Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Ide Bisnis | Budidaya Belut Super

Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan belut. Hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk seperti ular ini digemari karena rasa dagingnya yang gurih. Belut boleh dibilang aman dikonsumsi oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Daging belut juga dipercaya dapat menambah vitalitas tubuh manusia.

Selain di rawa-rawa, hewan air ini banyak ditemukan di sawah atau kali (sungai). Lantaran peminatnya cukup banyak, pasokan belut tidak cukup mengandalkan dari tangkapan alam. Makanya, belakangan banyak orang tertarik budidaya belut.
Salah satu varian belut yang mulai banyak dibudidayakan adalah jenis belut super. Berbeda dengan belut pada umumnya, belut super memiliki ukuran lebih besar. Ukuran lingkar tubuhnya mencapai 6,5 cm dengan panjang sekitar 50 cm.
Herman Susilo, salah seorang pembudidaya belut super asal Malang, Jawa Timur, menyatakan, bobot tiga ekor belut super bisa mencapai 1 kg. Belut ukuran jumbo ini banyak dicari pengusaha restoran dan makanan ringan. "Kalau tidak budidaya, susah dapat belut super ini, padahal, pasarnya lebih menjanjikan," kata Herman.
Saat ini, Herman memiliki lima kolam lumpur tempat budidaya belut super. Setiap kolam berukuran sekitar 2x5 meter. Dengan pemberian pakan rutin, Herman bisa memanen belut setiap tiga atau empat bulan sekali. Jadi dalam setahun bisa empat kali panen.
Saat panen, setiap kolam bisa menghasilkan 250 kg belut super. Harga setiap kilonya sekitar Rp 30.000-Rp 35.000. Dengan harga tersebut, omzet yang didapatnya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta setiap kali panen. Adapun laba bersihnya sekitar 50 persen dari omzet.
Biaya produksi yang dikeluarkan lebih banyak untuk pembibitan. Setiap satu kg bibit belut super ini dijual seharga Rp 40.000. "Sementara pakannya lebih banyak pakan alami, seperti kodok dan cacing," katanya.
Ia menghindari pemberian pelet karena justru dapat menghambat pertumbuhan belut. Selain budidaya belut hingga siap jual, belakangan ia juga mulai melayani penjualan bibit belut super.
Pemain lainnya adalah Prabowo dari Yogyakarta. Ia membudidayakan belut super sejak 2010. Saat ini, ia fokus menjual bibit belut super seukuran 15-20 cm. “Karena kalau bibit setiap bulan bisa langsung jual, sementara kalau tunggu besar itu sampai tiga bulan,” ujarnya.
Bekerja sama dengan petani, ia membudidayakan belut ini di pinggiran sawah. Omzetnya dalam sebulan mencapai Rp 8 juta. Karena bekerja sama dengan pemilik sawah, laba yang didapatnya hanya 20 persen-30 persen. "Jadi saya berbagi dengan pemilik sawah," ujarnya.
Budidaya belut super belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidaya belut ini juga tidak sulit. Herman Susilo, pembudidaya belut super dari Malang, Jawa Timur bilang, hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan.

Menurutnya, asupan pakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Ia menyarankan, sebaiknya belut super lebih banyak diberikan pakan alami, seperti keong, katak, atau cacing ketimbang pakan buatan. "Pakan alami membantu pertumbuhan lebih cepat," kata Herman.

Dengan pakan alami, belut super bisa lebih cepat dipanen karena pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat. Jika diberi pakan buatan, belut super baru bisa dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak awal dipelihara. "Tapi dengan pakan alami bisa panen setiap tiga hingga empat bulan," jelasnya.

Selain itu, kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah pakan kurang bisa menyebabkan terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, ia menyarankan pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Herman sendiri menggunakan media kolam lumpur. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu menyiapkan kolamnya.  Kolamnya sendiri tak perlu terlalu lebar. Cukup dengan diameter 2x5 meter sudah bisa menampung 50 kilogram (kg) bibit belut. Saat panen, bibit sebanyak itu bisa menghasilkan bobot 250 kg.

Setelah kolam jadi, lalu masukkan gedebok pisang dan jerami. Lalu masukkan pupuk kandang untuk mempercepat pembusukan gedebok pisang dan jerami. "Ketika sudah membusuk bisa jadi santapan tambahan belut," katanya.

Setelah pakan tambahan siap, lalu lanjutkan dengan pemberian lumpur kering. Setelah itu, masukkan air dengan kedalaman minimal 15 centimeter (cm). "Proses pembusukan gedebok pisang dan jerami terjadi sekitar dua minggu setelah air masuk," jelasnya. Setelah terjadi pembusukan, maka benih siap dimasukkan.

Cara budidaya yang lain adalah memakai bubu yang ditaruh di sawah. Prabowo, pembudidaya belut dari Yogyakarta menggunakan cara ini. "Keunggulan cara ini tidak perlu lahan." ujarnya.

Ia hanya perlu bekerja sama dengan pemilik sawah. Dalam satu petak sawah, ia biasa menanam 20 hingga 50 bubu sebagai tempat belut bertelur. Untuk makanan, cukup menaruh cacing di sekitar bubu tersebut. Prabowo sendiri hanya fokus menjual bibit belut super ukuran 15 cm-20 cm. “Yang penting telaten perhatikan pakan,” ujarnya. (Eka Saputra/Kontan)

Minggu, 18 Maret 2012

Ide Bisnis | dan Peluang Usaha Ternak Burung Parkit

Peluang  Usaha Ternak Burung Parkit ini mungkin belum banyak yang tau,selain penangkaran nya yang mudah,burung parkit juga merupakan salah satu jenis burung yang cantik dan indah dengan warna bulu nya yang berwarna-warni,hal itu lah yang menyebabkan burung parkit selalu laku di pasaran burung saat ini,sehingga menjadikannya Peluang usaha terbaru yang menjanjikan.

