Tampilkan postingan dengan label ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Cara Menemukan Ide Bisnis yang Sempurna

Views :311 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 11:12
ide0302Salah satu perjuangan terberat yang harus dihadapi oleh pemilik usaha ialah menemukan jenis usaha apakah yang mereka harus mulai. Terdapat lima cara yang Anda harus selalu ingat saat mempertimbangkan ide bisnis yang berbeda-beda.

Satu dari perjuangan terberat yang saya hadapi saat memulai bisnis saya sebenarnya adalah memunculkan gagasan itu. Saya menginginkan sesuatu yang terukur dan sekaligus dibutuhkan dalam masyarakat. Saya mempertimbangkan ratusan gagasan sebelum akhirnya sampai pada usaha yang saya geluti sekarang. Selama periode penemuan ini, saya menemukan apa yang saya yakini sebagai lima konsep terpenting dalam menentukan hal apa saja yang membuat sebuah gagasan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Jadi apakah ide bisnis yang sempurna itu? Tiap entrepreneur memiliki konsep mereka sendiri tentang apa itu sebuah usaha yang tanpa cela. Sementara Google ialah sebuah usaha yang hebat bagi para pendiri perusahaan tersebut--Google mungkin bukan usaha yang tepat bagi mereka yang tidak terlalu mengerti dan familiar dengan teknologi atau yang tidak ingin mengelola organisasi sebesar itu.

Maka dari itu, setiap usaha yang sempurna didefinisikan oleh pemilik usaha. Selalu ingatlah itu, mari kita mulai dengan lima konsep menemukann ide usaha sempurna:

Mengerti pelanggan Anda
Terasa aneh untuk memulai dengan pertanyaan "Bagaimana Anda tahu pelanggan Anda sebelum Anda memiliki gagasan yang nyata?". Jawabannya sederhana--pelanggan Anda berperan penting dalam bisnis, sehingga tanpa pelanggan, tidak akan ada bisnis. Jika Anda memiliki gagasan bisnis, jangan coba untuk mengembangkannya seputar apa yang ANDA pikir pelanggan potensial akan sukai atau butuhkan, tetapi temukan apa yang pelanggan Anda sebenarnya hendaki. Terlalu sering pemilik usaha mendapatkan gagasan dalam benak mereka dan langsung terjun tanpa pikir panjang. Namun, mereka segera mengetahui bahwa pasar target mereka tidak menghendaki apa yang ditawarkan. Menghabiskan waktu dan uang untuk proyek hanya untuk menyaksikannya melemah dan runtuh bukanlah sebuah ide bisnis yang sempurna.

Di samping itu, katakanlah Anda belum memiliki sebuah ide--turun ke pasar dan memahami pelanggan (mereka yang akhirnya akan menjadi pelanggan Anda) bisa membimbing Anda menuju ide yang sempurna. Mengetahui apa yang pelanggan potensial butuhkan dan membangun produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan membuat para pelanggan melakukan apa saja untuk mendatangi Anda--hal itulah ide bisnis yang sempurna.

Gairah
Gairah di dalam pengertian ini bukan berarti menjadi fanatik terhadap produk atau layanan Anda. Namun, hal ini berarti memiliki minat pada apa yang Anda lakukan. Anda lebih sering menghabiskan waktu selama 15-18 jam sehari bekerja mengurusi bisnis Anda pada saat permulaan--biasanya untuk 12 hingga 18 bulan pertama (lebih terasa seperti 2 tahun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini). Anda harus terus menerus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis Anda serta keluar untuk mempublikasikannya di mana pun, dan kepada siapa pun. Jika Anda akhirnya memulai sebuah usaha yang Anda tidak minati, sesuatu yang tidak membuat Anda bersemangat di pagi hari, maka akan sangat sulit untuk mencurahkan waktu dan energi anda untuk berhasil, sehingga itu tidak bisa dianggap sebagai ide bisnis yang sempurna.

Pahami persaingan
Tiap bisnis punya persaingan--baik langsung atau tidak langsung. Pikirkan mengenai gedung bioskop. Mereka memiliki persaingan langsung dengan toko-toko persewaan video atau televisi rumah. Mereka juga mempunyai persaingan tak langsung dari kegiatan lain yang pelanggan lakukan untuk menghabiskan pendapatan sekali pakai mereka seperti bowling, paint ball, golf, dsb. Hal apapun yang orang lakukan di waktu senggang mereka.

Lebih lanjut lagi, beberapa pesaing tampak kejam. Artinya bahwa jika Anda mempromosikan dan menawarkan sebuah produk yang sama dengan produk mereka tetapi dengan harga yang lebih rendah, para pesaing ini hanya akan menurunkan harga mereka untuk menyamai atau mengalahkan Anda. Jika bisnis mereka sudah mapan- mereka bisa saja menjual dengan harga yang lebih rendah dari Anda, yang akibatnya bisa saja membuat Anda terdepak dari persaingan.

