Tampilkan postingan dengan label Tanaman Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Bonsai : Seniyang Tak Pernah Mati

Tidaklah berlebihan kiranya jika saya menyebutnya demikian, karena saya yakin…anda sebagai penggemar tentulah akan merasakan hal yang sama. Saya disini tidak akan menyampaikan darimana bonsai itu berasal, karena pada dasarnya tidak ada satupun literatur yang menyebutkan secara pasti darimana sebetulnya bonsai itu berasal. Banyak sekali Negara negara yang mengaku sebagai yang pertama menemukan bonsai, bahkan yang terakhir kali saya baca…taman gantung babillonia juga meng-klaim hal itu.
Buat saya sendiri hal itu tidaklah perlu karena untuk apa diperdebatkan, betul kan ? yang penting sekarang kita berbuat dan menghasilkan sebuah bonsai yang ber-estetika tinggi dan mempunyai nilai yang luar biasa…itu saja.

Bonsai menurut saya adalah sebuah pohon yang mempunyai sebuah arti seni yang tidak bisa di utarakan pengertiannya, karena pembentukan sebuah bonsai oleh  ” si empunya ” sudah di training menurut apa yang terkandung di dalam fikirannya. Kita sendiri tidak bisa mencampuri khasanah seseorang dalam membentuk sebuah bonsai terkecuali jika memang menyimpang dari aturan aturan yang terdapat di Alam. Apa saja sih sebetulnya aturan aturan yang murni muncul dari alam ? walau saya masih newbie, tapi akan saya coba jelaskan walau nantinya mungkin ada salah salah dikit, mohon dikoreksi.

Makna Bentuk Tajuk Segi Tiga
Sebuah pohon yang terdapat di alam tentulah telah mengalami proses ” OPSPEK ALAM ” dimana ujian itu terdapat atau dilakuakn oleh manusia atau alam sendiri, semisal angin ribut, hujan badai, Petir, bahkan kampak dan gergaji yang manusia bawa. Namun alam tetaplah alam yang mempunyai aturannya sendiri, ini terlihat dari bentuk tajuk pohon yang selalu mempunyai bentuk SEGITIGA. Ya…selalu mengacu kepada bentuk tersebut, bisakah kita bayangkan jika bentuk tajuk pohon di dunia ini berbentuk kotak atau persegi panjang…? saya yakin,,,tanah yang ada di dunia ini tidak akan pernah mendapat sorotan matahari sejak dulu kala, karena tentulah antara tajuk satu pohon dengan pohon lainnya akan saling bertautan dan menghalangi sinar matahari tembus ke tanah. Selain dari hal tersebut, TUHAN tentunya sudah mempunyai kebijaksanaan lain dengan membentuk pohon seperti itu. Kaitan segi tiga tersebut adalah Tuhan, Manusia dan Alam.

Nah jadi sudah jelas bukan, bahwa aturan segitiga itu akan selalu harus ada dalam setiap tanaman bonsai. Dan ini adalah aturan baku yang harus diikuti oleh para pebonsai pebonsai dimanapun dia berada.
Jenis Tanaman yang bisa di bonsai adalah tanaman keras yang bisa berumur puluhan hingga ratusan tahun, namun tentulah kita sendiri tidak bisa memungkiri bahwa banyak juga para penggemar bonsai lainnya yang memang mungkin belum mengerti arti dasar sebuah bonsai akan menyamaratakan persepsi bahwa semua tanaman bisa dibuat bonsai. Contoh konkret yang bisa saya utarakan disini adalah tetangga saya yang mencoba membuat bonsai dari pohon pisang, saya sudah mengutarakan bahwasannya idenya tersebut tidaklah salah namun kurang pas kiranya jika tanaman pisang tersebut dibuat bonsai.
Pohon pisang itu adalah pohon yang berumur pendek, jika pohon pisang dijadikan bonsai tentulah tidak akan bisa dinikmati lama…paling hanya dalam beberapa bulan saja. Namun apa dikata…saya sendiri tidak bisa menyalahkan dia, karena menurut saya itu sah sah saja dia lakukan sebab ilmu tentang bonsai yang dia miliki tentulah sangat minim sekali. Namun dengan semangat saya yang tinggi, saya sekarang berhasil meraihnya…hingga akhirnya dia sendiri kini memiliki bonsai yang semestinya. Hingga kini bonsai tetangga saya tersebut masih ada dan di urus setiap harinya, walaupun bentuk yang ada masih semrawut…namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus melakukan perubahan yang dalam pelaksanaannya meminta pendapat saya.  Hingga akhirnya sempat terucap kata dari mulutnya ” Bonsai itu adalah seni yang tak pernah mati “.