Peluang Usaha Ternak Burung terbuka lebar dengan mengembang biakkan burung ini,tidak terlalu sulit menggembang biakkan burung parkit dan juga sangat produktif menghasilkan anakan,seperti usaha pada umumnya Peluang Usaha Ternak Burung Parkit memerlukan keuletan,ketekunan dan kesabaran.tak jauh berbeda dengan berternak burung dara,kenari atau sejenisnya,yang paling pokok yang harus kita sediakan:
1.Tempat/Kandang Burung Parkit
Peluang Usaha Ternak Burung Parkit – Untuk masalah tempat indukan yang disediakan berbentuk seperti balok dengan ukuran P x L x T : 2m x 1m x 1,5m tidak terlalu besar untuk disediakan bagi 15pasang burung parkit. Tempat burung tersebur terbuat dari kawat karena paruh burung parkit sangat tajam dan kuat bila hanya terbuat dari kayu dan di pasangi kain disekitar kandang agar kondisi didalam kandang lebih hangant,tutup semua kandang dengan kain jika malam sudah tiba.
Selanjutnya siapkan tempat anak parkit,tujuannya jika sudah sekitar 30hari didalam “rumah pribadi” indukan anak parkit telah siap di keluarkan dan di taruh didalam kandang anakan agar bisa berlatih terbang dan makan sehingga siap dijual ,bentuknya hampir sama seperti kandang indukan,bisa dibuat lebih kecil.
2.‘Rumah pribadi’
Umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak sering disebut “glodok”,mudah dijumpai di pasar – pasar burung mudsh juga di buat sendiri. menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini:
  • Usahakan memilih induk yang berbeda warna. Ciri jantan dan betina burung parkit bisa dibedakan dengan mudah setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru di bagian atas lubang hidungnya. Kalau warna di bagian itu putih kotor, krem atau coklat, maka bisa dipastikan itu berjenis kelamin betina.
  • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
  • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak sering disebut “glodok” menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  • Pindahkan anak parkit yang telah berumur 30hari ke kandang anakan,setelah berumur 40-45 hari  anak parkit sudah siap untuk di jual ataupun dimasukkan ke kandang yang baru
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
  • Makanan utama burung ini disini sering disebut “otek” yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
Peluang Usaha Ternak Burung Parkit – Modal awal Peluang Usaha Ternak Burung sekitar Rp 1.300.000 untuk 15pasang parkit dan pembuatan kandang sedangkan untuk pengeluaran setiap bulan Rp 230.000,dengan harga burung parkit  yaitu sekitar 65rb/psang dan untuk harga makanan burung parkit yaitu 8-10rb/kg. cukup menguntungkan bukan mengingat  Peluang Usaha Ternak Burung Parkit ini sangat mudah. bayangkan  jika mempunyai 15 pasang burung parkit jika 1 kandang bertelur 6telur dan minimal yang menetas 3 maka sudah  menghasilkan 45anak parkit.
Peluang Usaha Ternak Burung Parkit ini bisa dilakukan dengan modal seadanya kita bisa mengembangkan menjadi besar,caranya anak burung parkit yang dahasilkan selama beberapa bulan kita buat penangkaran baru tidak perlu langsung dijual semuanya,hasilnya usaha berternak burung parkit akan menjadi semakin besar,kuncinya adalah kesabaran dan perencanaan yang matang. Jika anda mempunyai modal yang cukup besar maka keuntungan yang anda dapat dari Peluang Usaha Ternak Burung ini pun semakin besar itulah Kelebihan


Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com

Selasa, 14 Februari 2012

Ide Bisnis | Bisnis dan Budidaya Lobster Air Tawar

Tiga setengah tahun yang lalu saya dan Om Nip-Nip terjun menggeluti bisnis terbaru saat itu, yaitupembesaran lobster air tawar. Waktu itu kami tertarik karena info bisnis terbaru tersebut banyak diulas di berbagai media.

Di internet, di koran hingga di tabloid perikanan dan pertanian lobster air tawar menjadi primadona.Iklan di majalah-nya pun termasuk gencar.

Bahkan ada seorang trainer sekaligus penulis buku lobster air tawar yang beken dan sering muncul di TV mengulas bahwa bisnis LAT-nya (singkatan dari lobster air tawar) sudah menghasilkan keuntungan sekian puluh juta.


Tapi informasi terakhir yang saya dapatkan, belakangan ini dia sudah tidak lagi menggeluti bisnis lobster air tawar. Malahan ia muncul dengan bisnis barunya. Saya nggak tahu dikemanakan semua indukan lobster air tawarnya sekarang. Digoreng semua kali, ha..ha..ha..

Dan dulu isunya, dengan perawatan yang cukup mudah, lobster air tawar mampu mempunyai nilai jual 120 ribu hingga 200 ribu per kilo. Fantastis! Tapi kenyataannya, setelah 2 tahun kami menjalani trend bisnis ini, kami hanya mampu menjual di sebuah restoran di Jogja hanya dengan harga 100 sampai 125 ribu per kilo.

Ukurannya terbilang besar, 8 ekor per satu kilonya. Masalahnya, untuk mencapai ukuran segitu membutuhkan waktu yang sangat lama dengan biaya yang terhitung tinggi.