Bila Anda tidak mengetahui persaingan--apa yang mereka mau lakukan untuk mengeluarkan anda dari persaingan--Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam perang harga lalu menumbuhkan bisnis anda--bukan sebuah ide bisnis yang sempurna.

Arus kas
Banyak entrepreneur memasuki dunia bisnis dengan ide-ide yang hebat tetapi memiliki pemahaman yang kurang memadai tentang modal yang dibutuhkan untuk dapat melejitkan usahanya. Kebanyakan akan membuat bentuk asli produk atau layanan dan memahami apa yang dibutuhkan untuk membuat produk atau memberikan layanan tetapi mereka tidak paham mengenai modal yang dibutuhkan usahanya untuk mengatur sisa organisasinya--termasuk pemasarannya (sangat mahal tetapi sangat penting), karyawan (lebih dari sekadar gaji atau upah), asuransi atau persediaan dan semua pengeluaran kecil yang berakumulasi dengan cepat seperti telepon, internet, layanan komputer, dsb. Mengetahui semua arus kas Anda akan membantu memastikan bahwa semua biaya (variabel maupun tetap) dapat ditutup dengan bisnis--ide bisnis yang sempurna. Saya telah melihat terlalu banyak perusahaan dengan produk yang hebat tetapi gagal karena mereka tidak dapat menutup pengeluaran sederhana seperti sewa atau peralatan.

Ketahui diri Anda
Ketahui kelebihan dan kelemahan Anda. Ketahui bahwa Anda siap,mau, dan mampu untuk melakukan apa yang diperlukan dalam membuat usaha Anda berhasil. Saya hingga kini sudah bekerja dengan banyak pemilik usaha di masa lalu yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang mereka perlu lakukan ialah memasang papan nama mereka dan selesai sudah. Oleh karena itu, saat berhubungan dengan pengelolaan bisnis sehari-hari, mereka tidak bersedia untuk menginvestasikan waktu, energi, atau uang yang diperlukan untuk keberhasilan. Maka dari itu, ketahui seberapa kerasnya Anda mau bekerja.

Selain itu, ketahui pula situasi keuangan pribadi Anda dan apa yang bisnis Anda hasilkan untuk menopang gaya hidup Anda. Jika Anda pikir bisnis Anda akan menghasilkan uang yang banyak dari hari pertama, maka Anda salah. Dan jika Anda ingin bisnis Anda menghasilkan banyak uang, itu bukan bisnis yang tepat untuk Anda. Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi dari luar seperti situasi keuangan pribadi Anda--lakukanlah secara berurutan--Anda akan dapat untuk memusatkan perhatian hanya pada konsepsi dan pertumbuhannya. Pada akhirnya, akan memberikan anda keamanan keuangan yang Anda idamkan--itu akan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Apapun tingkatan keinginan Anda terhadap bisnis Anda--sebuah gaya hidup ibu-ibu dan operasi pop atau sebuah konglomerat multinasional--apabila Anda mengembangkan sebuah ide bisnis dengan lima konsep ini dalam benak Anda--ide Anda akan menjadi ide bisnis yang sempurna bagi Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14885-cara-menemukan-ide-bisnis-yang-sempurna.html

Kamis, 23 Februari 2012

Ide Bisnis dari Pengalaman Dirampok

Views :222 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Februari 2012 10:28
Berawal dari pengalaman pahit saat mengantarkan barang pesanan pelanggan, Antonius mempersenjatai diri dengan alat kejut. Tak dinyana, ternyata alat kejut tersebut menarik perhatian teman-temannya. Dari sinilah ide untuk membuka usaha alat keamanan pribadi muncul.

CE-logo"Awal mulanya, saya sebenarnya kena tipu. Saya mempunyai toko handphone waktu itu ada orang pesan dan saya antar barangnya ternyata di tempat orang tersebut ada 9 orang dan saya dirampok, habislah semua," tutur pria kelahiran 1989 ini.

Antonius menjelaskan, dirinya menjual beberapa alat seperti alat kejut atau setrum, bermacam-macam jenis pisau teropong dan senter yang jaraknya hingga 2 Km. "Dan yang paling tenar dan banyak dipesan itu adalah semprotan gas air mata atau biasa dikenal dengan spray pepper," kata dia.

Antonius membelinya di sebuah toko di Jakarta yang ternyata toko itu menjual khusus barang impor alat-alat bela diri ini. “Di tempat tersebut saya justru membeli banyak variasi dari pepper spray hingga samurai," kata Dia.

Bermodalkan Rp 2 juta di awal berdagang kini Antonius mempunyai dua toko di mana satu di rumah dan satu lagi terletak di Pondok Gede, Jatiwaringin ini. "Awalnya, saya punya modal Rp 2 juta. Kemudian jual-jual melalui internet dengan fasilitas barang dikirim dan itu terus berkembang," tambahnya.

Dijelaskan Antonius kini omsetnya sudah mencapai Rp 20-40 juta per bulan. "Saya sudah punya jaringan dan langganan sampai luar provinsi. Langganan ada di Bandung, Medan, Lampung sampai ke Papua," kata dia.

