'nuansa masel' kemarin menyempatkan waktu berjam-jam untuk membaca artikel berita tentang wacana akan dijadikannya tiga daerah waktu di Indonesia ke dalam satu daerah waktu beserta berbagai komentar pada sebuah situs internet terkenal. Dalam berita itu diutarakan bahwa tendensi pengubahan daerah waktu itu untuk meraih keuntungan hingga trilyunan Rupiah secara ekonomi. Benarkah?
Berikut ini pendapat 'nuansa masel' tentang waktu. Waktu adalah sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan perubahan dan manfaatnya. Lantaran itu ada yang memasukkannya sebagai suatu sumberdaya, yakni sumberdaya waktu yang juga termasuk dalam sumberdaya alam. Dalam ajaran agama (dalam hal ini yang dimaksud adalah agama Islam) telah mengisyaratkan tentang waktu; di antaranya dalam Surat Yaa Siin ayat 37--40. Tidak mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Q.S. 36:40). Bahkan dalam Surat Yaa Siin ayat 37 disebutkan bahwa hal itu merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang besar. Implementasinya, manusia di muka Bumi akan mengalami waktu siang dan waktu malam. Waktu siang dan malam itu tidak bisa saling mendahului dan tidak pula bisa disamakan. Perbedaan waktu itu didasarkan pada rotasi Bumi. Satu kali Bumi berotasi menempuh 360derajat selama 24jam (pembulatan dari 23jam 56menit). Dua puluh empat jam tersebut sama dengan satu hari yang terdiri dari satu siang dan satu malam. Mengingat dalam satu putaran penuh tersebut Bumi menempuh 360derajat selama 24jam, maka setiap 15derajat Bujur (Meredian) di muka Bumi, waktu berbeda satu jam. Dasar perhitungannya, 360 : 24 x 1derajat = 15derajat. Dengan demikian setiap satu derajat Bujur yang berbeda, waktu berbeda 4menit. Jadi dasar pembagian waktu pada suatu negara itu bukan berdasarkan luas suatu negara tersebut yang berdasarkan kilometer persegi atau atau satuan ukuran yang lain. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia secara astronomis terletak antara 6derajat LU--11derajat LS dan 95derajat BT--141derajat BT. Perlu ditegaskan lagi bahwa yang digunakan tolok ukur pembagian waktu (juga tanggal) adalah garis Bujur. Dengan demikian berdasarkan garis Bujurnya, Indonesia memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat (diperoleh dari 141derajat - 95derajat). Karena memiliki jarak Bujur sebesar 46derajat tersebut, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu (diperoleh dari pembulatan hasil pembagian dari 46 : 15). Tiga daerah waktu tersebut meliputi daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITa), dan daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Mengingat Bujur dasar 0derajat melalui Greenwich (yang dijadikan waktu standar internasional, GMT), maka tiga daerah waktu di Indonesia tersebut memiliki Bujur standar masing-masing. Bujur standar WIB adalah 105derajat BT yang melalui timur Palembang, Bujur standar WITa adalah 120derajat BT yang melalui Palu Sulawesi, dan Bujur standar WIT adalah 135derajat BT yang melalui daerah leher kepala Burung di Papua. Berikutnya, lantaran Bumi berotasi dari arah barat ke timur (arah positif), maka permukaan Bumi yang paling timur (termasuk Indonesia) terkena penyinaran Matahari terlebih dahulu dibanding daerah-daerah lain yang ada di sebelah baratnya. Hal yang demikian itu maka permukaan Bumi yang paling timur lebih dahulu siang hari. (bersambung).
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Maret 2012
Senin, 05 Maret 2012
Jamur Truffle, Jamur Termahal Di Dunia
Jamur Truffle |
Dyah Oktabriawatie - detikFood
Jamur Truffle, Jamur Termahal Di Dunia
Jakarta - Jamur truffle yang sangat langka ini memiliki harga jual yang tinggi. Jamur ini tumbuh dibawah tanah dekat dengan akar pohon. Meskipun harganya mahal karena sulit kesulitan menanam, jamur truffle ini selalu dicari dan dikonsumsi banyak orang.
Jamur yang tumbuh liar ini memiliki kulit luar yang tebal dan lembut, kadang teksturnya menjadi kasar dan memiliki dua warna hitam dan putih tergantung jenisnya. Aroma 'earthy' yang tajam dan unik membuat jamur ini disukai banyak orang. Semua jenis jamur truffel memiliki harga jual yang tinggi karena tingkat kesulitan menanam dan masa panen.