Kami juga menemui fakta bahwa pertumbuhan pasar lobster air tawar ini berjalan sangat lambat sekali. Dua kolega kami dari kota besar pun hanya mampu menjual antara 50-300 kilo per bulannya. Sebuah angka yang sangat  kecil untuk ukuran komoditas perikanan.

Karena pertumbuhan pasar yang lambat, banyak pebisnis lobster air tawar yang gulung tikar. Termasuk para trainer dan “suhu-suhu” kami yang mengajari kami bagaimana cara budidaya LAT yang baik.

Apalagi orang yang hanya coba-coba untuk berbisnis indukan dan bibit. Bablas…! Mereka termakan dengan mitos bahwa budidayanya bisa dilakukan di teras rumah dengan hanya menggunakan akuarium atau kolam semen. Selain itu, mereka juga diiming-imingi apabila membeli bibit dari trainernya, lobster hasil panennya akan dibeli.

Kenyataannya, nol besar. Ironisnya, salah satu “suhu” atau guru kami akhirnya tidak bisa menyediakan LAT sejumlah yang kami pesan. Padahal dulu janjinya, ia akan membeli semua lobster yang diternakan oleh anak didiknya.

Katanya ia tahu pasar yang membutuhkan lobster air tawar. Justru terbalik posisinya sekarnag. Kami yang akhirnya membeli LAT dari petani-petani di Jogja termasuk suhu kami tersebut. Kami juga yang akhirnya tetap bertahan sampai akhirnya kami mampu menjualnya.

Akhirnya untuk mencari kesimpulan kelangsungan bisnis baru ini, kami memutuskan untuk melakukanriset konsumen untuk mengetahui preferensi mereka terhadap lobster air tawar. Riset pasar ini melibatkan 30 responden dari berbagai macam latar belakang yang mempunyai kebiasaan makan seafood di restoran.

Metode riset pasar yang kami pilih adalah wawancara perorangan. Pemilihan sample respondennya menggunakan sistem refferal sampling atau snowball sampling. Lobster yang kami uji cobakan untuk dinikmati responden adalah ukuran 15-20 ekor per kilo, disajikan 5 ekor per porsinya.

Dari riset pasar tersebut kami tarik kesimpulan bahwa urutan keinginan konsumen untuk membeli masakan dari jenis udang-udangan adalah kesegaran udang, rasa dagingnya, ukuran atau banyaknya daging dan terakhir harga.

Untuk rasa LAT, konsumen mempersepsikan lebih tinggi dibanding dengan jenis udang yang lain, seperti galah,vanamei dan tiger. Tingkat keinginan konsumen untuk mencoba kembali juga termasuk tinggi.

Ketika ditanya dengan tanpa memperhatikan harga pilih mana antara lobster air tawar dan udang kesukaannya, 60% lebih menjawab memilih lobster air tawar. Pada pertanyaan harga, jawaban mereka bervariasi. Mulai 25-35 ribu, 35-45 ribu, 45-60 ribu dan diatas 60 ribu. Kemudian 50% memilh angka 35-45 ribu, 30% memilih 25-35 ribu dan sebagian kecil memilih 45-60 dan diatas 60 ribu.

Akhir dari kesimpulan riset pasar kami adalah, keunggulan kompetitif lobster air tawar terletak pada rasanya yang lebih manis dan kenyal. Target untuk segmen pasar-nya adalah para pecinta seafood yang membelanjakan minimal 50 ribu untuk sekali makannya.

Dan menurut pengamatan kita, biasanya para pedagang makanan akan memberikan harga 2 kali lipat dibanding dengan harga mentahnya. Jadi lobster air tawar ukuran 15-20 ekor bisa dijual ditingkat konsumen antara 60-75 ribu per kilo. Dengan demikian harga ditingkat petani antara 50-65 ribu per kilonya.

Cuman repotnya, untuk tren bisnis ini serapan pasarnya masih kecil karena tingginya harga yang dipatok oleh pembudidaya lobster air tawar. Yaitu sekitar 85-100 ribu untuk ukuran 15 ekor per kilo. Padahal menurut hasil riset kami, tren bisnis lobster air tawar kemungkinan tidak akan bisa menggaet pasar yang massal jika harga yang ditawarkan jauh diatas harga udang pesaingnya.

Dan satu lagi, jika terjun di bisnis ini, kita harus berjibaku untuk mengedukasi pasar karena komoditas LAT adalah produk pioner. Itupun dengan catatan, harga yang ditawarkan adalah 75 ribu sampai di tangan konsumen.

Inti dari sharing pengalaman kami di atas adalah jika dikemudian hari anda mendapatkan tren peluang bisnis baru atau peluang investasi menguntungkan, anda harus berhati-hati jika ingin terjun di dalamnya. Anda harus benar-benar pelajari bisnis tersebut. Lihatlah produk tersebut dari sudut pandang konsumen. Apakah produk bisnis baru tersebut bisa diterima oleh jenis pasar yang anda bidik atau tidak.

Jangan terburu-buru untuk terjun di dalamnya. Buatlah rencana bisnis yang matang karena dengan rencana bisnis yang matang tersebut, insya Allah anda akan bisa melihat “lubang-lubang” dan “rambu-rambu” di trend bisnis baru tersebut.

Ngomong-ngomong, apakah ada dari anda, para pembaca setia DokterBisnis.Net ini yang sudah pernah menggeluti tren bisnis baru pembesaran atau pembenihan lobster air tawar?

