Tampilkan postingan dengan label Hamster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamster. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Cara membedakan hamster dan tikus

Banyak yang belum mengetahui perbedaan hamster dan tikus, sehingga banyak di pasaran dan pedagang kaki lima yang sebenarnya menjual tikus.

Perlu diketahui bahwa warna putih pada bulu dan kulit bukan berarti itu adalah hamster. Tikus putih juga memiliki warna dan kulit seperti itu.


Yuk kita bedakan tikus dan hamster.

Ciri ciri umum tikus :
- Lebih aktif bergerak ( Energi banyak )
- Ekornya lebih panjang
- Badannya lebih panjang
- Kurus
- Tidak teritorial, artinya tikus mampu dan mau berbagi daerahnya sehingga jarang terjadi perkelahian bila ditempatkan satu kandang



Ciri ciri umum hamster :
- Tidak aktif bergerak ( Pemalas )
- Ekornya lebih pendek
- Badannya lebih kecil dan pendek
- Gemuk
- Teritorial, artinya hamster tidak suka berbagi daerah dengan hamster atau hewan lainnya, sehingga sering terjadi perkelahian bila ditempatkan dalam satu kandang.

Selasa, 21 Februari 2012

Hamster Syrian

Hamster Syrian
Jika pada postingan sebelumnya saya membahas Jenis Hamster Di Indonesia yang kerap kali dijadikan hewan peliharaan, berikut ini postingan yang membahas tentang hamster secara lebih terincih.

Hamster Syrian Ditemukan pertama kali pada thn 1930 oleh I.aharoni. Seorang Profesor Zoologi Universitas Habrew, Yerusalem. Hamster ini pertama kali ditemukan dalam sebuah lubang sepanjang delapan kaki di daerah Padang Pasir Aleppo,Siria. Oleh sebab itu hamster ini dikenal dengan nama hamster siria (syrian hamster). Umur bisa sampai 2 – 2,5 thn, bila dirawat dengan baik. Panjang bisa mencapai 15 – 20 cm bila sudah dewasa.

Hamster Syrian yang biasa tinggal sendirian di alam bebas dan sama saja ketika berada di penangkaran. Hamster Syrian dapat menjadi agresif dengan satu sama lain dan dapat menyakiti satu sama lain. Jangan penah menempatkan hamster Syrian dalam pasangan atau berkelompok terus menerus. Hamster Syrian paling sering ditemukan di toko-toko hewan peliharaan. Hamster Syrian yang kadang-kadang disebut sebagai 'Golden Hamster' karena warna bulu aslinya emas meskipun saat ini ada banyak warna yang berbeda dan bermutasi menjadi seperti mantel. Hal ini juga kadang - kadang disebut sebagai Hamster Syrian biasa (Short Haired) Hamster Syrian Long Haired yang kadang - kadang disebut juga sebagai 'Teddy Bear Hamster'. Hamster Syrian wanita lebih besar dari Hamster Syrian laki-laki.

Macam-Macam Hamster Syrian;
  • Short Hair
  • Long Hair
  • Rex
  • Satin
Kelebihan Hamster Syrian;
  • Hamster ini besar dan gerakannya relatif lambat dibanding jenis hamster yang lain sehingga sangat cocok bagi anak-anak.
  • Mudah dipegang dan mudah dijinakkan.
  • Hamster Syrian juga memiliki banyak variasi warna, mulai dari yang polos sampai yang memiliki berbagai corak.
  • Kelebihan lainnya adalah hamster Syrian adalah satu-satunya jenis hamster yang memiliki jenis bulu panjang.
  • Hamster Syrian bersifat soliter (penyendiri), jadi bagi orang yang hanya ingin memelihara satu ekor hamster saja, dapat memelihara Syrian tanpa takut merasa hamster itu akan kesepian tanpa teman hamster lainnya.
Dan untuk Kekurangan Hamster Syrian;
  • Hamster ini kurang populer lagi sekarang di Indonesia, walaupun di luar negeri hamster jenis ini masih sangat populer karena sebagian besar show hamster adalah untuk memperlombakan jenis ini.
  • Kekurangan lainnya adalah pengeluaran uang yang lebih besar untuk makanan, kandang dan serbuk kayu, tentu saja karena ukuran tubuh yang besar memerlukan segala sesuatu dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Selain itu hamster syrian yang kita temui di Indonesia saat ini sudah banyak mengalami penurunan kualitas akibat diternakkan secara massal tanpa memperhatikan masalah gizinya.