Truffle putih di Eropa dijual seharga Rp. 32.400.000,- per setengah kilogram. Olahan jamur truffle putih juga dijual dengan harga yang mahal didunia. Perdagangan truffle juga menimbulkan kejahatan seperti menciptakan pasar gelap hingga menyebabkan terjadinya pencurian jamur truffle karena jamur truffel yang dipasok jadi Cina rendah.
CBS News yang meliput 'Makanan Termahal di Dunia' disiarkan pada 8 Januri 2012, bersama koresponden Lesley Stahl dan Ira Rosen sebagai produser. Menyiarkan tentang jamur truffle hitam dari Perancis yang dikenal sebagai berlian hitam. Jamur ini dibeli dengan harga tinggi hingga ratusan dolar oleh sebuah restoran di Perancis. Truffle putih dari Italia dijual lebih tinggi hingga tiga kali lipat.
Truffle adalah makanan yang lezat dan mewah, beberapa orang mengatakan jamur ini adalah makanan yang dapat meningkatkan nafsu seks, dan menjadi makanan yang paling mahal didunia. Di Perancis dan Italia, jamur truffle sangat sulit dijumpai karena cukup langka. Jamur ini dijual diperdagangakn seperti obat-obatan terlarang, karena takut dicuri oleh preman dan takut mendapat ancaman impor dari China lebih rendah.
Di Perugia, Italia, untuk memburu jamur truffle harus menjelajahi bukit-bukit yang dingin dan didampingi oleh anjing pelacak yang sudah terlatih. Anjing pelacak akan mengendus keberadaan jamur truffle yang sudah matang satu per satu.
Olga Urbani adalah sebuah perusahaan yang mengontrol 70 persen perdagang jamur truffle didunia, pihaknya mengatakan “Rakyat Amerika yang mungkin satu-satunya orang didunia yang mencari jamur truffle dengan berburu menggunakan mantel bulu yang panjang. Sekarang Anda tahu mengapa mereka mahal, kan?”
Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat telah mencoba budidaya jamur truffle, dan keberhasilannya terbatas. Setelah memanen jamur truffle, langsung dibawa ke pabrik Urbani, dimana jamur-jamur itu dicuci, dan disortir menjadi beku atau dimasukkan dalam kaleng. Setelah itu jamur ini dikirim ke restoran-restoran mewah seperti New York DB Bistro Moderne. Menu dengan jamur truffle dijual seharga Rp. 1.350.000,-. Pada tahun 2010 saat pelelangan di Makau, jamur truffle dijual seharga Rp. 2.970.000.000 per satu kilogram. Sungguh menakjubkan!
(Odi/Odi)
Minggu, 04 Maret 2012
Bonggol Jagung Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Peru
![]() |
Bonggo Jagung Berusia 3000 Tahun |
Dyah Oktabriawatie - detikFood
Bonggol Jagung Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Peru
Foto: www.sciencedaily.com Jakarta - Jagung merupakan tanaman semusim yang siklus hidupnya hanya 80 hingga 100 hari. Beberapa negera menjadikan jagung sebagai makanan utama. Jejak inilah yang diketemukan di Peru beurpa bonggol jagung berusia 3000 tahun.
ScienceDaily (18/1) melaporkan, orang yang tinggal di sepanjang pantai Peru makan jagung sejak ribuan tahun yang lalu. Hasil laporan ini juga telah dicatat dalam buku Proceedings of the National Academy of Sciences ditulis oleh Dolores Piperno.
Bonggol jagung tertua yang berwarna cokelat ini berumur 3000 tahun dan ditemukan di Paredones dan Huaca Prieta. Masih di sekitar wilayah pantai utara Peru. Penelitian dan penemuan ini dipimpin oleh Tom Dillehay dari Vanderbilt University dan Duccio Bonavia dari Peru Academia Nacional de la Historia, yang juga menemukan tepung biji-bijian.
Karakteristik dari bonggol jagung, yang sebelumnya pernah ditemukan di Amerika Selatan menunjukkan bahwa penduduk kuno makan jagung dengan mengolahnya menjadi beberapa makanan termasuk popcorn dan tepung jagung. Namun jagung masih belum menjadi menu utama untuk makanan mereka.
“Jagung pertama kali tumbuh di Meksiko hampir 9000 tahun yang lalu dari rumput liar yang disebut teosinte,” ujar Piperno. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa hanya beberapa ribu tahun kemudian jagung tiba di Amerika Selatan dengan evolusi varietas yang berbeda dan sekarang mulai tumbuh di wilayah Andean,” tambahnya.
Transformasi dalam karakteristik bonggol jagung menyebabkan ratusan jenis jagung dikenal saat ini. Budidaya jagung kini juga menjadi sebuah tantangan bagi para petani karena keaneka ragaman varietasnya.
Bonggol jagung dan bijinya tidak tumbuh dengan baik di hutan tropis yang lembab antara Amerika Tengah dan Selatan, termasuk Panama. Rute penyebaran utama tanaman jagung pertama kali meninggalkan Mexico sekitar 8000 tahu yang lalu. “Varietas jagung yang beragam telah berkembang dengan cepat di Amerika Selatan,” ujar Pipero.