SUmber : dokterbisnis.net

Sabtu, 11 Februari 2012

Ide Bisnis | Bisnis Budidaya Ikan Gabus Malas

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: kabos (Mhs.) ,aruan, haruan (Mly.,Bjn),  bogo (Sd.),kocolan (Btw.),  kutuk (Jw.),bayong, bogo, licingan (Bms.),  dll. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti snakehead murrel, common snakehead , striped snakehead ,chevron snakehead, dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah ( Channa striata ).
Peluang usaha budidaya ikan gabus terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan usaha perikanan. minimnya pasokan tak seimbang dengan besarnya permintaan dari konsumen ikan gabus, maka harga ikan gabus pun terbilang cukup mahal.

Ikan gabus malas bila sudah masuk ke restoran maka harganya bisa mencapai Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg. Cara budidaya ikan gabus malas dapat anda simak di bawah ini.
** Kebiasaan Hidup Ikan Gabus di Alam
Benih ikan gabus tampak seperti serombongan ikan cere (Lebistes reticulates) di kolam. Gabus malas ini berasal dari Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Ikan ini hidup di sungai, rawa dengan kedalaman 40 cm, dan menyukai perairan yang dangkal.
Ikan  ini cenderung memilih tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, atau wilayah bebatuan untuk bersembunyi. Di Indonesia, ikan ini ditemukan di Palembang, Muara Kompeh, Gunung Sahilan, Jambi, Danau Koto, Sungai Russu, Bua-bua, Banjarmasin, Sintang, Montrado, Batu Pangal, Smitau,Danau Boran, Pontianak, Sungai Kapuas, Serawak dan Ternate, Sungai Cisadane, Bengawan Solo, dan beberapa sungai besar lainnya.
1. Kebiasaan makan
Di alam, ikan gabus menangkap makanan yang jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk mulut yang sangat lebar, bukan halangan bagi ikan ini untuk mengenyangkan perutnya.
ikan gabus termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah cacing, ikan-ikan kecil,  atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. setiap harinya ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar .
2. Kebiasaan berkembang biak
Di alam, ikan gabus kawin pada musim penghujan di tempat yang berpasir bersih. Ikan ini kawin secara berpasangan. Telurnya akan diletakkan di dasar atau ditempelkan pada substrat, pinggiran batu, atau akar pokok kayu yang bersih. Telurnya akan tampak seperti kabut atau kapas yang sangat lembut dan halus yang menempel pada substrat.
** Pengenalan Jenis
Awalnya, ikan gabus malas adalah hama yang mengusik ketenangan ikan-ikan peliharaan di kolam, sama seperti belut. Namanya sesuai dengan kebiasaan hidupnya. Ikan ini hampir-hampir tidak bergerak saking malasnya. Oleh karena itu, ikan ini harus diberi pakan hidup agar bereaksi. Ikan gabus malas dikenal juga dengan nama betutu.
Ikan ini memiliki sisik tipe ctenoid. Artinya, bentuk sisik kecil2 dan menyelimuti sekujur badannya. Pada bagian kepala sisik, terdapat moncong, pipi, dan operculum. Bagian operculum sisik ini lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. Sirip dubur lebih pendek dari sirip punggung kedua. Ikan ini mudah dibedakan dengan ikan lainnya karena mempunyai warna tubuh cokelat kehitaman. Pada bagian punggungnya berwarna hijau gelap, sedangkan warna bagian perutnya lebih terang. Bagian kepala memiliki tanda berwarna merah muda.
Panjangnya bisa mencapai 45 cm. Badannya berbentuk bulat panjang. Mulutnya lebar, Sirip ekor berbentuk membulat (rounded) dengan kulit tubuh dihiasi belang-belang kecokelatan.
** Pemijahan di Kolam
1. Konstruksi kolam
Luas kolam pemijahan bervariasi antara 200 M2, tergantung ketersediaan lahan. Kolam berbentuk persegi panjang dengan letak pintu pemasukan dan pembuangan berseberangan secara diagonal. Tujuannya agar kolam bisa memperoleh air dari saluran langsung dan pembuangannya pun bisa lancar. Debit air kolam minimal 25 liter/menit. Pergantian air yang kotinyu akan berpengaruh positif terhadap proses pemijahan.
Bila lahannya sempit, bisa dibuatkan bak semen berukuran 2 mX 1 m x 1 m untuk pemijahan induk betutu secara berpasangan. Namun, bila mau memijahkan beberapa pasang di lahan terbatas bisa dibuat kolam tembok berukuran 4 m X 2 M X I M.
2. Persiapan kolam
Untuk kolam pemijahan seluas 200 m2, disiapkan induk yang rata-rata berukuran 300 g sebanyak 35-40 pasang. Sementara untuk kolam kecil, dengan luas 8 m2, dapat dimasukkan induk sebanyak 3-4 pasang.
Sebelum induk dimasukkan, kolam pemijahan dilengkapi dengan sarang pemijahan berupa segitiga yang dibuat dari asbes. Ukuran panjang segitigiga 30 cm yang diikat dengan kawat dan diberi pelampung untuk mengetahui keberadaannya.
Induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan setelah kolam terisi air setinggi 40-45 cm. Selama proses pemijahan, sebaiknya kolam memper*oleh pergantian air secara kontinyu. Proses pergantian air secara kontinyu ini terbukti mampu merangsang pemijahan hampir semua jenis ikan secara alami.
3. Pemijahan
