Tampilkan postingan dengan label Ayam Petarung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Petarung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

Perawatan Ayam Bangkok Pasca Diadu

Perawatan Ayam Bangkok Pasca Diadu
Perawatan Ayam Bangkok Pasca Diadu

Ayam Bangkok Gombong - Perawatan Ayam Bangkok Pasca Diadu. Perawatan ayam setelah ditarungkan merupakan faktor penting yang menentukan karir ayam anda dalam bertarung menghadapi lawan berikutnya. Hal ini terkadang disepelekan oleh penggemar ayam bangkok. Ayam akan mengalami kelelahan yang luar biasa setelah bertarung dalam waktu yang cukup lama, atau bertarung dengan musuh yang sama kuatnya. Ada berapa tahap dalam perawatan pasca pertarungan:

1. Perawatan Langsung Setelah Ayam Bangkok Diadu
Teteskan langsung cairan antibiotika pada luka. Pemberian obat luka seperti larutan yodium, yang membakar kulit akan meninggalkan keropeng yang membutuhkan waktu untuk rontok atau mengelupas. Suntikkan antibiotik tadi pada badan ayam bangkok dan teteskan juga pada luka di badan si ayam akibat jalu lawannya. Hentikan segera pendarahan, biasanya bebotoh menggunakan bubuk kopi, kalau terjadi pendarahan hebat, usahakan dijahit. Teteskan juga cairan antibiotik pada luka yang dijahit. Bila paruh terlepas, usahakan pasang kembali dengan cara mengikat paruh dengan benang ke jengger, bila paruh lepas tanpa pelindung, akan mengakibatkan cacat setelah sembuh, sehingga ayam akan kesulitan mematuk. Berikan gula merah setelah bertarung untuk digunakan sebagai sumber karbohidrat yang mudah diserap si ayam. Setelah dibawa pulang, tempatkan agak menyendiri, jangan terlalu dekat dengan ayam jago lain. Setelah mau makan, anda bisa kumpulkan dengan ayam betina, untuk memperbaiki sifat pemimpin ayam (LEADER OF THE PECK). Ayam umumnya adalah unggas yang hidup berkelompok dan yang terkuat jadi pemimpin, yang menguasai seluruh babon. Untuk menjaga naluri si ayam, sesekali dikawinkan. Pada umumnya ayam bangkok yang mengalami kekurangan gizi, kondisi lemah mempunyai nafsu kawin yg rendah.

2. Sehari Setelah Ayam Bangkok Diadu
Umumnya ayam tidak mau makan setelah mengalami kelelahan yang sangat, berikan larutan gula, sedikit susu cair dan vitamin mineral dengan cara pemberian langsung ke dalam tembolok dengan menggunakan alat spet yang ujungnya diberi selang kecil. Bila ayam tidak mau makan, jangan dipaksa dengan meloloh pada hari 1 s/d hari ke-3. Pada tahap ini usahakan pemberian karbohidrat dan protein yang mudah diserap ayam, karena proses pencernaan belum berfungsi sempurna. Hari ke-4 boleh diberikan sedikit voer yang dicampur susu cair. Bila nafsu makan ayam bangkok belum ada, jangan memaksa diloloh, karena pencernaan masih terganggu. Bila terlanjur diloloh dan tembolok tidak turun, maka dapat diberikan enzim pembantu pencernaan, seperti ENZYMFORT atau PANKREOFLAT, sehari 2 sampai 3 kali. Sekali-kali jangan diberikan makanan keras, berikan gula merah dan susu serta vitamin mineral. Sediakan selalu air minum dalam kurungan.

3. Latihan Ayam Bangkok Setelah Sembuh
Minimal 2 minggu setelah bertarung, anda boleh melatih lagi ayam jika menang dalam waktu singkat. Lakukan sparring ringan dengan waktu 10 menitan saja. Usahakan ayam bangkok beristirahat cukup, jangan terburu nafsu untuk menarungkan si ayam. Bila kondisi belum pulih sempurna, akan mempengaruhi mental si ayam. Ayam bisa lari sendiri ketika bertarung walaupun si lawan sudah tidak bisa menyerang/tak ada perlawanan. Hal ini terjadi bukan karena mental ayam yang jelek tetapi faktor stamina ayam yang masih down.