(Odi/Odi)
Kamis, 23 Februari 2012
Megophrys Montana, Inilah Spesies Katak Jawa Yang Bertanduk
Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.
Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Namun kedua istilah ini sering pula dipertukarkan penggunaannya.
Bangkong bertanduk atau katak bertanduk adalah sejenis kodok dari suku Megophryidae. Nama ilmiahnya adalah Megophrys montana Kuhl & van Hasselt, 1822. Namanya dalam bahasa Inggris adalah horned frog.
Katak yang bertubuh pendek agak gendut, kepala besar dengan runcingan kulit di atas kedua mata dan di ujung moncong. Sepasang runcingan kulit yang lain, yang lebih kecil, terdapat di ujung-ujung rahang. Ukuran tubuh umumnya sedang sampai besar, 60-95 mm; katak jantan lebih kecil daripada betinanya.
Dorsal (bagian punggung) berkulit halus, coklat pucat kemerahan sampai coklat tua, dengan sepasang lipatan kulit di punggung, mulai dari bagian tengkuk hingga ke pinggang. Sering dengan sepasang bintil hitam kecil di pundak. Kadang-kadang terdapat sepasang lipatan kulit yang lebih samar dan lebih pendek di masing-masing sisi lateral tubuh, di belakang tangan hingga ke pinggang. Kaki dan tangan lebih kekuningan, dengan lipatan-lipatan kulit melintang bertepi hitam, membentuk coret-coret hitam. Warna hitam juga terdapat di sekitar dan di belakang mata. Iris mata berwarna kemerahan.
Ventral (sisi bawah tubuh) abu-abu keputihan, dengan bintil-bintil agak kasar. Bagian depan kecoklatan kotor, dengan bercak-bercak dan bintik-bintik hitam yang kurang lebih simetris di dagu, leher, tangan dan kaki. Selaput renang di kaki sangat pendek.
Kebiasaan dan Penyebaran
Penyamaran yang sempurna dari warna dan bentuk tubuh katak ini di lantai hutan, menyebabkan bangkong bertanduk sulit dikenali di siang hari. Katak ini kerap bersembunyi di bawah serasah hutan, dan baru pada malam hari aktif menjelajahi lantai hutan hingga ke pinggiran sungai. Berudu katak bertanduk memiliki mulut serupa corong, biasanya ditemukan di bagian sungai yang menggenang atau yang kurang berarus.
M. montana menyebar terbatas di Jawa, dan Sumatra Barat. Di Jawa, terutama didapati di pegunungan, di atas 800 m diatas permukaan laut.
Ukuran Penis rata rata Pria Berbagai Negara di Dunia
Ukuran Penis rata rata Pria Berbagai Negara di Dunia
Mengapa Kelelawar Bersembunyi Saat Hujan?
Beberapa jenis kelelawar tetap mampu terbang di kondisi gerimis ringan. Namun saat hujan semakin lebat, mereka segera mencari tempat perlindungan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters mengungkapkan alasan mengapa kelelawar melakukan itu.
Ternyata, kelelawar harus berusaha lebih keras agar bisa terbang ketika bulu-bulu dan sayap mereka basah.
Dalam serangkaian penelitian yang dilakukan di Costa Rica, peneliti mempelajari perilaku kelelawar Sowell (Carollia sowelli) berekor pendek, spesies kelelawar dari keluarga Phyllostomidae yang umum ditemukan di sekitar Meksiko, Amerika tengah, sampai ke Panama saat mereka terbang di penangkaran berukuran luas.
Dikutip dari Science Now, sesekali peneliti membasahi kelelawar-kelelawar itu dengan air ledeng, kadang membiarkan kelelawar tersebut terbang berbasah-basah di bawah curah air hujan.
Dari penelitian terungkap bahwa kelelawar itu menggunakan energi dua kali lipat lebih besar saat mereka terbang dalam kondisi basah dibandingkan dengan jika mereka terbang dalam kondisi kering.
Terbang pada kondisi hujan juga tidak berbeda. Ini menghapuskan dugaan adanya masalah mekanik yang diakibatkan oleh tetesan air hujan yang jatuh di sayap mereka ataupun beratnya tetesan air yang harus mereka tanggung.
Menurut peneliti, kelelawar basah, sama seperti mamalia lain yang tengah basah, merasa kedinginan. Untuk itu, mereka perlu bekerja lebih keras agar tubuh mereka tetap hangat.
Selain itu, dengan banyaknya air membasahi bulu dan melembabkan sayap mereka, kondisi basah kuyup juga tentunya membuat kelelawar menjadi tidak aerodinamik untuk mengudara.
Sumber :Rabu, 22 Februari 2012
Alasan Mengapa Laba-laba Punya Banyak Kaki
Ilmuwan mungkin menemukan jawaban kenapa laba-laba memiliki kaki yang banyak, melebihi kebutuhan mereka. Kaki berlebih itu jadi kaki cadangan. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Naturwissenschaften.

Para peneliti mendapat datah bahwa 10 persen dari seluruh laba-laba di alam memiliki kaki tidak lengkap. "Paling tidak mereka kehilangan salah satu dari delapan kaki mereka," jelas Alain Pasquet dari University of Nancy 1, Prancis, yang terlibat dalam penelitian. Lebih lanjut Pasquet dan rekannya ingin mengetahui efek kehilangan kaki pada laba-laba.
Tim peneliti kemudian mengumpulkan 123 laba-laba Zygiella x-notata--60 memiliki delapan kaki, sementara 63 kehilangan satu atau beberapa kaki. Setiap laba-laba diberi kotak sendiri sehingga mereka dapat membuat sarang. Pasquet dan timnya mendapati bahwa jaring yang dibuat laba-laba berkaki tak lengkap tidak berbeda dengan jaring buatan laba-laba berkaki lengkap.
Kemudian, para peneliti meletakkan lalat di dalam kotak untuk melihat kemampuan berburu laba-laba yang kekurangan kaki. Hasilnya, laba-laba cacat tersebut tetap memiliki kemampuan berburu dan memangsa yang sempurna. "Kami terkejut. Kami berharap kehilangan kaki berpengaruh pda kemampuan berburu. Nyatanya tidak sama sekali," kata Pasquet.
Berdasarkan temuan ini, peneliti menganggap laba-laba memiliki kaki dalam jumlah yang melebihi keperluan mereka. Jumlah kelebihan ini menjadi keuntungan saat salah satu atau beberapa kaki mereka dirusak pemangsa.
Para peneliti juga mendapati batas jumlah kaki yang "boleh" hilang. Di alam, peneliti mendapati laba-laba dengan lima kaki. Di laboratorium, laba-laba tersebut serampangan dalam membangun jaring.
Para peneliti mendapat datah bahwa 10 persen dari seluruh laba-laba di alam memiliki kaki tidak lengkap. "Paling tidak mereka kehilangan salah satu dari delapan kaki mereka," jelas Alain Pasquet dari University of Nancy 1, Prancis, yang terlibat dalam penelitian. Lebih lanjut Pasquet dan rekannya ingin mengetahui efek kehilangan kaki pada laba-laba.
Tim peneliti kemudian mengumpulkan 123 laba-laba Zygiella x-notata--60 memiliki delapan kaki, sementara 63 kehilangan satu atau beberapa kaki. Setiap laba-laba diberi kotak sendiri sehingga mereka dapat membuat sarang. Pasquet dan timnya mendapati bahwa jaring yang dibuat laba-laba berkaki tak lengkap tidak berbeda dengan jaring buatan laba-laba berkaki lengkap.
Kemudian, para peneliti meletakkan lalat di dalam kotak untuk melihat kemampuan berburu laba-laba yang kekurangan kaki. Hasilnya, laba-laba cacat tersebut tetap memiliki kemampuan berburu dan memangsa yang sempurna. "Kami terkejut. Kami berharap kehilangan kaki berpengaruh pda kemampuan berburu. Nyatanya tidak sama sekali," kata Pasquet.
Berdasarkan temuan ini, peneliti menganggap laba-laba memiliki kaki dalam jumlah yang melebihi keperluan mereka. Jumlah kelebihan ini menjadi keuntungan saat salah satu atau beberapa kaki mereka dirusak pemangsa.
Para peneliti juga mendapati batas jumlah kaki yang "boleh" hilang. Di alam, peneliti mendapati laba-laba dengan lima kaki. Di laboratorium, laba-laba tersebut serampangan dalam membangun jaring.
sumber:
16 Spesies Serangga Terbesar Di Dunia
Berikut ini adalah daftar 16 Serangga Terbesar di Dunia dari spesies yang masing - masing berbeda, mereka menjadi juara untuk ukuran tubuh dan berat diantara spesies sejenis, dan inilah daftarnya beserta daerah mereka berasal
1. Kumbang Titan Kumbang: Guyana Perancis dan Brazil

Fakta Menarik: Larva belum pernah ditemukan, namun diperkirakan untuk memberi makan dalam kayu dan mungkin memerlukan beberapa tahun untuk mencapai ukuran penuh sebelum mereka menjadi kepompong.
2. Kumbang Gajah Meksiko , Venezuela

Fakta Menarik: Rentang kehidupan Kumbang Gajah dewasa adalah sekitar satu sampai tiga bulan.
3. Giant Long-Legged Katydids: Indonesia

Fakta Menarik: dipercaya sbg serangga terbesar di dunia.
4. Kumbang Goliath : Ghana, Pantai Gading / Afrika Khatulistiwa, Tengah dan Timur

Fakta Menarik: Mereka makan terutama pada getah pohon dan buah-buahan.
5. Kecoa Penggali Raksasa: Australia

Fakta Menarik: Mereka adalah kecoa terbesar di dunia.
6. Laba - Laba Unta Raksasa: padang pasir di Timur Tengah

Fakta Menarik: Giant Camel Spider bahkan telah ditemukan bersembunyi di dalam kantong tidur prajurit.
7. Giant Walking Stick: Banyak daerah Di dunia

Fakta Menarik: Mereka adalah serangga terpanjang di dunia.
8: Giant. Weta Selandia Baru

Fakta Menarik: Mereka adalah salah satu serangga terberat di dunia. Berat Mereka dapat seberat burung gereja.
9 Giant Isopod: Dari Teluk Meksiko

Fakta Menarik: Mereka tidak makan Doritos.
10. Ngengat Atlas : Asia Selatan dan Tenggara

Fakta menarik: Di India, ngengat Atlas dibudidayakan untuk sutra .
11 Tarantula Hawk: Ditemukan hampir dipenjuru Dunia.

Mereka adalah serangga negara bagian New Mexico.
Fakta Menarik: Mereka makan tarantula, itulah cara mereka mendapatkan nama mereka.
12. Serangga Air Raksasa: Hampir Seluruh Dunia

Fakta menarik: Di Thailand mereka dianggap makanan lezat, dan sering ditangkap dan dikumpulkan dengan lampu hitam.
13. Queen Alexandra's Birdwing: Papua New Guinea

Fakta Menarik: Ini kupu-kupu terbesar di dunia. Spesimen pertama yang pernah ditemukan dijatuhkan dengan menggunakan senapan.
14. Chinese Mantis: Worldwide

Fakta Menarik: Berasal dari China, mereka pertama kali diperkenalkan ke Amerika Utara sekitar 1895 sebagai sumber pengendalian hama.
15: Goliat. Si Pemakan burung, Hutan hujan di Amerika Selatan

fakta menarik: Wanita selalu punya pasangan, tapi kadang-kadang bisa berakhir dengan makan pasangan mereka.
16. Japanese Giant Hornet: Japan

Fakta Menarik: Sebuah Hornet Jepang terganggu akan mengejar ancaman yang dirasakan sampai 3 mil. Mereka membunuh, rata-rata, 40 orang setiap tahun. Itu lebih dari binatang liar lainnya di Jepang.
Selasa, 21 Februari 2012
SEMINAR NASIONAL TENTANG PERMASALAHAN BUKU TEKS IPS-GEOGRAFI
Paper tersebut mengetengahkan banyaknya ditemukan kesalahan data, konsep, generalisasi,dan penggunaan bahasa dalam buku teks pelajaran Geografi. Hasil analisis teks Geografi, baik SMP maupun SMAmenunjukkan bahwa buku-buku tersebut ditulis dan dicetak tanpa mengukutiprosedur yang semestinya sebagai buku yang peting dan menyangkut hajat orangbanyak, siswa, guru, dan tentu saja orangtua siswa. Buku teks tersebut ditulisoleh para penulis (tanpa editor—ada buku yang mencantumkan editor dari sarjanateknik), tanpa diseminarkan, tanpa diujicobakan, dan langsung dicetak. Sebagai solusinya, Prof. Dr. Edy Purwanto, dkk. menyusun buku teks Geografi untuk SMP/MTs kelas VII. Pada kesempatan terpisah, Drs. Budi Handoyo, M.Si, salah satu dosen Geografi UM yang ikut menjadi tim penyusun buku teks mengatakan bahwa akan disusun pula buku teks Geografi untuk SMA/MA pada kesempatan yang akan datang.
Walaupun paper tersebut mengupas habis tentang buku teks IPS-Geografi, ternyata paper tersebut juga banyak terdapat kesalahan-kesalahan dalam proses pengetikannya. Beberapa contoh kesalahan tersebut di antaranya:
Tertulis Seharusnya
- benrikut - berikut
- daerak - daerah
- manjadi - menjadi
- psoduksi - produksi
- diimformasikan - diinformasikan
- tertu - tentu
- konngkrit - kongkrit
- Munulu - Manalu
dan beberapa kata yang lain
Selain itu masih ada pula penulisan yang tidak konsisten, misalnya pada suatu kalimat ada penulisan di samping (di sebagai kata depan, ditulis terpisah), namun pada penulisan yang lain ditulis bersambung (di sebagai imbuhan) sehingga tertulis: disamping, dll. Isi selengkapnya dari paper ini dapat disimak dengan mengklik:
Unduh
Materi tersebut di samping ditulis dalam bentuk paper, ditulis pula dalam bentuk presentasi yang menggunakan Microsolf PowerPoint. Jika pembaca menginginkan dalam bentuk presentasi dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh
Minggu, 19 Februari 2012
5 JENIS SEMUT YANG UNIK
Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni.

Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
1. Semut honeypot Myrmecocystus
Semut di iklim kering harus menyimpan makanan untuk bertahan hidup lama dari kelangkaan. Di padang pasir Amerika Utara, semut honeypot Myrmecocystus menggunakan tubuh mereka sebagai wadah yang hidup, tubuh mereka membengkak karen cairan cadangan, dan dibawa ke sarang pasangan.
2. Semut Harpegnathos saltator
Semut Pelompat India, Harpegnathos saltator, adalah salah satu semut yang pertama mempunyai genome sequencing.
3. Semut Podomyrma
Seekor semut Podomyrma cenderung mendekati ulat Lycaenid di Australia Selatan. Ulat ini mengeluarkan zat-zat yang menarik bagi semut, dan semut pada gilirannya memberikan perlindungan dari parasit. Semut sangat berlimpah, bahwa banyak spesies lain telah datang untuk bergantung pada mereka dalam berbagai cara.
4. Semut Malagasi
Di antara keanehan keluarga semut adalah misteri Malagasi semut (Mystrium spesies), yang merupakan predator penghuni hutan hujan sampah daun.
5. Semut Cecropia
(Azteca alfaroi) penjaga pohon mereka dengan sungguh-sungguh terhadap penyusup. Bekerja bersama-sama, mereka mengepung dan melumpuhkan lawan-lawan mereka dengan menjepit lawan hingga lemas.
sumber: http://feedproxy.google.com
Sabtu, 18 Februari 2012
4 Jenis Bunga Berkarakter Unik di Dunia
1. Rafflesia Arnoldi
Tanaman parasit ini memiliki kelopak terbesar di dunia, yang dapat mencapai garis tengah 1 meter. Bunga ini berwarna cerah, dengan bintik bintik putih.
Bau bunga ini busuk dan memiliki bagian tengah seperti mangkuk yang mampu menampung sekitar 5-6 liter cairan. Bunga ini tidak memiliki daun, batang atau akar sama sekali. Hanya tumbuh menumpang di akar pohon inangnya. Bunga ini ternyata native Indonesia lho!
2. Dracunculus Vulgaris
Bunga yang biasanya tampil dengan bau harum, kali ini berbeda sekali. Baunya seperti daging yang busuk terendam di air, dengan bagian tengah bunga yang berwarna hitam keunguan, yang dikelilingi oleh kelopak berwarna kemerahan.
3. Amorphophallus
Secara harfiah, arti dari kata ini adalah "penis tanpa bentuk". Nama ini berasal dari bagian spadix (bagian tengah bunga) yang tampil seperti bentuk penis yang tegak berdiri.
4. Hydnora Africana
Bunga dengan warna kulit ini adalah tanaman parasit yang akan menyerang akar tanaman semak di daerah kering di padang pasir Afrika Selatan.
Bunga yang mekar dengan bau menyengat ini memang bertujuan untuk menarik serangga, terutama kumbang yang biasanya memakan bangkai hewan busuk.
http://jelajahunik.blogspot.com
Jumat, 17 Februari 2012
Dua Raja Hutan Asli Indonesia Yang Kini Tinggal Nama
HARIMAU JAWA
Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Ada kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi.
Faktor yang dianggap menjadikan Harimau Jawa punah adalah kerusakan habitat akibat tekanan penduduk dan perburuan intensif pada awal abad ke-20.
Di akhir tahun 1998 telah diadakan Seminar Nasional Harimau Jawa di UC UGM yang berhasil menyepakati untuk dilakukan "peninjauan kembali" atas klaim punahnya satwa ini. Hal tersebut karena bukti-bukti temuan terbaru berupa jejak, guratan di pohon, dan rambut, yang diindikasikan sebagai milik harimau jawa. Secara mikroskopis, struktur morfologi rambut harimau jawa dapat dibedakan dengan rambut macan tutul. Oleh karena itu hingga sekarang masih dilakukan usaha pembuktian eksistensi satwa penyandang status punah ini.
undefined
Rampokan macan (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard)
Di akhir abad ke-19, harimau ini masih banyak berkeliaran di pulau Jawa. Di tahun 1940-an, harimau jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil. Ada usaha-usaha untuk menyelamatkan harimau ini dengan membuka beberapa taman nasional. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Di tahun 1950-an, ketika populasi harimau Jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sepuluh tahun kemudian angka ini kian menyusut. Di tahun 1972, hanya ada sekitar 7 harimau yang tinggal di Taman Nasional Meru Betiri. Walaupun taman nasional ini dilindungi, banyak yang membuka lahan pertanian disitu dan membuat harimau jawa semakin terancam dan kemudian diperkirakan punah di tahun 80-an.

Harimau jawa mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari pada harimau sumatra dan harimau bali. Harimau jawa jantan mempunyai berat 150-200 kg dan panjangnya kira-kira 2.50 meter. Betina berbobot legih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan. Besar tubuh harimau jawa ini diduga karena adanya kompetisi dengan macan tutul dan ajak. Disamping itu ada hukum: semakin menjauhi garis katulistiwa maka ukuran tubuh harimau akan semakin besar.
HARIMAU BALI
Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah dan pernah mendiami pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam).
Harimau ini adalah harimau terkecil dari ketiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-spesies ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Sub-spesies ini punah karena kehilangan habitat dan perburuan.
sumber
Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Ada kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi.
Faktor yang dianggap menjadikan Harimau Jawa punah adalah kerusakan habitat akibat tekanan penduduk dan perburuan intensif pada awal abad ke-20.
Di akhir tahun 1998 telah diadakan Seminar Nasional Harimau Jawa di UC UGM yang berhasil menyepakati untuk dilakukan "peninjauan kembali" atas klaim punahnya satwa ini. Hal tersebut karena bukti-bukti temuan terbaru berupa jejak, guratan di pohon, dan rambut, yang diindikasikan sebagai milik harimau jawa. Secara mikroskopis, struktur morfologi rambut harimau jawa dapat dibedakan dengan rambut macan tutul. Oleh karena itu hingga sekarang masih dilakukan usaha pembuktian eksistensi satwa penyandang status punah ini.
undefined
Rampokan macan (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard)
Di akhir abad ke-19, harimau ini masih banyak berkeliaran di pulau Jawa. Di tahun 1940-an, harimau jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil. Ada usaha-usaha untuk menyelamatkan harimau ini dengan membuka beberapa taman nasional. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Di tahun 1950-an, ketika populasi harimau Jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sepuluh tahun kemudian angka ini kian menyusut. Di tahun 1972, hanya ada sekitar 7 harimau yang tinggal di Taman Nasional Meru Betiri. Walaupun taman nasional ini dilindungi, banyak yang membuka lahan pertanian disitu dan membuat harimau jawa semakin terancam dan kemudian diperkirakan punah di tahun 80-an.

Harimau jawa mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari pada harimau sumatra dan harimau bali. Harimau jawa jantan mempunyai berat 150-200 kg dan panjangnya kira-kira 2.50 meter. Betina berbobot legih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan. Besar tubuh harimau jawa ini diduga karena adanya kompetisi dengan macan tutul dan ajak. Disamping itu ada hukum: semakin menjauhi garis katulistiwa maka ukuran tubuh harimau akan semakin besar.
HARIMAU BALI
Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah dan pernah mendiami pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam).

Harimau ini adalah harimau terkecil dari ketiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-spesies ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Sub-spesies ini punah karena kehilangan habitat dan perburuan.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)