Kamis, 16 Februari 2012

Waspadai Hewan Peliharaan

Anda penggemar atau penghobi hewan peliharaan? Waspadalah karena hewan kesayangan Anda mungkin saja dapat mengakibatkan penyakit bagi Anda sebagai pemilik dan lingkungan terdekat anda seperti keluarga, tetangga dll. Hal ini dinyatakan oleh American Academy of Pediatrics baru-baru ini. Berikut adalah jenis hewan peliharaan yang harus diwaspadai:

Hewan Jenis Reptil
Seperti kura-kura kecil, hewan ini telah dilarang untuk diperdagangkan di toko hewan peliharaan beberapa dekade lalu, karena menjadi media salmonella. Salmonella merupakan mikroorganisme penyebab penyakit pada usus, dan dapat mematikan pada anak-anak. Reptil jenis lain, seperti iguana, kadal, dan ular juga mengandung kuman salmonella.
 
Hamster

Hamster hewan pengerat yang kerap menjadi hewan peliharaan ini memang menggemaskan, tapi perlu diwaspadai karena hamster membawa salmonella. Selain itu, hamster juga membawa virus penyebab radang otak, yang dapat menyebabkan kerusakan syaraf permanen.
 
Landak Mini
Landak juga membawa kuman salmonella, serta rabies. Selain itu duri-duri tajamnya dapat membahayakan, dan dicurigai mampu menularkan penyakit infeksi jamur kulit.

Monyet dan Primata lainnya
Monyet jenis macaque menularkan virus herpes B, yang menyebabkan radang selaput otak (meningitis) yang fatal pada manusia. Selain itu, monyet juga menularkan tuberculosis.
 
Ayam dan Unggas lainnya
Juga membawa kuman salmonella.

Musang
Berbahaya karena dapat menyerang anak-anak. Dilaporkan terjadinya serangan yang menyebabkan putusnya telinga dan hidung anak-anak akibat serangan musang.

African Gambian Rat (Tikus Afrika)
Menyebarkan monkeypox, sejenis cacar.

Rakun, Kucing Besar, dan binatang buas lainnya
Sangat berbahaya bila dibiarkan bersama anak-anak.

"Meskipun dekat dengan hewan peliharaan adalah sesuatu yang baik untuk anak-anak, namun patut diwaspadai risiko yang mungkin terjadi", kata Joseph Bocchini, ketua jurusan pediatric pada Louisiana State University Health Sciences Center di Shreveport. Dia juga menyatakan bahwa hewan yang umum dipelihara seperti anjing, kucing, dan ikan juga harus diwaspadai. Anjing dan kucing dapat menyebarkan beberapa penyakit seperti toksoplasmosis, penyakit pada usus, serta demam akibat cakaran. Ikan dapat menyebabkan infeksi mycobacteria penyebab penyakit pada paru-paru, kusta, serta berbagai infeksi kulit lain.

Tentu saja Anda tidak harus berhenti memelihara hewan kesayangan Anda, yang harus Anda lakukan adalah berhati-hati dan menjaga kebersihan setiap selesai memegang hewan tersebut. "Kesehatan hewan peliharaan harus selalu diperhatikan, juga patuhi jadwal imunisasi yang ada", imbuh Joseph Bocchini.

Jadi bermainlah dengan hewan kesayangan Anda, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya serta rutin untuk melakukan imunisasi dan selalu menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan kesayangan anda.