Tingkah laku pemijahan ikan gabus meliputi 5 tahap, yaitu membentuk daerah kekuasaan, membuat sarang pemijahan, proses kawin, memijah dan meletakkan telurnya pada sarang, dan menjaga telurnya.
** Memilih Induk
Induk ikan gabus umumnya dikumpulkan dari alam sebab perlu waktu yang lama dan pakan yang sangat banyak untuk menghasilkan induk di kolam.
Ciri induk  ikan gabus yang berkualitas
Betina : Badannya berwana lebih gelap.Bercak hitam lebih banyak. Papila urogenital berbentuk tonjolan memanjang yang lebih besar. membundar, warnanya memerah saat menjelang memijah. Ukurannya lebih kecil dibandingkan yang jantan pada umur yang sama.Berbadan sehat.Dewasa.
Jantan : Badannya berwana lebih terang.Bercak hitam lebih sedikit.Papila orogenital berbentuk segitiga, pipih, dan kecil.Pada umur yang sama ukurannya lebih besar daripada betina.Berbadan sehat.Dewasa.
** Penetasan Telur dan Perawatan Benih
Telur ikan betutu berbentuk lonjong, transparan. Ukurannya sangat kecil, kira-kira hanya bergaris tengah 0,83 mm. Telur tersebut melekat pada dinding sarang. Setelah kontak dengan air selama 10-15 menit, membran vitelinya akan mengembang terns dan panjang telur meningkat sekitar 50 % hingga telur berukuran 1,3 mm.
Penetasan telur dilakukan di akuarium dengan mengangkat sarang pemijahan yang telah berisi telur. Sebuah sarang pemijahan bisa ditempati oleh sepasang induk, tetapi bisa juga ditempati beberapa ekor induk. Kapasitas akuarium sebaiknya minimal 60 liter. Untuk menjamin proses penetasan, diberi aerasi agak kuat, dan ditetesi beberapa tetes
Malachytgreen atau Metilen blue untuk mencegah jamur (fungi). Telur yang terserang jamur akan tampak putih berbulu dan sebaiknya segera disifon agar tidak menulari telur yang lain.
Jumlah telur dalam setiap sarang berkisar 20.000- 30.000 butir. Telur tidak menetas dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, penetasan berlangsung 2-4 hari. Setelah telur menetas, kekuatan aerator dikurangi. Adapun persentase telur yang menetas antara 80—90%.
** Pendederan
Pendederan dimaksudkan untuk memelihara larva yang baru menetas dan sudah habis kuning telurnya (yolk sack) ke dalam kolam untuk memperoleh ikan yang seukuran sejari (fingerling). Pendederan biasanya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pendederan I dan pendederan II.
Pendederan I dilakukan di dalam bak atau kolam yang lebih kecil, berukuran 5 m x 2 m dengan kedalaman 1 m. Kolam ini dipasangi hapa dengan ukuran mata 500 mikron (0,5 mm) yang berukuran 100 cm x 75 cm dan tinggi 60 cm.
Banyaknya hapa yang dipasang tergantung benih yang akan ditebar. Kepadatan penebaran di dalam hapa pada pendederan I yaitu 30.000 ekor /m2 atau 3o ekor/liter air. Jadi, ke dalam bak tersebut dapat ditampung sebanyak 100.000-150.000 ekor larva, hasil dari 3-5 buah sarang, dengan kedalaman air 50 cm. Lama pemeliharaan di dalam pendederan I ini yaitu 2 bulan. Dengan pakan yang disuplai dari luar, akan dihasilkan benih seukuran 1-2 cm dengan tingkat hidup mencapai 20%.
Untuk pendederan II, dibutuhkan kolam yang luasnya 50 m2 dengan ukuran 5 m x 10 m dan kedalaman kolam 0,7 meter. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam sebanyak 0,5-1,5 kg /m2, tergantung dari kesuburan kolam. Lama pemeliharaan di pendederan II yaitu 4 bulan dan akan dihasilkan benih ikan berukuran 10 cm (30-50 g) dengan tingkat kehidupan bisa mencapai 100%.
** Pembesaran
Pembesaran dimaksudkan untuk menghasilkan betutu berukuran konsumsi. Kolam yang dibutuhkan seluas 200-600 m2.usahakan  kolam memperoleh air barn dengan konstruksi pematang kolam dari tanah dengan terlebih dahulu dipastikan tidak bocor. Idealnya, kolam
dengan pematang yang ditembok. Di dalam kolam ditempatkan beberapa tempat persembunyian berupa ban bekas atau dawn kelapa karena ikan gabus menghendaki lingkungan yang agak remang-remang.
terlebih dahulu kolam dipupuk dengan kotoran ayam dengan dosis 0.5-1.5 kg/m2. Kolam diairi dengan air yang sudah lewat saringan. Untuk benih berukuran 100 g dapat ditebarkan 20 ekor/m2, sedangkan yang berukuran 175 g dapat ditebarkan sebanyak 8 ekor/m2. Dalam tempo 5 bulan, benih yang beratnya 100 g dapat tumbuh menjadi 250 g/ekor, sedangkan yang berukuran 175 g dapat mencapai berat 400 g/ekor selama 6 bulan.

Sumber : peluangusaha-oke.com

Ide Bisnis | Bisnis Rumahan Modal Kecil Untuk Ibu Rumah Tangga

Di luar sana bisnis rumahan adalah tren yang sedang berkembang untuk ibu dan ibu rumah tangga. Benar, uang adalah masalah nomor satu bagi sebagian besar orang karena segala hal dalam kehidupan ini sudah tidak gratis lagi. Sekarang jika anda adalah ibu yang selalu ada di rumah, saya ingin Tanya satu hal. Apakah cara yang lebih baik untuk menghabiskan waktu luang anda kecuali terlibat dalam bisnis rumahan modal kecil? Mungkin anda berpikir bahwa untuk menemukan cara cepat mendapatkan uang pasti sulit. Tapi sekarang tidak! Berkat adanya peluang bisnis gratis/murah yang tersedia baik secara online maupun offline.