Sabtu, 11 Februari 2012

Ciri - Ciri Karakter Ayam Bangkok Berdasarkan Penampilan Fisik

Ciri - Ciri Karakter Ayam Bangkok Berdasarkan  Penampilan Fisik
Ciri - Ciri Karakter Ayam Bangkok Berdasarkan Penampilan Fisik

Ayam Bangkok Gombong - Ciri - ciri karakter Ayam Bangkok berdasarkan penampilan fisik. Bagi para pemain senior dan berpengalaman, penampilan fisik seekor ayam bangkok dipercaya bisa menggambarkan ciri-ciri karakternya. Meskipun ini tidak menjamin 100%, tapi akan sangat berguna sebagai bahan referensi bila kita mencari 'gandengan' di arena. Tulisan ini berdasar pengalaman dan informasi botoh-botoh senior dilapangan. Mohon maaf bila ada kesalahan.

Jengger
* Jengger yang besar menandakan tipe teknik ayam bangkok yang lebih kalem.
* Jengger kecil menunjukan teknik yang lebih gesit.

Kulit muka
* Kulit muka tebal berkerut-kerut menandakan tekniknya yang kalem dan lebih tahan menerima pukulan.
* Kulit muka yang tipis menandakan ayam gesit namun lebih rentan menerima pukulan.

Bentuk kepala
* Bentuk kepala yang besar menandakan "ayam bodoh".
* Bentuk kepala yang lebih kecil seperti pinang biasanya ayam lebih cerdik.

Leher
* Tulang leher yang besar mencirikan ayam bukan tipe peluk. Cenderung menoton dalam teknik tarungnya.
* Leher yang lebih kecil menandakan pergerakan leher dan kepala lebih luwes dan kemungkinan memiliki kuncian yang baik.

Badan
* Bentuk badan yang tegap lebih dari 45 derajat menandakan tipe teknik bermain di atas.
* Badan yang sedikit membungkuk kurang atau sama dengan 45 derajat menandakan ayam lebih banyak bermain di bawah.

Tulang dada
* Tulang dada panjang menandakan ayam memiliki daya tahan pukul yang baik, pukulan keras, tapi kurang lihai memukul rapat.
* Tulang dada pendek memiliki pukulan yang lengkap dan akurat tapi kurang kuat menahan pukulan lawan.

Ekor
* Ekor yang panjang mencirikan teknik yang kalem.
* Ekor yang pendek menandakan teknik dan pukulan yang lebih cepat dan gesit.

Paha
* Jarak kedua paha yang lebar (sama dengan atau lebih besar dari telapak tangan yang dimasukan diantaranya) menandakan pukulan yang keras. Terlalu lebar jalu kurang galak.
* Jarak kedua paha yang lebih rapat menandakan pukulan yang cepat (gancang). Terlalu sempit pukulan tidak sakit.
* Paha yang berbentuk seperti paha belalang memiliki kekuatan dan konsistensi pukulan yang baik.
* Paha yang seperti "paha ayam goreng" pukulan akan "tirus" (semakin lama semakin berkurang bobotnya).

Contoh kasus :
1. Ayam musuh berjengger kecil, kulit muka tipis, leher rotan (kecil), badan 45 derajat, ekor agak pendek. Kemungkinan besar tekniknya gesit cenderung dibawah, pukulan cepat, memiliki kemampuan mengunci, tapi agak kurang tahan dipukul.
2. Ayam dengan jengger besar, kepala pinang, leher rotan, kulit muka tebal, badan tegap dengan buntut panjang. Kemungkinan besar teknik kontrol yang sulit diturunkan, memiliki kemampuan ngunci, dan pukulan yang keras akurat.
3. Ayam dengan kepala besar, muka tebal, jengger besar, leher besar, badan tidak tegap, ekor agak pendek. Kemungkinan main di bawah dengan lambat (ngoyor), tapi punya daya tahan pukul yang bagus.

Silakan dianalisa dari berbagai kombinasi diatas. Untuk kualitas pukulan, saran saya, semua ayam harus dianggap memiliki pukul yang bagus saja. Jadi kita jangan terlalu meremehkan pukulan lawan.

Aplikasi di lapangan :
* Bila ayam kita bertipe kontrol cenderung main diatas, maka "gandengan" bisa dicarikan ayam tipe kasus no. 3 atau 1.
* Bila bertemu ayam dengan tipe kasus no. 2, maka ayam kita kemungkinan besar akan saling jual beli pukulan. Resiko cacat dan memperkecil peluang menang.

Atas kekurangan dan ketidak akuratan perkiraan, mohon dimaafkan....