Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Burung Unta, Burung Terbesar Yang Masih Hidup

Burung unta merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter (8 kaki), ia cukup besar untuk seseorang dewasa berbadan kecil menunggang mereka dan telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang dan termasuk dalam kumpulan primitif yang kurang dikenal, yaitu ratit (Palaeognaths). Nama ilmiahnya Struthio camelus.

Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus, telah lenyap.
Burung unta dipelihara sebagai sumber daging di kawasan sejuk seperti Swedia. Rasa dagingnya seperti daging tak berlemak.

Menurut kepercayaan rakyat, burung unta terkenal karena menyembunyikan kepala mereka di dalam tanah saat berhadapan dengan bahaya. Perilaku ini tidak pernah dicatat atau dilihat, walaupun burung unta diketahui merendahkan kepala dan leher mereka ke tanah untuk melindungkan diri bila predator mendekat. Apabila terancam, burung unta mampu membuat predatornya luka parah dengan tendangan dari kaki mereka yang kuat itu.


Anggota lain kelompok Palaeognaths termasuk burung rea, emu, kasuari serta burung terbesar yang diketahui tetapi sekarang lenyap, Aepyornis.

Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip.

Burung unta mempunyai leher yang panjang dan mampu berlari hingga 65 km/jam.
Burung unta terkenal dengan sarang masyarakat, di mana beberapa ekor burung betina akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.



 Sumber

Budidaya Burung Merpati



Burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat, dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung. Bila ingin Membudidayakan Burung merpati anda harus tau trik untuk  memilih burung ini:

1. Burung yang kamu beli itu harus sehat. 
Ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus,bagian ujung sayapnya tidak  turun, bila di tangkap dengan tangan bereaksi kuat/beringas.

2. Jangan membeli Burung merpati yang sudah tua
ciri-ciri burung merpati yang tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

3. Pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina
Induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia akan berkutut.
Sebagai tambahan, Anda mungkin bingung bila harus memilih burung yang banyak dalam 1 sangkar. Amatilah sebentar dan Perhatikan mana yang lebih dominan/menguasai kurungan tersebut, pilihlah burung yang dominan itu induk yang bagus dan baik untuk di budidayakan.

Ada 2 Macam cara Budidaya Burung Merpati yaitu:
1. Metode kandang, sistim ini kurang efektif karena burung merpati adalah burung yang suka bersosialisasi.
   Sehingga akan menekan terhadap keagresifan burung dan memperlama proses perjodohan, dan 
   bila menggunakan metode ini harus membuat sangkar yang luas.
2. Metode LEpas Kandang
   Metode ini sangat efektif, namun jangan keliru. Melepaskan burungnya setelah beberapa hari tinggal di sangkar.
   Misalnya 21 hari setelah pembelian, dan sebelum melepas untuk berjaga2 sayap burung di lakban/di lem isolas,
   Agar burung tidak bisa terbang jauh. 
Pengetahuan Mengenai cara Menjodohkan Burung
1. Pilih burung merpati yang akan kita jodohkan, tentu saja harus pastikan jantan dan betina. 
2. Kurung burung jantan dan betina dalam satu kandang. lebih bagusnya tutup kandang  pada malam hari.
3. Mandikan burung tiap hari dan jemurlah ,Setelah kering masukkan burung dalam kandang lagi dan beri makan. 
4. ulangi lagi dari no 2 -3 kurang lebih 3 hari maka burung akan jodoh.
Ciri-ciri burung yang sudah jodoh adalah bila si jantan di lepas akan terbang mencari si betina, dan bila didekatkan si jantan akan berkutut.

Kalo burung udah jodoh, Segera Persiapkan ranting/jerami biasanya akan digunakan sebagai tempat bertelur. Seekor betina biasanya akan bertelur 1-2 saja. Burung akan mengerami telurnya selama 20-21 hari apabila dalam waktu yang lebih belum menetas, telur itu busuk. Saat Sudah menetas berilah makan Be-er, karena pasti akan disuapkan ke anaknya tersebut.
Pakan Yang baik untuk burung merpati adalah jagung dan kacang hijau.
Selamat mencoba, Bila ada kekurangan mohon ditambahkan. Suksess terus berwira usaha !!!
Info tentang Budidaya lainnya klik disni.

Kamis, 05 April 2012

Moa Raksasa Punah Pada Tahun 1500

Moa raksasa (Dinornis) adalah genus burung ratite yang sudah punah yang masuk kedalam famili moa. Spesies ini endemik terhadap Selandia Baru.

Dinornis merupakan salah satu burung terbesar yang pernah hidup. Burung ini memiliki tinggi 3 m dan berat 300 kg. Sayapnya berwarna coklat kemerahan dan seperti rambut, dan menutupi hampir seluruh tubuh kecuali bagian bawah kaki dan kebanyakan kepala. Kakinya besar dan kuat, dan burung ini memiliki leher panjang yang membuat mereka dapat mencapai tanaman tinggi.

Moa raksasa, seperti moa lainnya, dihabisi oleh koloni manusia yang memburunya untuk makanan. Semua taxa pada genus ini punah pada tahun 1500 di Selandia Baru.



Sumber

Burung Emu Tasmania Punah di Abad 19

Emu Tasmania (Dromaius novaehollandiae diemenensis) adalah subspesies Emu yang telah punah. Binatang ini ditemukan di Tasmania dimana binatang ini terisolasi selama Pleistocene Akhir. Sebagai pertentangan terhadap takson emu pulau lain, Emu Pulau King dan Emu Pulau Kangguru, populasi di Tasmania cukup besar, yang berarti bahwa di sana tidak ada tanda penyebab ukuran populasi kecil sebagai dua lainnya yang terisolasi. Walau begitu, Emu Tasmania tidak memiliki kemajuan langsung dimana jenis ini dapat dipertimbangkan spesies yang jelas, dan bahkan statusnya sebagai subspesies jelas tidak secara keseluruhan disetujui sebagai binatang ini disetujui dengan unggas daratan pada pengukuran dan karakter luar yang digunakan untuk membedakan binatang ini - warna keputihan sebagai ganti hitam pada leher dan kerongkongan dan bagian leher yang tak berbulu - kelihatannya juga ditampilkan, sekalipun langka, dalam beberapa burung darat. Saat ini, binatang ini kelihatannya hanya diketahui dari tulang subfosil, kulit yang pernah hidup sekali telah hilang.

Sumber

Minggu, 01 April 2012

Kiwi, Simbol Negara Selandia Baru

Kiwi adalah spesies lain dari burung tidak dapat terbangyang endemik di Selandia Baru dari genus Apteryx (satu-satunya genus dalamfamili Apterygidae). Dalam ukurannya yang seperti ayam domestik, kiwi adalahratite hidup yang paing kecil. Seluruh spesies kiwi adalah spesies terancam.Kiwi juga merupakan simbol nasional Selandia Baru.

Burung kiwi dinobatkan sebagai ikon negara selandia barukarena beberapa hal berikut:

1.    Kiwi adalahburung yang khas berasal dari wilayah selandia baru, dan telah endemik selama jutaan tahun di sana.
2.    Burung kiwidianggap memiliki semangat nasional negeri itu yaitu mampu bertahan danberevolusi selama jutaan tahun.
3.    Kiwi telahmenjadi simbol bagi orang-orang selandia baru dalam hal usia, ras, gender, dankepercayaan.
4.  Kiwi telah menjadisebutan bagi orang selandia baru sejak lama. Hal ini diawali dari kisah seoranglelaki kelahiran Skotlandia yang pada permulaan tahun 1900 membuatproduk semir sepatu yang mampu membuat sepatu bersinar, tahan air, awet danlembut, yang ia sebut dengan semir Kiwi. Sebutan itu ia berikan sebagai bentukpenghargaan bagi negara calon istrinya yang berasal dari Oamaru selandia baru.Kemudian semir sepatu tadi menjadi populer selama masa Perang Dunia Pertama.Pada masa perang itu pasukan Amerika dan Inggris menggunakan semir tersebut danakhirnya menyebut orang-orang selandia baru dengan sebutan kiwi. Sebelummengenal semir itu mereka menyebut orang-orang selandia baru denganMaorilanders, En Zedders, atau Fernlanders, begitu semir kiwi menjadi populersebutan tadi berubah menjadi kiwi dan terus melekat bagi penduduk selandiabaru.
5.    Saat ini spesieskiwi termasuk sebagai hewan langka, maka dengan dijadikannya ia sebagai ikonNegara akan mendorong banyak upaya pelestarian dan perlindungan bagikelangsungan hidup kiwi agar tidak punah.

    Sabtu, 24 Maret 2012

    Penguin Adelia, Menjadikan Matahari Sebagai Pedoman

    Penguin Adelie adalah spesies penguin yang umum disepanjang pantai Antartika secara keseluruhan. Distribusi mereka berada di paling selatan pantai Antartika diantara penguin kaisar (Aptenodytes forsteri), skua kutub (Stercorarius maccormicki), petrel badai wilson (Oceanites oceanicus), dan petrel salju (Pagodroma nivea). Adapun burung ini ditemukan pada 1840 oleh penjelajah Perancis, yaitu Jules Dumont d'Urville. Ia menamai penguin ini untuk istrinya, Adéle.

    Penguin Adélie adalah salah satu dari tiga spesies dalam genus pygoscelis.Bukti Mitokondria dan nuklir DNA menunjukkan bahwa genus ini berpisah dari penguin lainnya 38 juta tahun yang lalu, sekitar 2 juta tahun setelah dari nenek moyang dari genus Aptenodytes. Pada gilirannya, penguin Adelie memisahkan diri dari anggota lain dari genus 19 juta tahun yang lalu.


    Panjang mereka 25 inci(70 cm) dan beratnya antara 4-5,5 kilogram. Bulu dibagian belakang kepala yang agak memanjang yang bertumbuh apabila sudah dewasa menjadi jambul. Penguin yang belum 14 bulan, tidak memiliki dagu hitam, dan juga cincin putih disekitar matanya.

    Penguin Adélie makan kril, cumi-cumi, dan ikan. Mereka dapat menyelam hingga 575 kaki (175 m) untuk mencari makan. Paruh mereka agak gemuk, tapi tepiannya kasar, salah satu kegunaannya adalah untuk menangkap ikan yang licin .Badan mereka memang khusus dirancang untuk berburu. Ilmuwan percaya bahwa penguin adélie makan lebih sedikit pada musim dingin daripada musim lainnya.

    Penguin Adelie tiba di alasan mereka berkembang biak pada bulan Oktober atau November, pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Pada bulan Desember, bulan terpanas di Antartika (sekitar -2 ° C), orang tua bergiliran mengerami telur, satu pergi untuk memberi makan dan yang lain tetap lainnya untuk menghangatkan telur. Para orangtua yang mengerami tidak makan. Pada bulan Maret, orang dewasa dan kembali muda mereka ke laut. Penguin Adelie hidup di es laut tetapi perlu tanah bebas es untuk berkembang biak. Dengan penurunan es laut dan kelangkaan makanan, populasi penguin Adelie sudah turun 65% selama 25 tahun terakhir.

    Penguin Adélie hidup di Laut Ross di kawasan Antartika dan bermigrasi rata-rata sekitar 13.000 kilometer selama tahun saat mereka mengikuti matahari dari koloni mereka untuk alasan musim dingin mencari makan dan kembali lagi. Perjalanan mereka yang terpanjang telah tercatat hingga 17.600 kilometer. Penguin Adélie sering tersesat juga, ini disebabkan karena mereka menjadikan matahari sebagai pedoman. Jadi apabila malam tiba, terkadang penguin jenis ini tersesat.

    Sumber

    Jumat, 23 Maret 2012

    Penguin Kaisar, Ras Terbesar

    Penguin kaisar yang mempunyai nama latin Aptenodytes forsteri, termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan tinggi badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih dari 35 kg. Sama seperti jenis penguin lainnya, penguin kaisar juga memiliki kaki yang berjaring dan bulu tebal di seluruh tubuhnya yang kedap air, dan merupakan spesies burung yang tidak dapat terbang.
    Penguin kaisar dideskripsikan pada tahun 1844 oleh zoolog Inggris George Robert Gray.
    Namun ciri yang paling terlihat untuk membedakan penguin kaisar dengan jenis penguin lain adalah garis kuning samar pada bagian lehernya. Berbeda dengan penguin raja, dimana garis kuning pada leher penguin ini lebih mencolok dan membentuk lengkungan tegas di lehernya daripada Penguin kaisar.


    Populasi Penguin kaisar hanya terdapat di Benua Antartika - kutub selatan bumi, merupakan daerah terdingin di belahan dunia paling selatan dengan suhu terendah mencapai -73° celcius. Mereka bersarang di sepanjang wilayah tepi pantai benua Antartika.
    Penguin kaisar dapat bertahan hidup disuhu dingin tersebut karena lapisan lemak setebal 2-3 cm pada tubuhnya berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar.

    Makanan utama penguin kaisar adalah ikan, udang, dan cumi-cumi. Anatomi sayap yang pendek memungkinkan penguin jenis ini untuk berenang hingga sejauh 15 km dan menyelam sampai pada kedalaman 900 kaki selama 18 menit. Oleh karena itu, ikan yang dimakannya lebih besar daripada yang dimakan oleh penguin-penguin dengan ukuran tubuh lebih kecil.

    Periode masa kawin pada penguin kaisar terjadi sepanjang tahun pada bulan Juni-Agustus. Penguin jantan dewasa akan mengepak-kepakan sayap untuk menarik perhatian betinanya, kemudian ketika mereka sudah menemukan satu pasangan yang tepat keduanya akan membuat ikatan dengan cara saling menepukan sayap di bagian belakang leher. Penguin adalah spesies burung yang setia pada satu pasangan.
    Setelah mengalami masa kawin, penguin betina akan bertelur dan telur dari penguin kaisar berbentuk seperti buah pir. Masa mengerami adalah tugas dari penguin jantan, selama kurang lebih 3 bulan, telur akan dierami di atas kaki penguin dan dilindungi oleh bagian bawah perut mereka. Kemudian penguin-penguin jantan tersebut akan membentuk koloni besar untuk menjaga suhu telur tetap hangat, sementara penguin betina secara berkelompok akan pergi hingga sejauh 90 mil untuk mengumpulkan makanan.


    terdapat 40 koloni pertangkaran di sekitar Antartika, dan dalam satu koloni tersebut masing-masing berjumlah hingga 10.000 ekor Penguin Kaisar dewasa. Koloni ini akan terus bersama-sama dan saling menghangatkan satu sama lain dengan cara berdiri saling berhimpitan, terutama ketika penguin jantan sedang mengerami telur. Pada bulan Januari-Februari, penguin akan bermigrasi ke arah selatan bumi untuk mencari makanan.

    Bayi penguin tidak pernah diajarkan cara berenang, menyelam ataupun berburu oleh orangtuanya. Secara otomatis, penguin akan beradaptasi dengan sendirinya untuk bertahan hidup. Jika mereka lelah berjalan, penguin - penguin akan meluncur di atas es menggunakan bagian dadanya.
    Populasi penguin kaisar bergantung pada jumlah ikan yang ada di laut, jika penangkapan ikan oleh manusia terus dilakukan secara besar-besaran maka populasi penguin pun dapat berkurang jumlahnya. Secara umum penguin tidak memiliki banyak musuh, singa laut adalah musuh utama mereka. Akan tetapi dengan kelincahan mereka di dalam air, penguin dapat dengan mudah menghindarinya.

    Sumber

    Kamis, 22 Maret 2012

    Burung Kormoran

    Kormoran adalah jenis burung dari famili Phalacrocoracidae bersama dengan Shag. Saat ini telah dibuat beberapa usulan klasifikasi, dan banyak yang dipertentangkan.

    Kormoran dan Shag adalah burung laut berukuran medium hingga besar. Ukuran mereka bervariasi, dari 45 cm dengan berat 340 gram (Kormoran Pigmi, Phalacrororax pygmaeus) hingga yang berukuran 1 meter dengan berat 5 kg (Kormoran Galapagos, Phalacrocorax harrisi). Kormoran yang diketahui telah punah, Kormoran Spectacled (Phalacrocorax perspicillatus) memiliki massa 6,3 kg. Mayoritas kormoran memiliki bulu berwarna gelap, namun di belahan bumi bagian selatan, warnanya hitam dan putih, dan beberapa memiliki banyak warna (Shag Selandia Baru).


    Mereka lebih sering berkeliaran di bibir pantai dari pada di atas laut, dan beberapa berkoloni di atas karang laut. Nenek moyang mereka adalah burung yang menetap di perairan air tawar. Mereka berada di seluruh dunia kecuali di kepulauan di tengah-tengah samudra Pasifik.
    Seluruh spesies kormoran adalah pemakan ikan, belut kecil, bahkan ular laut. Mereka menyelam dari permukaan. Mereka mendayung dengan kaki mereka untuk menyelam di air laut untuk mencari makan. Beberapa spesies diketahui mampu menyelam hingga 45 meter.

    Setelah menangkap ikan, mereka kembali ke pantai, dan seringkali terlihat sedang menjemur sayapnya di bawah sinar matahari. Seluruh spesies kormoran memiliki kelenjar khusus yang mempu menjaga bulu mereka tahan air, meski ada juga yang mengatakan bahwa bulu mereka memang tahan air tanpa adanya kelenjar tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa bulu mereka menyerap air namun tidak membasahi lapisan bulu dan kulit mereka. Kegiatan mengeringkan sayap ini sering terlihat, bahkan bagi Kormoran Galapagos yang tidak memiliki kemampuan lagi untuk terbang. Fungsi lainnya mengenai perilaku melebarkan sayap mereka pasca menangkap ikan adalah untuk pengaturan termal/panas tubuh dan membantu pencernaan.

    Kormoran adalah burung yang bersarang secara koloni, menggunakan pepohonan, bebatuan, atau tebing jurang. Telur mereka berwarna biru, dan umumnya hanya berjumlah satu setiap tahunnya. Kormoran muda diberi makan dari muntahan induk mereka.

    Sumber

    Rabu, 21 Maret 2012

    Pelatuk Paruh Gading

    Pelatuk paruh gading (Campephilus principalis) adalah salah satu spesies dari familia Burung pelatuk, Picidae; binatang ini secara resmi didaftarkan sebagai spesies terancam, namun pada akhir abad ke-20 telah ditetapkan secara luas sebagai spesies yang telah punah.

    Sebuah laporan menyatakan ditemukannya spesies jantan di Arkansas pada tahun 2004 dan 2005 dilaporkan oleh sebuah regu dari Laboratorium Ornitologi Cornell pada April 2005 (Fitzpatrick et al., 2005). Jika benar, hal ini akan menjadikan Pelatuk paruh gading menjadi sebuah spesies lazarus, suatu spesies hidup yang ditemukan kembali setelah ditetapkan punah selama beberapa waktu.
    Penawaran sebesar $ 10.000 ditawarkan untuk informasi yang bisa menunjukkan sarang, tempat bertengger atau tempat makan Pelatuk paruh gading.


    Pada akhir September 2006, sebuah regu Ornitologi dari Universitas Auburn dan Universitas Windsor menerbitkan makalah yang menyatakan pendapat yang mendetail mengenai bukti-bukti keberadaan Pelatuk Paruh Gading di sepanjang Sungai Choctawhatchee di Florida bagian barat laut. (Hill et al., 2006). Di samping laporan awal dari Arkansas dan Florida, bukti lain yang dapat menjadi acuan dalam menetapkan keberadaan populasi Pelatuk Paruh Gading yang bedasarkan foto atau video, contoh spesies, atau DNA dari bulu burung tersebut, sampai sekarang belum didapatkan. Meskipun begitu, usaha pembebasan tanah dan pemulihan sekarang sedang dilakukan untuk melindungi kelangsungan hidup pelatuk ini.

    Pelatuk Paruh Gading merupakan jenis pelatuk berukuran besar dari Amerika Serikat. Spesies yang terbesar dari semua pelatuk adalah Pelatuk Raja (C.imperialis) dari Meksiko barat, yang merupakan spesies langka lainnya. Panjang Pelatuk Paruh Gading adalah 50 cm dan berat 600 gram. Binatang ini memiliki rentang sayap sepanjang 75 cm.

    Burung ini berwarna hitam kebiruan dengan putih pada bagian leher hingga punggungnya dan putih yang lebih lebar pada tepi luar dan dalam sayapnya. Pada dalam sayap juga berwarna putih di sepanjang tepinya, mengakibatkan garis hitam hanya terdapat di sepanjang permukaan dalam sayap bagian tengah lalu melebar pada bagian ujung sayap. Jambul berwarna hitam pada betina dan anak-anak. Pada jantan, jambul berwarna hitam sepanjang sisinya, berubah serampangan menjadi merah pada ujung atas hingga belakang. Dagu dari Pelatuk Paruh Gading berwarna hitam. