Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Trik Jitu Investasi Emas


Views :604 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 09:38
emas0312Sama halnya dengan berinvestasi properti, berinvestasi emas juga mensyaratkan lokasi strategis, keabsahan surat dan legalitas kepemilikan. Berikut ini rambu-rambu dalam berinvestasi emas menurut Endy J. Kurniawan Penulis Buku Best Seller Nasional "Think Dinar" sekaligus pengasuh situs NgaturDuit.com:

1. Jangan lihat hasil akhir saja

Ada aspek risiko, aksesibilitas, kemampuan lindung aset dan likuiditas yang harus dipertimbangkan. Seluruh investasi yang asetnya riil akan memberi perlindungan nilai aset.

2. Jangan asal investasi

Tentukan tujuan dalam berinvestasi. Ada tiga tujuan berinvestasi emas yaitu untuk tabungan, dana darurat dan rencana jangka panjang. Masing-masing tujuan mempunyai konsekuensi. Sesuaikan dengan kemampuan. Tentukan juga target dan batas waktu yang ingin dicapai. Hasilnya adalah untuk mendapatkan uang tunai di waktu tertentu.

3. Jangan kehilangan fisik

Salah satu kesaktian emas adalah likuiditasnya. Fungsinya tidak akan berjalan jika tidak mempunyai fisiknya. Karena itu pastikan fisik emasnya dipegang atau menjadi sepenuhnya hak milik meski dalam posisi dititipkan.

4. Jangan spekulasi

Spekulasi bermakna banyak. Bisa skema beli-gadai bertingkat atau diputar di derivatif berkedok emas. Untuk pemula terlalu berisiko. Dalam hitungan bulan, atau bahkan mingguan, gerakan harga emas bisa lebih tajam. Itu sebabnya berbagai metode yang menjanjikan kenaikan nilai emas sekitar 30% tetap per tahun untuk tujuan beli-gadai bertingkat bisa merugi.

5. Jangan lihat grafik pendek

Lebih baik jangka panjang jika telah memutuskan berinvestasi di emas. Misalnya untuk proteksi aset dan rencana jangka panjang. (*/mediaindonesia.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/15047-trik-jitu-investasi-emas.html

Sabtu, 18 Februari 2012

Tanah, Investasi Cerah Jangka Panjang

Views :348 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 18 Februari 2012 07:34
Di tengah perkembangan properti yang sangat pesat saat ini, semakin banyak investor yang tak melewatkan kesempatan untuk membeli tanah. Pasalnya, investasi satu ini tidak akan pernah merugi lantaran harganya cukup menggiurkan.
Mengutip tulisan dari buku "Rahasia Menjadi Miliarder properti" karya Panangian Simanungkalit, tanah sebagai investasi jangka panjang diakui sangat prospektif. Harga tanah tidak pernah turun, bahkan tanpa ada pengolahan sekalipun investor dapat merogoh keuntungan di kemudian hari.
Banyak investor juga membeli tanah sebagai alat spekulasi. Misalnya, di daerah tersebut pemerintah merencanakan akan membangun jalan tol atau jalan layang. Maka, investor akan berspekulasi akses jalan yang baik akan meningkatkan harga tanah. Atau, membangun properti di dekat daerah tersebut akan sangat menguntungkan usahanya.
Pasar tanah yang belum dikembangkan, dikendalikan oleh sekelompok pembeli dan penjual yang melakukan transaksi hak-hak atas tanah. Biasanya para pengembang membeli tanah dari pemilik tanah di suatu kawasan, kemudian pengembang mengembangkan tanah tersebut menjadi rumah, rukotrade center, town house, mal, ruang perkantoran dan lainnya. Dengan membeli tanah, membangun, memugar dan menjual properti, para investor properti akan mendapatkan nilai tambah dari harga mentah yang telah dikembangkan saat membeli.
Selain itu, investor akan mendapat apresiasi, yakni kenaikan harga tanah dan bangunan yang akan didapatkan selama masa pengembangan atau selama properti itu belum dijual. Maka, harga tanah akan naik, dengan kenaikannya yang lebih tinggi dari tingkat inflasi.
Pada kondisi normal, kenaikan harga tanah kavling yang dijual pengembang berkisar 10–15%. Kalau untuk tanah yang belum dikembangkan harganya bisa mencapai 25–100 % per tahun. Keuntungan tanah ini diminati oleh para investor yang lebih konservatif atau spekulan yang lebih agresif.(kompas.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/berita/ragam-berita/4-financial/14501-tanah-investasi-cerah-jangka-panjang.html