Pelanggan Antonius sangat beragam dari Ditlantas Polda, petugas satpam, dan perusahaan security dan keamanan, bahkan akademi polisi. Tak lupa pelanggan perorangan pun banyak yang datang kepadanya.

Ia menjelaskan, rata-rata harga alat seperti alat kejutnya dari Rp 85.000 sampai Rp 200.000. "Kalau pepper spray ada yang Rp 50.000 sampai Rp 100.000," tuturnya. Adapula yang jenis pisau dan samurai antara Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

Menurutnya, berdagang alat-alat ini tidak perlu perizinan. Hal ini, sambungnya dikarenakan memang bukan berupa senjata api maupun replika senjata asli.

Dikatakan Antonius, hingga saat ini dirinya menjadi tulang punggung keluarga. Tidak hanya membayar kuliah sendiri namun hingga bisa membiayai orang tua. "Di balik kejahatan yah memang ada peluang," ungkap dia. (*/Detik Finance)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/14661-ide-bisnis-dari-pengalaman-dirampok.html

Kamis, 16 Februari 2012

Kembangkan Ide untuk Sukses Berbisnis


Views :183 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 16 Februari 2012 11:28
ide0212Banyak orang ingin membuka bisnis, menjadi entrepreneur. Namun pertanyaan pertama yang biasanya terlintas di benak mereka adalah mau berbisnis di bidang apa. Jadi, bagaimanakah cara yang paling tepat untuk menentukan bidang usaha?

Menurut logika, sebuah usaha yang berpeluang untuk berjalan dengan lancar adalah usaha yang tingkat persaingannya kecil, tetapi tingkat kebutuhan pada konsumennya tinggi. Untuk bisa menekan tingkat persaingan sampai sekecil mungkin, maka seyogyanya produk yang akan dijual merupakan produk orisinil, belum pernah dibuat orang lain, atau memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.

Banyak orang yang membuka usaha berdasarkan trend yang ada. Misalnya, di suatu daerah banyak didatangi turis, maka beramai-ramailah membuka tempat penginapan. Pola berpikir seperti ini terlalu menggampangkan, seakan-akan menyamakan trend bisnis dengan trend mode.

Di bidang mode, kalau saat ini sedang digemari kaos model V-Neck misalnya, tidak ada masalah bagi siapa saja untuk meniru. Akan tetapi, kalau kita meniru bidang usaha yang sudah begitu banyak orang lain menjalankannya, berarti kita terjun ke dalam suatu lahan yang sudah penuh sesak dengan persaingan. Sulit untuk kita bisa berkembang dalam situasi yang demikian, apalagi bila kita pendatang baru yang belum terlalu berpengalaman.

Di bidang finansial misalnya, banyak orang baik pebisnis maupun orang biasa untuk terjun bermain valas (valuta asing), bursa saham, bursa komoditi, dan instrumen investasi lainnya. Tidak sedikit mereka yang pengetahuannya terbatas tentang bidang tersebut, karena tergiur margin yang selangit, ikut-ikutan bermain, akhirnya harta yang ditanam ludes tak bersisa. Kejadian seperti ini terlalu mengerikan untuk dialami oleh setiap calon wiraswastawan yang punya idealisme.

Alex S. Nitisemito, seorang konsultan manajemen dalam bukunya memberikan contoh yang bagus tentang seorang pemilik kebun apel yang pada suatu hari menemukan buah apel yang jatuh ke tanah bekas dimakan burung. Karena buah apel tersebut ternyata berbau anggur, maka timbullah gagasannya untuk mendirikan usaha minuman sari buah apel. Hal itu merupakan ide orisinil. Di saat orang di sekitarnya hanya bisa menjual buah apel, sang pemilik kebun tersebut berhasil mengambangkan produk turunan apel.

Henry Ford memulai usaha dengan gagasan untuk membuat mobil yang baik bagi masyarakat banyak dengan harga terjangkau, dan usahanya sukses. Begitu juga Bill Gates yang berangan-angan untuk “mengkomputerkan” seluruh dunia, ternyata melesat begitu cepatnya menjadi raja komputer sejagat.

Ide atau gagasan tidak selalu datang begitu saja tanpa disangka-sangka, sehingga orang tidak akan bisa mengetahui kapan ide itu akan datang. Jangan menunggu datangnya ilham, atau mengharapkan bisikan gaib melalui mimpi saat tidur. Ide harus dikejar, dipikirkan dan dicari, kuncinya adalah peka terhadap apa yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Ini suatu bukti yang menguatkan bahwa kewiraswastaan adalah “kerja otak” bukan “kerja otot”. Gagasan bisa datang dan terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada. Seperti contoh di atas, pemilik kebun apel ada dalam keadaan waspada sehingga ia bisa mencetuskan sebuah ide besar berdasarkan sebuah kejadian kecil. Kalau tidak, ribuan buah apel bekas dimakan burung yang berjatuhan keatas tanah, tetap tinggal membusuk tanpa arti apa-apa bagi siapa pun. (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14453-kembangkan-ide-untuk-sukses-berbisnis.html