Untuk memberi anda ide peluang bisnis rumahan modal kecil untuk ibu rumah tangga, silahkan baca terus!
Bisnis kerajinan. Ibu yang memiliki tangan terampil dan kreativitas yang tinggi dapat mencoba bisnis ini. Ada banyak hal yang bisa ibu lakukan di rumah dan menjual secara online. Beberapa contoh adalah hiasan rumah, hiasan dinding, kain tenun, kaos print dsb. Sebuah bisnis kerajinan butuh kreativitas, waktu dan ketekunan. Selain itu, anda juga butuh material/bahan.
Memasak dan Membuat kue. Kebanyakan ibu tahu cara memasak dan mereka bisa memasak dengan baik. Jika masakan ibu tidak hanya dinikmati oleh keluarga anda, tapi juga orang lain, anda bisa mendapatkan uang dari keahlian ini. Anda bisa mengubah sedikit ruang halaman anda menjadi warung makanan. Anda juga dapat menawarkan layanan memasak dan katering. Kadangkala ini akan mengharuskan anda keluar rumah, namun anda dapat tinggal di rumah hampir sepanjang waktu sambil menunggu panggilan dari klien.
Pekerjaan rumahan. Pilihan bisnis rumahan lain untuk ibu adalah melakukan berbagai pekerjaan di rumah. Anda pasti bisa menemukan pekerjaan yang tepat. Namun pastikan anda menerapkan pekerjaan yang bukan scam. Beberapa contoh pekerjaan yang bisa anda terapkan di rumah adalah menulis, desain web atau logo, dan penerjemah. Carilah pekerjaan terbaik sesuai dengan keahlian anda dan anda pasti bisa mendapatkan lebih dari apa yang anda harapkan.
Produk hewan peliharaan, perawatan dan layanan. Jika anda ingin merawat binatang seperti anjing, kucing dan burung, anda dapat menyediakan layanan hewan peliharaan seperti membersihkan kuku, potong rambut dan layanan perawatan hewan lainya. Anda juga dapat menggunakan alat yang sama dengan yang anda gunakan untuk merawat binatang peliharaan anda. Beritahu teman dan tetangga anda bahwa anda akan merawat binatang peliharaan mereka. Libatkan ke bisnis produk hewan peliharaan! Jadilah reseller produk hewan peliharaan seperti makanan suplemen, sampo, pemotong kuku, dll. Anda dapat menawarkan produk-produk tersebut secara online maupun offline.
Bisnis merawat binatang. Sekali lagi, ibu bisa menggunakan kecintaan dan kepedulian terhadap binatang untuk menghasilkan uang tambahan di saat mereka ada di rumah. Mereka dapat menerima pekerjaan sebagai perawat binatang peliharaan dari tetangga. Orang-orang saat ini memiliki jadwal sangat padat. Oleh karena itu, menemukan orang yang bisa merawat binatang ketika mereka bekerja pasti akan menjadi bantuan yang besar bagi mereka. Ide ini adalah yang tebaik bagi ibu yang memiliki kecintaan terhadap hewan peliharaan. Cara terbaik adalah menerima satu hewan peliharaan terlebih dahulu, misalnya anjing. Jika anda melihat bisnis tersebut berjalan dengan baik, anda bisa menerima hewan jenis lain seperti kucing, dsb. Saya yakin anda bisa mendapat banyak uang dengan cara seperti ini.
Bisnis produk pembersih plus layanan. Bisnis rumahan lain untuk ibu adalah yang berkaitan dengan kebersihan rumah. Sebagai seorang ibu, anda pasti tahu bagaiman menjaga rumah agar tetap bersih. Anda bisa menawarkan produk pembersih secara lokal dan online. Tunjukkan pada mereka betapa bersihnya rumah anda setelah menggunakan produk tersebut. Anda juga dapat mempekerjakan staf untuk menyediakan jasa kebersihan. Mungkin anda juga bisa bergabung dengan mereka untuk membersihkan rumah klien.
Bisnis produk kosmetik dan perawatan tubuh. Banyak orang mencari produk yang bagus. Anda dapat membeli beberapa produk kosmetik atau perawatan tubuh seperti yang anda sendiri suka menggunakanya. Pikirkan tentang sabun, sampo, body wash dan produk perawatan lainya yang biasa anda gunakan dan keluarga anda. Anda juga bisa menjual produk kosmetik yang sama seperti yang anda gunakan. Sekali lagi, sangat mungkin untuk menjual secara online dan offline.
Online shop. Ibu selalu bisa mencoba tangan mereka di bisnis online. Yang anda butuhkan adalah alat pembayaran seperti kartu kredit, rekening bank, atau paypal yang paling populer. Anda dengan mudah membeli produk grosir secara online seperti gaun, pakaian, tas, dan sepatu dan menjualnya secara eceran dengan harga yang lebih tinggi. Anda dapat memutuskan apakah ingin menjual secara online, offline atau keduanya. Satu hal yang pasti, anda bisa mendapatkan penawaran terbaik di toko grosir di internet.
Ada banyak jenis bisnis rumahan yang bisa anda mulai untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga. Untuk mengetahui bisnis rumahan terbaik untuk anda, pikirkan tentang produk dan layanan yang dapat anda berikan, anda suka, dan yang anda gunakan. Sangat mudah untuk memulai bisnis di rumah dan anda dapat menjangkau konsumen dengan lebih luas lagi jika anda menggunakan internet untuk iklan dan promosi. Meski demikian, niat anda, ketekunan anda, ketrampilan anda, adalah senjata utama untuk sukses bekerja dalam mendaki dunia bisnis


Sumber : idebisnisrumahan.com

Jumat, 10 Februari 2012

Pemanfaatan Urine dan Kotoran Kambing


Urine kambing merupakan salah satu pupuk organikcair yang belum banyak dimanfaatkan oleh petani. Sementara urine kambing ini mempunyai kandungan unsur Nyang tinggi. Potensinya yakni satu ekor kambing dewasa itu dapatmenghasilkan 2,5 liter urine/ekor/hari, sedangkan kotoran yang dihasilkannyaadalah 1 karung/ekor/2 bulan. Apa yang terdapat dalam kotoran kambing. Beberapahara penting terkandung di dalamnya. Khusus urine kambing kandungannya sebagaiberikut :
1. Nitrogen (N)36,9 – 37,31 %
2. Posfor (P)16,5 -16,8 ppm
3. Kalsium (Ca)0,67 – 1,27 %
Mbeekk..
 

Di Sumatera Barat istilahBurcikam muncul dalam mengistilahkan pupuk yang diramu dari urine dicampurdengan kotoran kambing. Berikut cara pembuatannya :
-         Urinedan kotoran kambing dicampur didalam drum atau baskom dengan perbandingan 1 : 1(1 liter urine dicampur dengan 1 liter kotoran) dan dibiarkan selama 3 hari.
-         Setelah3 hari campuran ini diaduk setiap pagi sehingga membentuk bubur.
-         Setelah10 hari burcikam ini sudah dapat diaplikasikan pada tanaman.
-         Sebelumdigunakan burcikam ini dicampur dengan air dengan perbandingan (1:3) yaituliter burcikam dicampur dengan 3 liter air.

Cara pengaplikasian sama dengan cara pemberian ekstrak tithoniaatau urine kambing.

Kamis, 09 Februari 2012

Budidaya Ternak Sapi Perah


Sejarah Singkat

Sapiadalah hewan ternak terpenting sebagai sumber daging, susu, tenaga kerja dankebutuhan lainnya. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging didunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. Sapi berasal dari familiBovidae. seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika(Syncherus), dan anoa.

Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. Sapi diperkirakanberasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika dan seluruhwilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-19, sapi Ongole dari Indiadimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempatpembiakan sapi Ongole murni.

Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalanmenyilangkannya dengan sapi Red Deen. Persilangan lain yaitu antara sapilokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein diGrati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisidi Indonesia.

Sentra Peternakan

Sentrapeternakan sapi di dunia ada di negara Eropa (Skotlandia, Inggris, Denmark,Perancis, Switzerland, Belanda), Italia, Amerika, Australia, Afrika dan Asia(India dan Pakistan). Sapi Friesian Holstein misalnya, terkenal dengan produksisusunya yang tinggi (+ 6350 kg/th), dengan persentase lemak susu sekitar3-7%. 

Namundemikian sapi-sapi perah tersebut ada yang mampu berproduksi hingga mencapai25.000 kg susu/tahun, apabila digunakan bibit unggul, diberi pakan yang sesuaidengan kebutuhan ternak, lingkungan yang mendukung dan menerapkan budidayadengan manajemen yang baik. Saat ini produksi susu di dunia mencapai 385 jutam2/ton/th, khususnya pada zone yang beriklim sedang. Produksi susu sapi di PSPB masih kurang dari 10 liter/hari dan jauh daristandar normalnya 12 liter/hari (rata-ratanya hanya 5-8 liter/hari).

Jenis

Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yangterdapat di dunia ada dua, yaitu :

(1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bosindicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar didaerah tropis
(2) kelompok dari Bos primigenius, yangtersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.

Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn(dari Inggris), Friesian HolsteinYersey (dari selat Channel antaraInggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish(dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). (dari Belanda),

Hasil survei di PSPB Cibinong menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang palingcocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah FrisienHolstein

Manfaat

Peternakan sapi menghasilkan daging sebagai sumberprotein, susu, kulit yang dimanfaatkan untuk industri dan pupuk kandang sebagaisalah satu sumber organik lahan pertanian.

Persyaratan Lokasi
  
Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalahdaerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapaioleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekatdengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok ditengah sawah atau ladang.

Pedoman Teknis
 
Penyiapan Sarana dan Peralatan

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal,tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal,penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandangyang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang salingberhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebutbiasanya dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggalapabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatanpenggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas danlebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.

Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagaipenyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkandari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alaskandang yang hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakanterlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahanlainnya.

Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapicukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur disekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%.Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hinggadataran tinggi (> 500 m).

Pembibitan

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perahbetina dewasa adalah:
(a) produksi susu tinggi,
(b) umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
(c) berasal dari induk dan pejantan yang mempunyaieturunan produksi susu tinggi,
(d) bentuk tubuhnya seperti baji,
(e) matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepalabaik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
(f) ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik,apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelokkelok,puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dantidak terlalu pendek,
(g) tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakitmenular,
(h) tiap tahun beranak.

Sementara calon induk yang baik antara lain:
(a) berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
(b) kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badancukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
(c) jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depancukup lebar,
(d) pertumbuhan ambing dan puting baik,
(e) jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknyasimetris,
(f) sehat dan tidak cacat.

Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagaiberikut:
(a) umur sekitar 4- 5 tahun,
(b) memiliki kesuburan tinggi,
(c) daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepadaanak-anaknya,
(d) berasal dari induk dan pejantan yang baik,
(e) besar badannya sesuai dengan umur, kuat, danmempunyai sifat-sifat pejantan yang baik,
(f) kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggungkuat,
(g) muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
(h) paha rata dan cukup terpisah,
(i) dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukuplebar,
(j) badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkarperut besar,
(k) sehat, bebas dari penyakit menular dan tidakmenurunkan cacat pada keturunannya.

1) Pemilihan bibit dan calon induk

Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikanlingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan.
Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudianbibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandangyang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.

2) Perawatan bibit dan calon induk
 
Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkantanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harusdisisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapidiseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radangambing dan temperamennya.

3) Sistim Pemuliabiakan
 
Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantanpedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkananak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberikesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.

Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkansehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensifpengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidupbebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsiproduksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripadatanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelangberanak dikering kandangkan selama 1-2 bulan.
Perawatan Ternak
Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi indukdimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu.Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan padapenampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandangdibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnyaterbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilamtersebut harus dibongkar).

Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbangseminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulansekali. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapatditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebardada, panjang badan dan tinggi pundak.
Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara,yaitu:
a) sistem penggembalaan (pasture fattening)
b) kereman (dry lot fattening)
c) kombinasi cara pertama dan kedua.

Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat.Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumputgajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelahpemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasaumumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahansebanyak 1-2% dari BB.
Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanantambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yangberupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).
Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampastahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupagaram dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan padapagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari.
Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10%dari berat badan per hari.
Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, sertamenjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberianpakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau,setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakandiberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatanbergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.
Pemeliharaan Kandang

Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami prosesfermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matangdan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasiudara didalamnya berjalan lancar.
 
Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempatpakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap.Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidakdiinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minumsebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripadapermukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.

Hama dan Penyakit
 
Penyakit

1. Penyakit antraks

Penyebab: Bacillus anthracisyang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.
Gejala: (1) demam tinggi, badanlemah dan gemetar; (2) gangguan pernafasan; (3) pembengkakan pada kelenjardada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul; (4) kadang-kadang darahberwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus danvagina; (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; (6) limpa bengkakdan berwarna kehitaman.
Pengendalian: vaksinasi, pengobatanantibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yangmati.

2. Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE)
 
Penyebab: virus ini menularmelalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lainyang tercemar kuman AE.
Gejala: (1) rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh sertaterdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening; (2) demam atau panas, suhubadan menurun drastis; (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan samasekali; (4) air liur keluar berlebihan.
Pengendalian: vaksinasi dan sapiyang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.

3. Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE)
 
Penyebab: bakteri Pasturellamultocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
Gejala: (1) kulit kepala dan selaputlendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan; (2) leher, anus, danvulva membengkak; (3) paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masamdan berwarna merah tua; (4) demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yangngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36jam.
Pengendalian: vaksinasi anti SE dandiberi antibiotika atau sulfa.

4. Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)
 
Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandangyang basah dan kotor.
Gejala: (1) mula-mula sekitar celahkuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh; (2) kulit kuku mengelupas;(3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit; (4) sapi pincang dan akhirnyabisa lumpuh.

Pencegahan Serangan
 
Upaya pencegahan dan pengobatannya dilakukan denganmemotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yangbersih dan kering.
Panen

Hasil Utama
 
Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yangdihasilkan oleh induk betina.

Hasil Tambahan
 
Selain susu sapi perah juga memberikan hasil lain yaitudaging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tidak produktif serta pupukkandang yang dihasilkan dari kotoran ternak. 

Analisis Usaha Budidaya

Usahaternak sapi perah di Indonesia masih bersifat subsisten oleh peternak kecil danbelum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. Rendahnya tingkat produktivitasternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal, sertapengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi, pemberian pakan,pengelolaan hasil pascapanen, penerapan sistem recording, pemerahan, sanitasidan pencegahan penyakit. Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niagaharus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding denganpemeliharaannya.

Produksi susu sapi di dunia kini sudah melebihi 385 juta m2/ton/th dengantingkat penjualan sapi dan produknya yang lebih besar daripada pedet, pejantan,dan sapi afkiran. Di Amerika Serikat, tingkat penjualan dan pembelian sapi danproduknya secara tunai mencapai 13% dari seluruh peternakan yang ada di dunia.Sementara tingkat penjualan anak sapi (pedet), pejantan sapi perah, dan sapiafkir hanya berkisar 3%. Produksi susu sejumlah itu masih perlu ditingkatkanseiring dengan peningkatan jumlah penduduk di dunia ini.

Untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi maka pengelolaan dan pemberianpakan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak, dimana minimum pakanyang dapat dimanfaatkan oleh ternak (terserap) diusahakan sekitar 3,5- 4% daribahan kering.

Gambaran Peluang Agribisnis
 
Usahapeternakan sapi perah keluarga memberikan keuntungan jika jumlah sapi yangdipelihara minimal sebanyak 6 ekor, walaupun tingkat efisiensinya dapat dicapaidengan minimal pengusahaannya sebanyak 2 ekor dengan ratarata produksi sususebanyak 15 lt/hari. Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melaluipembudidayaan sapi perah tersebut dapat juga dilakukan dengan melakukan diversifikasiusaha. Selain itu melakukan upaya kooperatif dan integratif (horizontal danvertikal) dengan petani lainnya dan instansiinstansi lain yang berkompeten,serta tetap memantapkan pola PIR diatas (Sumber)