Senin, 30 Januari 2012

Berinvestasi di properti

Personal Finance

 
Senin, 30 Januari 2012 | 17:44  oleh Budi Triadi, Perencana Keuangan Akbar's Financial Check Up
KIAT INVESTASI
Berinvestasi di properti
JAKARTA. Properti termasuk menjadi produk yang berada di dua alam. Kenapa disebut dua alam? Karena, properti dapat berfungsi sebagai tempat hunian sekaligus dapat menjadi produk investasi.
Sebagai produk investasi, sebenarnya properti sudah sering dimanfaatkan oleh para pendahulu kita. Di beberapa daerah, para pendahulu atau orangtua kita sering membeli tanah dengan harapan harganya akan naik di masa-masa mendatang. Konsep yang hampir sama dengan ketika mereka rajin membeli emas perhiasan. Secara umum, properti sendiri dapat berbentuk tanah atau bangunan.
Properti bisa dimanfaatkan menjadi investasi karena di masa depan terdapat kemungkinan harganya akan naik. Properti akan mengalami kenaikan harga di masa depan dengan logika bahwa jumlah lahan yang tersedia semakin terbatas. Kenaikan harganya sendiri bisa dilihat minimal dari NJOP (nilai jual obyek pajak) yang selalu naik setiap tahun.
Di satu sisi, sebagaimana produk investasi lain, properti juga memiliki kandungan risiko bahwa harganya tidak naik atau malah jatuh. Jika memang lahan terbatas, lalu ada kemungkinan harganya turun? Bayangkan jika ketika Anda membeli properti, baik tanah atau bangunan, ternyata di daerah tersebut terdapat kandungan radiasi nuklir. Tentu semua orang akan berpikir ulang untuk membeli properti di daerah tersebut, yang pada akhirnya membuat permintaan dan harga properti menjadi turun.

Antara harga, lokasi dan daya beli

Untuk berinvestasi di properti, menurut beberapa sumber dari kawan-kawan di developer, harga rumah yang laris manis di masyarakat berada di rentang harga Rp 1,8 miliar - Rp 2,5 miliar. Di rentang harga ini, masih ada daya beli masyarakat dan pihak bank pun masih relatif terbuka untuk menyalurkan KPR (kredit pemilikan rumah).
Tiga poin penting yang perlu diperhatikan ketika akan membeli properti adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Anda pasti sudah sering mendengarnya dari acara properti. Dan, pada kenyataannya, memang seperti itulah adanya. Lokasi menjadi kunci penting dalam pemilihan properti.
Teori yang berlaku umum adalah semakin strategis suatu lokasi akan semakin mahal harganya. Hal ini memang benar. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah ketika harga terus merangkak naik, akan sampai setinggi apa? Dan, apakah di harga yang setinggi itu, ada orang yang mau atau mampu untuk membelinya?
Hal ini penting karena sestrategis apa pun lokasi properti Anda dan setinggi apa pun kenaikan harganya, pada akhirnya para calon pembelilah yang memutuskan apakah mereka mau dan mampu untuk membelinya. Jika tidak ada yang berminat, maka akan menjadi kerugian bagi Anda karena pasti properti itu akan membutuhkan biaya perawatan dan lain-lain. Dalam istilah lainnya, Anda nombok.
Dalam mempertimbangkan lokasi, ada baiknya Anda melakukan survei kecil-kecilan terlebih dahulu. Cobalah kunjungi daerah properti tersebut pada saat hari kerja, pada saat libur, atau bahkan pada saat musim hujan. Beberapa pengembang properti menyebutkan bahwa properti yang mereka tawarkan hanya berjarak sekian menit dari pusat kota, coba Anda lakukan survei apakah memang seperti yang dinyatakan oleh pengembang.
Coba juga Anda lihat kondisi daerah tersebut ketika hujan. Jangan sampai, Anda membeli properti yang ternyata rutin terendam banjir setiap hujan turun. Anda bisa lakukan cross-check ke orang-orang yang biasa beraktivitas di sekitar daerah tersebut.

Jadikan aset produktif

Berinvestasi di properti, cenderung membutuhkan modal yang cukup tinggi, baik dalam bentuk tanah ataupun rumah. Hal ini membuatnya tak mudah untuk diakses sebagai investasi. Untuk berinvestasi di properti, Anda bisa memanfaatkan fasilitas KPR.
Berinvestasi properti dengan memanfaatkan KPR lebih baik jika properti tersebut menjadi aset yang produktif. Maksudnya, properti tersebut bisa memberikan sumber penghasilan pasif rutin per bulan yang lebih tinggi daripada besar cicilan bulanan KPR. Misal, jika memiliki investasi properti dalam bentuk rumah, dapat Anda kontrakkan atau dijadikan kos-kosan. Penghasilan sewa per bulan dapat Anda pakai untuk menutup cicilan KPR-nya.
Jadi, pada akhirnya properti bisa Anda manfaatkan sebagai wahana berinvestasi. Tapi, karena harganya yang mahal dan jumlahnya yang terbatas, akan membutuhkan beberapa perhatian sehingga Anda tidak salah dalam membelinya. Anda pun bisa memanfaatkan properti milik Anda sebagai penghasil passive income, tak harus menunggu harganya meningkat di masa depan.
Terakhir, apabila Anda ingin membelinya dengan fasilitas KPR, pastikan bahwa cicilannya dapat diakomodasi oleh kondisi kesehatan keuangan Anda.
Selamat berinvestasi properti!

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/berinvestasi-di-properti