Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Menangkap Peluang Bisnis Aplikasi Mobile


Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 28/02/2012 16:53 WIB


SpeedUp Studio9 (dok.MLW)
Jakarta - Gartner dari hasil risetnya memprediksi dalam dua tahun mendatang, 2014, akan ada lebih dari 70 miliar download aplikasi mobile dari toko aplikasi (apps store) setiap tahunnya.

Dan pastinya, toko aplikasi yang lengkap merupakan syarat untuk bisa sukses di pasar konsumen mobile saat ini.

Peluang bisnis itu juga coba diraih oleh sejumlah perusahaan di Indonesia. SpeedUp dari MLW Telecom, misalnya, yang coba merintis bisnis aplikasi mobile lewat apps store yang ditanamkan pada modem seluler 3G miliknya.

Tentu, untuk bisa menggarap bisnis ini, SpeedUp tak bisa sendirian. Maka digandenglah mitra yang bisa ikut mengembangkan ekosistem bisnis dari aplikasi mobile ini.

"Kami menggandeng operator seluler Telkomsel dan vendor teknologi ternama Intel," kata Rahmad Widjaja Sakti, Direktur Produk dan Marketing PT MLW Telecom, kepada detikINET, di Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Ia menjelaskan, Telkomsel merupakan mitra ekslusifnya sejak lama dalam hal bundling modem internet 3G. Selain itu, dalam bisnis aplikasi mobile ini, Telkomsel juga punya T-Cash yang bisa dimanfaatkan untuk metode pembayarannya.

Sedangkan Intel, ikut andil dalam mengembangkan apps store yang dibangun oleh SpeedUp.

Studio9

Fitur Studio9 sendiri merupakan layanan One-Stop-Shop toko aplikasi online terintegrasi bagi para pengguna modem SpeedUp.

"Melalui kolaborasi SpeedUp AppsStore dengan Intel AppUp, SpeedUp dapat menghadirkan layanan aplikasi terintegrasi, secara efisien, satu hal penting yang sangat diperlukan oleh pasar digital saat ini," ujarnya.

Sejak diluncurkan November 2011 tahun lalu, kata Rahmad, Studio9 terus mengalami peningkatan hits setiap bulannya.

"Berdasarkan data riset internal, per Januari 2012, Studio9 telah diakses sebanyak 182.251.034 pada bulan tersebut, lebih dari 1.000 games dimainkan, dan lebih dari 1.500 konten diakses setiap hari," ungkapnya.

Untuk memperkaya konten aplikasi yang ditawarkan, SpeedUp memperkenalkan fitur baru di dalam Studio 9, yaitu Studio Magz dan Studio Social. Fitur ini melengkapi fitur-fitur lain yang sudah ada seperti Studio Music, Studio Books, Studio News, Studio Games, dan SpeedUp Apps Store.

"Kedua fitur baru ini diharapkan dapat membuat pengguna Studio 9 menjadi lebih leluasa menikmati fitur lifestyle yang ada," kata Rahmad.

Di dalam fitur StudioSocial, akses Facebook dan Twitter ditawarkan dalam satu interface. Fitur ini dinilai penting, karena menurut statistik sosial media yang dirilis Socialbakers, Indonesia merupakan pengguna Facebook terbesar kedua di dunia.

"Saat ini ada 40.515.180 pengguna bahasa Indonesia di Facebook pertengahan Oktober 2011. Ini merupakan lonjakan lebih dari 4,7 juta pengguna dibandingkan pada Maret 2011," ucap Rahmad.

"Hasil ini ditambah dengan kenyataan bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia telah meningkat dari 14,1% pada Maret 2011 untuk 21% tweet, menurut penelitian yang dilakukan oleh Nielsen," lanjutnya.

Masih mengutip data dari Socialbakers, 89% pengguna Facebook di Indonesia berada di bawah usia 35, dengan mayoritas berasal dari kisaran 18 sampai 24 tahun dengan persentase 41%. Pertumbuhan terbesar pengguna antara Juli 2011 dan Oktober 2011 juga datang dari kelompok 18 sampai 24 tahun.

Sedangkan dalam fitur StudioMagazine, SpeedUp coba menawarkan alternatif bacaan yang sifatnya Go Green dan bisa menghemat biaya 80% dari harga normal majalah cetak.

Dalam aplikasi Studio Music, berbagai macam tipe musik disediakan, mulai dari genre Pop, Dance, Jazz, R&B, Rock, Reggae,Rap & HipHop, Blues, Kids Song hingga Klasik.

"Aplikasi ini menyediakan lebih dari 530.000 judul lagu, baik itu dari Indonesia, Korea, Barat hingga Indie. Hanya dengan satu klik mereka dapat memilih musik yang ingin mereka nikmati, dan ini semua legal," kata Rahmad.

Studio Music juga menyediakan official video klip dan lirik lagu terbaru dari berbagai macam artis favorit.

Dalam kerja samanya dengan Telkomsel, pengguna kartu itu akan mendapatkan akses gratis unlimited selama 30 hari untuk pengguna modem SpeedUp tipe SpeedUp Lifestyle dan SpeedUp Pro.

Aplikasi Lain

Games merupakan hiburan favorit yang sangat disenangi saat ini, mengingat games merupakan permainan yang dapat dinikmati sendiri ataupun bersama rekan-rekan di kala waktu senggang.

Studio Games, terang Rahmad, menyedikan akses gratis ke ribuan games seperti Urban Fat Burner, Pacman, Casino, Racing dan banyak games lainnya. Semua pengguna modem SpeedUp mendapatkan akses gratis ke semua jenis games.

Aplikasi lain juga ditawarkan melalui Studio Ebooks yang memudahkan pengguna mencari dan membaca ribuan eBooks di dalamnya, serta Studio News untuk memantau perkembangan berita terkini.

Di dalam SpeedUp Apps Store yang didukung teknologi Intel AppUp, terdapat lebih dari 5.000 aplikasi gratis dan sebagian merupakan aplikasi yang digemari para konsumen seperti Will I Am, Fruit Ninja, Angry Birds serta MixMan (Music Apps).

"80% dari aplikasi tersebut tersedia secara gratis. Para pengguna juga bisa mendapatkan ribuan aplikasi yang bisa diunduh langsung ke PC ataupun perangkat lainnya yang menggunakan modem," pungkas Rahmad.

( rou / rns ) 

Sumber:
http://inet.detik.com/read/2012/02/28/165328/1853737/317/menangkap-peluang-bisnis-aplikasi-mobile 

4 Macam Peluang Bisnis

Views :422 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 28 Februari 2012 13:05
Opportunity-EntMungkin jika Anda berpikir kembali jelaslah bahwa para entrepreneur adalah orang-orang yang selalu penuh rasa optimistis. Saat orang lain dihadapkan pada masalah, para entrepreneur justru menemukan sebuah peluang untuk mendirikan sebuah bisnis yang menguntungkan. Dengan hanya mengubah sudut pandang kita menjadi lebih positif dan optimistis saat menghadapi krisis atau masalah, kita bisa menjadi seorang entrepreneur yang hebat. Bagi Anda yang hendak mengasah intuisi untuk mengenali peluang emas dalam berbisnis, kenalilah 4 macam peluang bisnis berikut ini:

1. Masalah

Bisakah Anda mendirikan suatu bisnis yang memberikan sebuah solusi efektif atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh diri Anda sendiri dan orang lain.

2. Perubahan

Perubahan apapun yang sedang terjadi dalam masyarakat patut untuk diketahui. Perbarui pengetahuan kita tentang lingkungan sekitar dan dunia dengan membaca, mendengar dan mengamati sebanyak-banyaknya. Perubahan apapun, dalam aspek apapun, bisa menjadi sebuah peluang bisnis yang menggiurkan jika mampu mengelola.

3. Penemuan

Jika Anda seorang yang mampu menghasilkan sebuah penemuan baru, Anda patut berbangga karena Anda memiliki kelebihan dibandingkan yang belum/ tidak mampu menghasilkan penemuan baru. Namun bagi yang belum/ tidak bisa merancang penemuan baru, Anda pun bisa memanfaatkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk menjual dan memasarkan penemuan baru yang dihasilkan oleh pihak lain. Bahkan akan sangat bagus jika Anda mampu menjadi seseorang yang kali pertama memperkenalkan penemuan baru ke dalam wilayah, masyarakat, atau negara Anda. Setiap perkembangan terutama yang berkaitan dengan teknologi bisa melahirkan sejumlah peluang bisnis baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

4. Persaingan

Persaingan tidak hanya bisa disingkirkan dengan produk baru tetapi juga dengan menggunakan sebuah strategi bisnis yang efektif untuk menjual produk atau jasa yang sudah ada. Amati lingkungan  sekitar Anda. Selalu cari kelemahan dari bisnis yang sudah dijalankan orang lain. Kemudian jadikan itu sebagai selling point dari bisnis Anda kelak. Misalnya jika Anda hendak mendirikan sebuah bisnis jasa pengiriman barang, Anda bisa amati apakah ada bisnis serupa di sekitar Anda. Jika ada, amati kelemahan bisnis mereka. Contohnya bila waktu pengiriman yang dijanjikan ternyata tidak secepat yang dijanjikan, maka Anda harus bisa memenuhi ekspektasi konsumen dengan mengirimkan barang dalam waktu yang lebih singkat.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/14796-4-macam-peluang-bisnis.html

Kamis, 09 Februari 2012

Bisnis pelumas kian licin

BISNIS PELUMAS

Bisnis pelumas kian licin


Bisnis pelumas kian licin JAKARTA. Bisnis otomotif yang terus bertumbuh berimbas pada penjualan minyak pelumas alias oli di Indonesia. Kalangan pebisnis oli yakin penjualan produk mereka di tahun ini bakal bertumbuh antara 3% hingga 5%, atau mencapai 735.000 kiloliter (kl), dari volume penjualan tahun lalu yang sebesar 700.000 kl.
Menurut Christina CH Simorangkir, Kepala Departemen Merek dan Komunikasi PT Pertamina, faktor pertumbuhan produksi kendaraan bermotor, baik mobil atau motor di pasar domestik menjadi pemicu utama bisnis oli. "Saya yakin bisa tumbuh 3%-5%," katanya, kemarin.
Perusahaan migas pelat merah ini jelas berkepentingan dengan bisnis oli ini. Pasalnya, kontribusi terbesar dari total penjualan oli Pertamina berasal dari base oil (bahan baku oli) buatan kilang Pertamina, baik itu untuk oli mineral atau oli sintetis.
Alhasil, Pertamina pun yakin bisa mengerek pertumbuhan penjualan sebesar 3%-5% tahun ini atau mencapai 441.000 kl. Adapun hasil penjualan oli Pertamina tahun lalu hanya 420.000 kl. "Kami yakin bisa mencapai target ini dengan strategi marketing yang komprehensif," katanya.
Untuk melicinkan penjualannya, dalam waktu dekat Pertamina bakal mengeluarkan produk oli mobil terbaru, yakni seri lanjutan dari Fastron Techno 10 W-40. Selain itu, Pertamina merilis produk oli motor skutik.
Selain peluncuran produk baru, Pertamina juga tetap menjalin kerjasama dengan industri otomotif. Seperti dengan Mercedes Benz Indonesia, dan memasok bahan baku pelumas ke perusahaan lain, seperti PT Federal Oil.
Untuk kontribusi penjualan, menurut Chirstina, bakal sama seperti tahun lalu, dimana oli sepeda motor masih menyumbang 60% dari total penjualan oli Pertamina. Sisanya adalah oli mobil.
Saat ini, Pertamina memiliki sekitar 200 lebih merek oli, baik untuk pasar otomotif atau industri. Untuk oli motor, misalnya, Pertamina punya merek Enduro Matic dan Enduro Racing. Adapun oli mobil, Pertamina punya Fastron dan Prima XP.
Pertamina sendiri memiliki pabrik oli di Jakarta, Cilacap dan Gresik dengan kapasitas produksi mencapai 500.000 kl per tahun.
Untuk mendukung penjualan, Pertamina sudah memiliki lebih dari 50 pemasok yang mendistribusikan oli Pertamina di 50.000 outlet. Termasuk outlet di SPBU Pertamina. Serta bengkel binaan Pertamina, seperti Olimart, Enduro , dan bengkel umum lainnya.
Kerja sama dengan TAM
Tak mau kalah dengan Pertamina, PT Topindo Atlas Asia, pemasok pelumas merek Top 1, langsung pasang target lebih tinggi ketimbang Pertamina. Menurut Akmeilani, Brand Activation Coordinator Topindo, perusahaannya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20% dari hasil penjualan tahun lalu. Namun, Akmeilani enggan memaparkan volume penjualan Top 1 di 2011 itu.
Topindo punya keyakinan kuat, peningkatan pertumbuhan populasi kendaraan, baik mobil atau motor, bakal melicinkan bisnis minyak pelumas. Terutama di segmen sepeda motor. Di segmen ini ada kecenderungan motor matik makin mendapat tempat di hati konsumen. "Kami sendiri siap melayani permintaan masyarakat. Seperti mengeluarkan produk oli matik untuk motor," katanya.
Supaya target tercapai, Topindo dalam waktu dekat juga bakal meluncurkan beberapa produk baru. Tak cuma sebatas oli untuk sepeda motor saja tapi juga untuk mobil. Namun, untuk spesifikasi produk Akmeilani masih belum membocorkan.
Tahun lalu, Topindo sudah meluncurkan lima produk baru. Sehingga jumlah total produk Topindo yang beredar di pasar ada 47 produk. Salah satu produknya adalah Top 1 Synth Motor Oil 20w-50 untuk mobil dan Top 1 Action Plus 10W-40 untuk motor.
"Kami sendiri siap melayani permintaan masyarakat. Seperti mengeluarkan produk oli matik untuk motor," kata Akmeilani.
Sama seperti Pertamina, oli untuk sepeda motor menyumbang sekitar 60% dari total penjualan Topindo. Sedangkan oli mobil sekitar 30%. Sisanya adalah oli untuk mesin dan suku cadang.
Selain itu, Akmeilani menambahkan, tahun ini Topindo akan menjajaki kerja sama dengan PT Toyota Astra Motor(TAM). Bila kerja sama itu berhasil, Topindo berharap produknya akan mejeng di setiap outlet purna jual milik TAM. "Saat ini kami sudah kerjasama dengan PT Astra Daihatsu Motor, Asco Automotive, dan PT Suzuki Inmobil Sales," ungkapnya.

Sumber:
http://industri.kontan.co.id/news/bisnis-pelumas-kian-licin

Raup Laba dari Toko Perlengkapan Sulap

Views :100 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 09 Februari 2012 10:24
Berbagai jenis usaha tumbuh subur di Indonesia. Namun, hanya ada beberapa yang unik. Salah satunya adalah jenis usaha yang dijalani Raden Herman Budi Kusmana. Usaha yang digeluti ini berhubungan dengan sulap.

CE-logoSemua dimulai ketika Herman duduk di bangku SMA, kecintaan dia terhadap seni sulap mulai tumbuh. Keinginan tersebut terus digali hingga akhirnya Herman yang akrab disapa Didi I Pusu ini berguru kepada seseorang. Keseriusan ini terus diselami, meski dapat tanggapan miring dari kedua orangtuanya. ”Saya hobi sulap mulai SMA, dulu sempat diragukan orangtua. Buat apa belajar sulap seperti ini, mending mendalami kegiatan lain. Tapi, saya terus belajar dengan guru saya dulu. Jadi, terus saya dalami,” ujarnya.

Setelah memiliki keahlian sebagai pesulap, dia mulai mengisi acara. Awalnya, hanya menghibur keponakan teman sekolahnya dengan upah Rp50.000. Setelah masuk ke bangku kuliah, Didi sering menunjukkan keahlian dia ini kepada teman-teman. Hingga akhirnya saat sedang berkumpul di sebuah kafe di dekat kampus, lalu orang pemilik tempat itu melihat keahlian Didi dan menawarkan untuk bermain di tempatnya. Dari situ mulai datang tawaran- tawaran mengisi acara, seperti ulang tahun dan sebagainya.

Seiring waktu kegiatan show-nya pun makin meningkat. Didi makin sering bermain sulap di kafe-kafe Ibu Kota sehingga pendapatan dia pun cukup untuk dibelikan alat-alat trik sulap. Dengan semakin banyaknya koleksi alat-alat trik sulap, Didi tercetus pikiran untuk membuat toko khusus yang menjual alat-alat sulap. Idenya ini baru terwujud pada akhir 2003. ”Kenapa sulap, selain hobi juga dan belum banyak yang melirik lahan ini. Waktu itu di Jakarta baru ada dua toko sulap, jadi saya putuskan menjual benda-benda sulap,” ucapnya.

Pria kelahiran 22 April 1978 ini memulai usahanya dengan menjual barang-barang koleksi pribadinya. Dia juga menunggu counter yang disewa di Mal Cinere hingga kurun waktu satu tahun. ”Saya memulai usaha itu dengan modal sekitar Rp20juta. Modal terbesar digunakan untuk sewa tempat. Lalu, sisanya digunakan untuk display, juga menambah barang dagangan, tapi kebanyakan koleksi pribadi sendiri,” ungkap pria berkulit putih ini.

Barang jualan Didi memang terbilang unik bagi sebagian orang. Yang dijual pun bukan hanya barang, juga ilmu, trik, atau rahasia dibalik pengajaran khusus sebuah seni sulap. Untuk barang dagangan ini, Didi memiliki trik khusus untuk promosi. ”Saya biasanya melakukan show di counter. Dengan demikian, orang jadi tertarik datang untuk melihat. Dari situ mereka tanya, lalu kami jelaskan hingga mereka tertarik untuk membeli,” katanya.

Dengan pembukaan toko dan strategi marketing yang dilakukan Didi, respons masyarakat terbilang cukup menjanjikan. Semua usaha memiliki rintangan masing-masing. ”Masalahnya kalau di sulap ini, orang jarang tahu sehingga kurang menghargai seni ini,” tandasnya.

Dengan dibukanya counter pertama sebagai strategi promosi, Didi juga membuka situs di internet. Dengan adanya situs ini, ia mengaku, sangat terbantu dengan luasnya jarak dan waktu yang menghalangi dia untuk dikenal masyarakat luas. Barang dagangannya terbilang cukup mahal, selain impor juga karena ilmu, trik, dan rahasia yang terdapat di belakang itu semua. Barang dagangan Didi berkisar antara Rp35.000 hingga Rp3juta.

Harga satu barang ini bisa lebih mahal lagi ketika dia memiliki pesanan khusus dari pelanggan. Tingginya antusias pasar terhadap barang dagangannya, Didi mulai mengembangkan sayap hingga ia membuka kursus sulap hingga akhirnya membuat sekolah khusus sulap. Kurikulum dia diadopsi dari sekolah sulap internasional, yang didapat dari rekan sesama pesulap di luar negeri. Dengan jaringan yang terus terbentuk, sekolah sulapnya terus menghasilkan pesulap yang baik. Didi juga tak segan membantu menyalurkan anak didiknya ke pertunjukan-pertunjukan sulap di Ibu Kota. ”Karena semakin banyak murid saya yang lulus. Mereka bingung mau show di mana, lalu saya hubungi kembali tempat-tempat yang dulu saya pernah main agar murid saya memiliki tempat untuk menyalurkan keahliannya,” paparnya.

Hingga kini, Didi telah memiliki dua counter yang berlokasi di Mal Cinere dan Pasaraya Blok M. Didi juga mengurus manajemen 23 pesulap hasil didikan dia, dari usia 11 hingga 22 tahun. Omzet yang diraihnya setiap bulan juga lumayan, mencapai Rp50juta. (*/ Harian Seputar Indonesia)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/15047-raup-laba-dari-toko-perlengkapan-sulap.html

Rabu, 08 Februari 2012

Raup Untung dari Menulis Online

Views :244 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 08 Februari 2012 09:06
Perkembangan media sosial sudah sedemikian pesat. Mulai dari blog pribadi sampai portal berita. Bagi yang hobi menulis, Anda bisa menyalurkannya di blog pribadi atau berpartisipasi dalam portal berita. Banyak situs berita online yang menyediakan kanal khusus dengan label citizen jurnalism alias jurnalisme warga yang dapat Anda manfaatkan.

menulis0212Menjadi penulis di media sosial tak hanya bermanfaat bagi Anda. Dengan menyebarkan wawasan, orang lain bisa tercerahkan. Dari kegiatan itu siapa tahu ada media konvensional yang tertarik dengan gaya tulisan dan ide-ide Anda lalu merekrut menjadi kontributor.

Kalaupun tak ada yang merektrut jadi kontributor, Anda bisa memperoleh pendapatan dari tulisan-tulisan Anda yang diterbitkan menjadi sebuah buku.

Sebut saja Raditya Dika, setidaknya ia telah menelurkan 8 buku yang merupakan kumpulan tulisan dari blog-nya. Dan saat ini Dika tidak hanya dikenal sebagai penulis, tapi juga ia sudah kesohor menjadi artis.

Kumpulkan semua tulisan Anda, pilihlah yang pantas menjadi sebuah buku lalu tawarkan kepada penerbit. Pelajari prosedur dan tata caranya. Setelah itu tunggulah jawaban dari penerbit. Syukur-syukur kalau langsung memperoleh kontrak.

Kalau Anda ragu degan kemampuan menulis, Anda dapat memanfaatkan situs online seperti nulisbuku.com untuk melatih kemampuan menulis Anda. Dari situ Anda bisa mendapatkan banyak masukan dari anggota lainnya.

Jika Anda berniat menulis buku, tulislah artikel-atilkel yang bisa dibaca sepanjang masa. Misalnya artikel perjalanan wisata atau artikel tips. Di beberapa media online juga memiliki blog khusus untuk masyarakat. Anda dapat memanfaatkan blog ini untuk memperkenalkan tulisan Anda kepada penerbit. (*/dari berbagari sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/48-peluang-/15012-raup-untung-dari-menulis-online.html

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: BENTO


Iming-iming laba gerai masakan Jepang



Iming-iming laba gerai masakan Jepang

Belakangan ini, berbagai pilihan masakan Asia semakin akrab di lidah masyarakat Indonesia. Salah satunya, masakan dari Jepang. Terbukti, gerai makanan yang menawarkan kuliner khas Negeri Matahari Terbit kini bertebaran di Tanah Air, mulai warung kaki lima sampai restoran di hotel bintang lima.

Menu yang ditawarkan juga bervariasi. Ada sushi, takoyaki, bento, dan yakiniku. Menjamurnya gerai makanan Jepang mengindikasikan, bahwa ceruk bisnis makanan ini cukup menjanjikan.

Itu pula yang mendorong Bhakti Desta Alamsyah tergiur menjajakan masakan Jepang. Di bawah bendera PT Bandung Era Sentra Talenta, ia mendirikan gerai masakan Jepang Tokiyo Bento. Gerai ini menjajakan bento sebagai menu utamanya.

Gerai yang berdiri tahun 2009 itu meluncur pertama kali di Bandung, Jawa Barat. Pada akhir tahun 2011 lalu, Bhakti mulai menawarkan kemitraan kepada calon investor yang berminat.

Menurut Bhakti, pasar bento di Indonesia saat ini belum tergarap maksimal. Nah, agar diterima pasar secara luas, ia menetapkan harga jual yang murah. Yakni, berkisar Rp 9.000 - Rp 17.000 per paket. "Kami membidik semua kalangan," ujarnya.

Tokiyo Bento menawarkan empat paket kemitraan. Yaitu, paket kios, ruko, mini kafe, dan resto. Nilai investasi masing-masing paket sebesar

Rp 65 juta, Rp 105 juta, Rp 165 juta, dan Rp 225 juta. "Mitra akan mendapat seluruh peralatan, promosi, dan bahan baku awal," imbuh Bhakti.

Bhakti menjanjikan, mitra dapat memperoleh omzet sebesar Rp 800.000 per hari untuk paket kios, Rp 2 juta (ruko), Rp 8 juta (mini kafe), serta Rp 12 juta (resto). "Semua paket bisa balik modal kurang dari setahun, yakni 6 - 11 bulan," janji dia.

Dari omzet tersebut, Bhakti mengutip royalty fee sebesar 4% per bulan. Jika mitra sudah balik modal, pungutan royalti naik menjadi 5%.

Lantaran kemitraan ini baru ditawarkan, Tokiyo Bento belum memiliki mitra sama sekali. Tokiyo Bento baru menjalankan dua gerai milik sendiri di Bandung.

Namun Bhakti mengklaim, saat ini, sudah ada 10 calon mitra yang berminat bekerja sama. Mereka berasal dari Muara Enim, Batam, Tangerang, Jakarta, Surabaya, Pontianak, dan Makassar. "Kami menargetkan tahun ini memiliki 50 gerai, 70% di antaranya milik mitra," ungkap dia.

Khoerussalim Ikhsan, konsultan wirausaha, menilai, Tokiyo Bento terlampau optimistis mematok target. Kendati pasar bento masih terbuka lebar, agak sulit bisa balik modal kurang dari setahun dengan investasi yang ditawarkan Tokiyo Bento. "Bisnis kuliner memang tidak pernah mati, tapi persaingannya tidak mudah juga," jelasnya.

Khoerussalim menyarankan, calon mitra mempelajari dengan cermat tawaran kemitraan ini. "Selain brand-nya belum terkenal, bento masih tergolong makanan yang cocok di perkotaan," ujarnya.

Tokiyo Bento
Graha DFI 2nd Floor Grand Surapati Core
Jl. PHH Mustofa No. 39
Bandung 40192
HP 087824588881
Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/iming-iming-laba-gerai-masakan-jepang/2012/02/07