelah diolah ternyata juga bisa menjadi santapan lezat. Lorjuk yang telah digoreng hingga ke-cokelatan misalnya, rasanya gurih agak manis walaupun tanpa tambahan gula.

Lantaran susah dicari, lorjuk yang biasa hidup di pasir pantai atau tersembunyi di antara karang, umumnya berharga lebih mahal dibanding kupang. "Tapi sejauh ini yang paling mahal itu kerupuk ekor kerang,harganyaRp50.000per ons," sebut Anafi ah.

Menurut Anaf ian, hasil laut yang telah diolah menjadi kerupuk harga jualnya memang jauh lebih tinggi dibanding mentahnya. Dia mencontohkan teripang yang masih basah (mentah) harganya hanya Rpl.500 per kilogram, padahalsetelah menjadi kerupuk harga jualnya saat ini mencapai Rpl60.000 per kilogram. Selain badan teripang, telurnya pun masih bisa diolah menjadi kerupuk.

Anafiah tentu tak sendirian memproduksi aneka kerupuk olahan hasil laut. Dia dibantu 15 karyawan yang mengerjakan proses produksi secara berantai. Mulai mengumpulkan bahan baku dari nelayan, membersihkan, menjemur, hingga menggoreng. Sebagai contoh, untuk membuat kerupuk teripang, karyawan yang bertugas menggoreng dengan pasir di-bedakan dengan karyawan yang menggoreng dengan minyak. "Teripang yang setengah matang atau baru digoreng pasir bisa disimpan sebagai stoksampai setan unlebih.Tapi kalau sudah digoreng minyak, paling tahan sekitar sebulan," ungkap.

Saat ini toko"Krupuk Risma" milik Anafiah yang beralamat-kan di ruko Jalan Sukolilo Sukorejo 4, Surabaya, menjual lebih dari 30 jenis kerupuk dan keripik. Sebut saja kerupuk kupang, timun laut, teripang, teripang telur.gerinting udang, kentang udang mini, blinjoudang, kerang lorjuk, kancur (ekor kerang), kulit ikan pari, kulit tengiri, kulit kakap, lambung ikan. Ada pula produk non hasil laut seperti keripik gayam, kerupuk rambak sapi, belut merah, dan cakar ayam. "Makin banyak pilihan, orang makin senang, pembeli juga tambah banyak," ujarnya.

Dari sekian banyak produk, ungkap Anafiah, salah satu produk kerupuk yang menjadi favorit adalah kentang udang mini yang dibanderol Rp5.000 per ons. Bahan baku kentang udang didatangkan Anafiah dari Malang untuk kemudiandibumbui rempah sehingga rasanya lebih enak. Pembelinya tak hanya. masyarakat umum melainkan reseller dari Batam yang memesan kentang udang hingga 20 ton per bulan. "Selain Batam, kerupuk kulit kakap kami juga pernah dikirim ke Papua," ucapnya.

Dengan pemasaran yang masih konvensional, yakni dari mulut ke mulut, Anafiah bisa menjual sampai 1 kuintal lebih kerupuk dan keripik per bulan. Jika mengikuti pameran, omzet yang diperolehnya melonjak dan yang pasti produknya menjadi lebih dikenal luas.

Oleh karena itu, Anafiah merasa beruntung diikutkan dalam ajang pameran yang diselenggarakan Bank Mandiri. Anafiah menuturkan, sejak 2009 " Krupuk Risma" memang telah menjadi Mitra Binaan Bank Mandiri. Saat itu, dia berkesempatan memperoleh pinjaman Program Kemitraan yang dimanfaatkan untuk menambah modal usahanya. "Harapan saya, selain usaha ini bisa lebih maju dan berkembang, juga bisa lebih dikenal masyarakat melalui dukungan pameran dari Bank Mandiri," ucapnya.

Kendati produsen dan penjual kerupuk olahan hasil laut di kampungnya saat ini semakin bertambah, Anafiah tidak takut tersaingi. Dia justru senang karena produk kerupuk Kenjeran menjadi salah satu oleh-oleh khas Surabaya. Agar lebih menarik, beberapa produk "Krupuk Risma" dikemas apik dalam kantong aluminium foil. "Toko kerupuk di Kenjeran itu berderet-deret. Tapi, saya lebih suka banyak pesaing, jadi orang bisa memilih. Lebih banyak pesaing lebih enak," katanya.
 
 
Sumber: Harian Seputar Indonesia 9 Maret 2012, Hal 1

Budidaya Belut | Peluang-Peluang Usaha yang sangat di harapkan

Dalam Melakukan usaha budidaya belut sangat membutuhkan dan membuka peluang-peluang usaha baru yang lain dan sangat membutuhkan dukungan-dukunngan dari pihak-pihak terkait demi kelancaran dalam pelaksanaan usaha budidaya belut, antara lain:
  • Dibuatnya "PROBIOTIK" khusus belut untuk efisiensi pakan dan probiotik untuk menekan amoniak dalam media budidaya.
  • Dibuatnya "PABRIK PELET" khusus pakan belut yang murah dan berprotein tinggi serta bebas dari bakteri paktogen (Typus dan Coli).
  • Dibutuhkannya "PUPUK ORGANIK" yang bisa menumbuhkan dan melipatgandakan jumlah cacing lor sawah yang ada di media lumpur budidaya dan penumbuh hewan-hewan remi (zooplankton) serta tumbuhan remik (phytoplankton) di media air bersih.
  • Terbentuknya "PENYULUH PERIKANAN" (PPL) khusus budidaya belut baik dari pemerintah maupun swasta sebagai pendamping petani dalam melaksanakan budidaya.
  • Pabrik "ABON BELUT" skala rumah tangga.
  • Pabrik "DENDENG BELUT" skala rumah tangga.
  • Pabrik "KRUPUK BELUT" skala rumah tangga.
  • Budidaya cacing "Lumbricus Rullebusatau Lumbricus Perretyma" sebagai rekanan atau pemasok bibit cacing kepada petani belut.
  • Pemancingan "KHUSUS" belut termasuk restorannya yang menyajikan menu aneka masakan belut.


    Latar Belakang usaha


    Budidaya belut secara intensif belum banyak dikembangkan di Tanah Air. Artinya, ini peluang emas sebagai sebuah lahan bisnis, mengingat permintaan di pasaran, baik terhadap produk segar maupun olahan belut terbilang tinggi. Namun, ironisnya, banyak petani yang mengalami kegagalan, bahkan akhirnya banting setir ke komoditas pertanian yang lain. Budidaya belut dituding sebagai sumber kegagalan budidaya, bahkan sampai saatinipun masih banyak pihak-pihak tertentu yang masih belum percaya dengan "budidaya belut" dengan menggunakan kolam buatan, namun dalam kenyataan sudah terbukti budidaya belut menggunakan kolam buatan sudah banyak yang berhasil baik menggunakan media lumpur maupun media air bersih.
    Seperti yang pernah di sampaikan rekan saya, "Bpk Budy. Kuncoro. SPi (semarang)" di Koran suara merdeka , di Halaman Surat Pembaca:
    Sampai saat ini Dinas Perikanan tidak mau mengeluarkan SOP (Standart Operasional Prosedur) dan juga tidak mau mengeluarkan Surat Pelarangan Budidaya Belut. apabila Budidaya Belut memang “merugi” apabila dibudidayakan. Padahal disana Gudangnya orang orang pandai di Bidang Perikanan bahkan sudah banyak yang menyandang Gelar S2. Kalau kita ajak Riset bersama untuk Penelitian Jangka Panjang yang kalau berhasil bisa untuk membantu petani Belut, mereka menolaknya. jawabannya Klise, mas Program tahun ini sudah di “GedoG” bukan untuk belut, tapi untuk ikan ini-itu. Jadi selama 1 tahun petani belut kita “Pusing” menantinya, dan belum tentu tahun depannya bakal untuk belut.
    Kalau Begini terus , kapan kita bisa Maju seperti negara THAILAND yang Pemerintahnya begitu getol memperhatikan dan membantu petaninya. Kalu cuma tanya “MANA PETANI YANG SUDAH BERHASIL ??” Itu adalah Pertanyaan “aneh” !! , justru yang penting adalah : Ayoo….kita bersama – sama dengan penuh semangat meneliti belut , membantu petani sampai ditemukan Metode yang kita nilai berhasil secara Perhitungan Analisa Usaha….dan jangan sampai malah Petani yang menemukan Metodenya…….Kalau kita melarang mereka jangan Budidaya Belut dan ternyata nantinya Mereka Berhasil, …ya….kita sangat malu sebagai orang Perikanan yang menyandang Gelar Sarjana dan mereka…..cuma “kebanyakan” lulusan SD….Lho Kok lebih pandai mereka ya !!!
    Di ambil dari berbagai sumber

    Kamis, 03 Mei 2012

    Budidaya Belut Di Air Bersih

    Tekhnik Terbaru, "Budidaya Belut Di Air Bersih". Belut bisa hidup dan bisa dibesarkan di air Bersih (air bening) tanpa lumpur, ini adalah hal yang sangat luar biasa, ini bener-bener ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita khususnya para pembudidaya belut, sehingga kita bisa lebih effisien dalam melakukan usaha ini. Dengan adanya tehnik terbaru ini sehingga para pembudidaya belut sudah tidak pusing-pusing mencari "debog pisang, jerami, lumpur dan lain-lain, kita sudah tidak repot lagi untuk melakukan bokasi dan menfermentasikan-nya sebagai media Lumpur.
    Ini bukan penampungan dan bukan hasil rekayasa tetapi bener-bener hasil budidaya. Tempat hidup alami belut (Monopterus albus) yang tinggal di dalam lumpur yang berair. Banyak orang, baik penelitian atau usaha, yang sudah mencoba membikin lumpur untuk Beternak belut atau budidaya. Mungkin beberapa yang berhasil meskipun kebanyakan yang lainnya masih bergelut dengan ‘teknologi doa’ untuk panen. karena hidup di dalam lumpur, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memastikan jumlah serta perkembangan belut selama masa pemeliharaan. sehingga, sangat layak bila kemudian mencoba berinovasi: "Budidaya Belut Di Air Bersih (air bening) tanpa lumpur"

    Dalam hipotesis: mungkin belut bisa hidup dan dibesarkan pada air bersih tapi tetap harus menggunakan lumpur untuk reproduksi alami.
    Secara tehnis: sejauh kebiasaan makan bisa diadaptasikan dan kebutuhan pakan bisa disuplay secara terkontrol, seharusnya pembesaran belut di air bersih dapat dilakukan. hanya saja, kontrol terhadap kemungkinan serangan penyakit akibat proses adaptasi harus benar-benar diamati dan dijaga.

    Keuntungan: dengan pembesaran belut pada air bersih, jumlah (yang berkaitan dengan kelangsungan hidup) dan pertumbuhan (yang berhubungan dengan penambahan bobot) dapat selalu terkontrol sehingga target produksi bisa lebih ter-realistis dan untuk jumlah penebaran bibit belut di air bersih bisa lebih besar (bisa 10 bahkan sampai 30 kali lipat dibanding dengan penebaran benih di media lumpur).

    Walau masih banyak orang yang tidak/belum percaya dengan adanya Ilmu terbaru ini (belut bisa hidup dan bisa dibesarkan di 100% air bersih (air bening) tanpa lumpur, mungkin karena mereka belum pernah melihat dan belum pernah mencobanya karena belum tahu tehnik-tehnik dalam melakukan Budidaya Belut Di Air Bersih.


    Sekilas Tentang Belut

    Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular memiliki bentuk tubuh memanjang, tidak bersirip dan tidak bersisik, serta memiliki lapisan lendir di sekujur tubuhnya yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diberikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).
    Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tubuh licin berlendir, tidak bersisik, dapat bernafas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik, bermata kecil.
    Ukuran tubuh belut bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah Monopterus albus sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).
    Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur (tempat persembunyian). Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil dan juga ada yang bersifat kanibalisme.
    Spesies belut mempunyai nilai pemakan yang tinggi. Khasiatnya dikatakan setanding dengan ikan tengiri dan selar, mengandungi 18.6 % protein dan 15 % lemak. Belut juga kaya dengan lemak, kalsium, vitamin B, Vitamin D dan zat besi. Tidak heranlah banyak yang percaya belut boleh membantu mengobati penyakit seperti sakit pinggang, lelah, darah tinggi, lemah tenaga batin dan penyembuhan luka pembedahan. Spesies ikan ini jika dikonsumsi secara rutin miniman 100 gram/hari dikatakan boleh menguatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghaluskan kulit, mencegah penyakit mata, menguatkan daya ingatan dan membantu mencegah hepatitis, Selain itu, belut juga terbukti mampu membantu kelancaran produksi air susu ibu ( ASI ) jika ibu mengkonsumsi sejak kandungan berusia 3 bulan hingga bayi berusia 6 bulan *). Beberapa sinshe mengatakan bahwa belut membantu perkembangan otak dan fisik anak serta remaja. Berbagai penelitian ilmiah pun telah membuktikan bahwa kandungan gizi belut tidak kalah dengan kandungan gizi ikan lainnya. di ambil dari http://informasi-budidaya.blogspot.com dan berbagai sumber

    Rabu, 02 Mei 2012

    Anakan Arwana



    Anakan Arwana 

    Anak Arwana Silver Ukuran  5 - 7 cm
    Selepas Habis Kuning Telur





    Jenis-Jenis Ikan Arowana

    Arowana adalah salah satu ikan hias air tawar yang banyak di gemari oleh para hobi di indonesia. Arowana ada beberapa jenis menurut daerah penyebarannya yaitu :

    1. Arowana Asia (Scleropages formosus)
    2. Arowana Irian (Scleropages jardinii)
    3. Arowana Australia (Scleropages leichardti)
    4. Arowana Silver (Osteoglossum bicirrhosum)
    5. Arowana Hitam (Osteoglossum ferreirai)


    SUPER RED AROWANA


    Arowana jenis ini berasal dari Indonesia, tepatnya di pulau Kalimantan bagian barat di sungai kapuas dan danau sentarum. Arowana jenis ini pada dasarnya terbagi lagi menjadi beberapa varietas berdasarkan warna, yaitu warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red).
    Arowana jenis ini sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut sejak kecil yang kemudian akan muncul juga di bagian pipi dan pinggir insang. Ring akan mulai terlihat sejak mencapai ukuran 25 cm, namun belum mengeluarkan warna merah. Warna merah pada badan akan mulai keluar saat ikan berumur kurang lebih 3-4 tahun.
    Namun para hobbies sering kali menggunakan trik-trik untuk membantu mempercepat perkembangan warna, seperti tanning, pemberian pakan yang bagus untuk perkembangan warna, atau dengan menempatkan ikan di kolam yang terkena sinar matahari langsung.

    Adapun yaitu purple red adalah tipe super red yang langka. Warna badannya merah dengan bagian tengah sisik berwarna biru atau ungu tua.

    CROSS BACK GOLDEN (X BACK GOLDEN)



    Varietas cross back golden / x back golden ini berasal dari Malaysia, seperti di daerah Perak, Johor, Bukit Merah dan Trengganu. Golden cross back / x back merupakan salah satu dari varietas arowana golden.

    Arowana ini di sebut cross back / x back karena pada saat dewasa ring pada sisik bisa sampai melewati punggung. Warna emas yang dimiliki arowana varietas ini cenderung lebih terang/ mengkilap. Golden cross back sedikit susah untuk di dapatkan, sehingga harganya pun lebih mahal dari varietas lainnya seperti Super Red.
    Yang unik dari varietas ini adalah warna dasarnya yang beragam, mulai dari blue base, purple base, silver base dan gold base. Khusus untuk jenis yang memiliki warna gold base, lebih cepat mencapai warna yang penuh (umur muda).


    RED TAIL GOLDEN AROWANA (RTG)

    Red tail golden (RTG) adalah salah satu varietas golden yang berasal dari Indonesia, khususnya Pekan baru - Sumatera. RTG sifatnya lebih agresif dari X Back. Seperti halnya X Back, RTG juga memiliki keragaman warna dasar/base color seperti, blue base, green base dan gold base. RTG dapat tumbuh lebih besar dari pada X Back.

    Kekurangan dari RTG adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).

    BANJAR RED AROWANA
    Jenis ini sering kali dianggap sebagai varietas arowana merah kelas dua. Walau begitu, jenis ini tetap memiliki ciri & khasnya sendiri. Sehingga para hobbies masih tetap memburu arowana jenis ini sebagai koleksi. Warna sisiknya yang memiliki warna dasar kehijauan & membentuk seperti tapal kuda dan sedikit merah muda di usia dewasa membuat arowana jenis ini cukup unik.

    Banjar red di usia mudanya, ukuran 10-15 cm terlihat sangat mirip dengan arowana super red. Dari warna ekor dan sirip yang kemerahan, begitu juga dengan dayung hampir sama dengan arowana super red. Namun setelah mencapai ukuran 15-20 cm pada umumnya warnanya mulai berubah. Ekor mulai terlihat oranye.
    Banjar red tidak memiliki ring pada umumnya, sama halnya dengan green arowana. Harga dari banjar red pun lebih mahal dari green arowana (pino).


    GREEN AROWANA (PINO)

    Di sebut green arowana karena jenis ini memiliki warna dasar hijau. Meski pun tidak memiliki ring (warna mengkilap di pinggir sisik) seperti saudaranya super red, RTG / X Back, green arowana juga memiliki keindahan tersendiri.

    Varietas ini bisa ditemukan di Malaysia, Kamboja, Thailand, Indonesia & Myanmar. Green arowana biasa dikalangan hobbies di sebut arowana pino.

    JARDINI AROWANA (IRIAN)


    Warna yang dimiliki varietas arowana ini cukup unik. Warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kunign ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut.
    Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian. Maka dari itu jenis ini juga terkadang disebut arowana Irian oleh para hobbies.

    Jardini arowana sebenarnya ada dua jenis warna, yaitu warna dasar lebih gelap dan yang lebih terang. Yang memiliki warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.


    SILVER AROWANA (BRAZIL)



    Arowana Brazil atau biasa disebut Arowana Silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang.
    Arowana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arowana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini.
    Namun jika arowana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang.Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya).



    BLACK AROWANA

    Varietas ini juga berasal dari Amerika Selatan dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan silver arowana, namun pada bagian sirip sampai ekor memiliki warna hitam. Konon warna hitam tersebut lambat laun akan memudar saat arowana mulai dewasa.

    SeMoGa BerManFaat UntuK KaLiaN ^^By : L!AN - BaNdA-AceH

    pemeliharaan ikan arwana

    Ikan Arwana

    Pemeliharaan ikan

    Arwana merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling disenangi oleh banyak orang karena jenis ikan ini mempunyai keindahan warna dan bentuk tubuh.

    pemeliharaan arwana dapat dilakukan di akuarium atau bak.

    Peralatan yang diperlukan untuk memelihara arwana diantaranya yaitu :
    - akuarium
    - pompa air
    - Aerator
    - heater
    - selang
    - ember

    Akuarium
    Ukuran Akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan arwana yaitu biasanya panjang 1,4 x 0,4 x 0,4 m

    Pompa Air
    Pompa air digunakan untuk mensuplai oksigen ke dalam akuarium. oksigen digunakan oleh ikan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan.

    Aerator
    Aerator digunakan untuk mensuplai oksigen ke dalam akuarium. oksigen digunakan oleh ikan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan.

    Heater
    Heater / pemanas air digunakan untuk menstabilkan suhu air pada akuarium agar suhu air tidak berfluktuasi tinggi. bila suhu air dalam akuarium dipertahankan optimal maka kesehatan dan pertumnbuhan ikan menjadi baik.

    selang

    selang digunakan untuk menguras air akuarium agar kualitas air tetap terjaga baik, kotoran-kotoran yang ada pada akuariumn akan bersih.

    ember
    Ember digunakan untuk menampung air akuarium ketika air akuarium dikuras.

    Selasa, 01 Mei 2012

    Cara Merawat Ikan Arowana

    Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk di sekitar perawatan. Harapannya, agar arwana dalam akuarium bisa tampil anggun dan asri. Lantas apa yang harus dilakukan?

    Perhatikan peralatan aquarium

    Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.

    Aerator

    Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.

    Heater & Thermometer

    Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.

    Filter

    Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.

    Lampu TL

    Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.

    Rajin melakukan perawatan akuarium

    Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab déngan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.

    Pemberian makanan

    Menu utama arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.

    Pengontrolan & pergantian air

    Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan pH air.Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat Celcius. Andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. Andaikata pH terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan Malachite green, dengan frekuensi 3 minggu sekali.
    Dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. Namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.

    Penataan interior akuarium

    Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. Ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.

    Tanaman air

    Mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan sebagainya.

    Pasir batuan

    Pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. Sebaiknya digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. Di samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. Ukuran batu ideal berdia meter 3 mm. Batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam namun tetap indah.