Sumber : http://blogbonsai.wordpress.com/tag/tanaman-bonsai/

Cara Perbanyakan Adenium

Ada berbagai cara membiakkan Adenium. Jaman dahulu kita tentu sudah akrab dengan tanaman Kamboja Jepang. Sebenarnya kamboja Jepang itu adalah sama dengan tanaman adenium. Jenis yang sudah tersebar luas ini tidak bisa berbiji karena bunganya tidak bisa menghasilkan biji sehingga perkembangbiakannya hanya dengan cara vegetatif.

Kemudian muncullah jenis-jenis baru yang datang dari pengembang dari Thailand ataupun Taiwan . Jenis baru ini tentu adalah hasil silangan dari berbagai macam jenis adenium. Jenis-jenis baru ini-pun diberi nama sesuai keinginan penyilang yang tentunya didasarkan pada ciri-ciri tertentu.

a. biji
Perkembangbiakan dari biji merupakan cara untuk mendapatkan jenis-jenis adenium baru. Adenium dari biji menunjukkan bonggol yang membesar, tidak seperti perbanyakan cara vegetatif.


b.sambung

Cara yang paling banyak dipakai untuk memperbanyak adenium hibrida adalah dengan cara sambung/grafting. Batang bawah berasal dari biji yang bonggolnya bagus dengan batang atas dari jenis hibrida yang dikehendaki. Setelah beberapa waktu, bekas sambungan akan menghilang dan jadilah tanaman baru yang bagus.

Batang bawah biasa dipilih yang berumur 9-12 bulan, namun batang bawah yang lebih besar juga bisa dipakai dengan menyambung di setiap cabangnya. Kandungan energi di bonggol akan memberi pertumbuhan yang baik dan sehat bagi batang atas sehingga cara sambung ini mempunyai tingkat kesuksesan tinggi.

Sambungan model v adalah yang paling sering dipakai karena memiliki tingkat keberhasilan yang paling tinggi, meski bisa juga dilakukan dengan model rata. Panduan menyambung adenium secara step by step dapat dilihat di halaman tips & trik.

Dibutuhkan waktu 10 sampai 30 hari agar sambungan menyatu. Jangan lupa melepas tali sambungan agar tidak menganggu penyerapan makanan ke batang atas. Setelah beberapa saat, cabang baru dapat muncul dari batang bawah, cabang ini sebaiknya dipangkas agar tidak mengganggu.


c. stek

Cara ini sangat sering digunakan karena kemudahannya. Namun tingkat keberhasilan tumbuhnya kecil karena mudahnya terjadi pembusukan. Dengan cara ini sulit didapat bonggol yang bagus, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai besar bonggol adenium yang berasal dari biji. Dahulu cara ini yang biasa dilakukan untuk memperbanyak kamboja jepang (adenium varietas “ Singapore ”) yang notabene mandul. Cara ini masih dilakukan untuk varietas-varietas yang murah. Namun untuk jenis hibrida sepertinya cara ini hanya dilakukan saat terpaksa saja, yaitu dimana tidak ada batang bawah yang bagus padahal ada batang atas yang terlanjur dipotong.

Cara-nya sederhana saja, potongan batang yang akan di-stek dipangkas daunnya. Setelah itu oleskan zat perangsang akar pada bekas potongan. Setelah satu malam diangin-anginkan baru ditancapkan pada media tanam. Biarkan media sedikit lembab, tidak basah, tidak pula kering. Setelah beberapa lama akar akan muncul diikuti dengan tumbuhnya tunas.



d. cangkok

Mencangkok dilakukan untuk mengurangi kegagalan yang biasa terjadi dengan cara stek. Dengan mencangkok, akar akan tumbuh lebih dulu baru ditanam, sehingga tanaman dapat langsung menyerap unsur hara dari tanah. Namun diperlukan tenaga ekstra untuk melakukan pencangkokan, sehingga cara ini jarang dipakai.

Pertamakali harus dipilih batang yang sudah cukup tua, ditandai dengan batang yang berwarna coklat, bukan hijau. Dipilih batang yang tua karena batang yang muda sangat rentan patah dan sukar untuk dikupas kulitnya secara benar. Hal ini terjadi karena batangnya yang masih lunak dan sulit dicari letak kambiumnya sehingga pengupasan kulit bisa tanpa sengaja terlalu dalam.

Cara mencangkok seperti mencangkok tanaman berkambium pada umumnya. Kulit dikupas melingkar batang sampai terlihat kambiumnya, kambium tersebut lalu dihilangkan dengan cara dikerok sampai kambiumnya tidak bersisa. Kemudian bekas kupasan itu ditutup dengan media tanam. Media tersebut harus selalu lembab untuk memastikan akar akan tumbuh. Setelah 2 bulan maka akan tumbuh akar yang cukup sehingga cangkokan siap dipindah menjadi tanaman tersendiri.

Link Sumber

Jumat, 17 Februari 2012

Gitar Raksasa Terbuat dari 7000 Pohon


Seorang petani asal Argentina telah membuat sebuah gitar raksasadari 7000 pohon cemara dan pohon kayu putih untuk mengenang mendiang istrinya.
Cahaya Lentera: berbagi cerita menarik, fenomena, mitos, rekor dunia, serba serbi, hot info, kontroversi, penemuan baru, tehnologi dan kejadian aneh lainnya di sekitar kita.

Adalah seorang anak petani bernama Pedro Martin Ureta yang bertemu Graciela Yraizoz di tahun 1960. Mereka jatuh hati dan akhirnya menikah di usia muda. Pasangan muda ini tampak berbahagia dan dikaruniai 5 orang anak. Kehidupan mereka selalu diiringi dengan bernyanyi bersama – keduanya menyukai alat musik gitar.

Di suatu sore Graciela menyampaikan keinginannya untuk merancang tanah pertanian mereka dalam bentuk sebuah
gitar. Namun Pedro hanya sekedar mengiyakan karena menganggap permintaan istrinya sekedar sebuah ungkapan keinginan (sumber: online.wsj.com)

Sayangnya Graciela tidak punya banyak waktu untuk menunggu keinginannya dikabulkan. Suatu hari di tahun 1977, Graciela semaput. Oleh dokter dia dinyatakan terkena aneurisma yang menyebabkan pemecahan saraf otak. Tak lama kemudian Graciela meninggalkan Pedro dan kelima anaknya untuk selamanya di usia yang cukup muda, 25 th.


Kepergian Graciela meninggalkan penyesalan teramat dalam bagi Pedro. Terlebih keinginannya untuk memiliki sebuah perkebunan berbentuk
gitar belum sempat dipenuhinya.

Beberapa tahun kemudian, Pedro berkonsultasi dengan beberapa ahli landscape untuk meminta ide membuat sebuah area perkebunan berbentuk gitar. Sayangnya tak satupun yang tertarik dengan ide ini. Tidak patah semangat, Pedro memutuskan untuk merancangnya sendiri.


“Aku menempatkan gitar kesayangan kami di atas meja kemudian memulai pengukuran,” kata Pedro menjelaskan bagaimana caranya dia bisa menciptakan sebuah rancangan landscape yang luar biasa.


Dibantu oleh kelima anaknya, akhirnya keluarga ini bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita mendiang istri dan ibu kesayangan mereka. Mulai dari memilih jenis pohon, jenis tanaman dan yang paling parah adalah bagaimana menjaga semua tanaman ini tetap hidup.


Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka bisa menciptakan sebuah peternakan dengan desain
gitar raksasa yang dikelilingi oleh sekitar 7000 pohon cemara dan kayu putih.

Gitar Raksasa Terbuat dari 7000 Pohon
Gitar Raksasa Terbuat dari 7000 Pohon

Pedro bertemu dengan Maria de los Angeles Ponzi tahun 1990 yang kini menjadi istri keduanya. Dan kini keluarga ini hidup berbahagia di dalam sebuah gitar raksasa.

Link artikel ini: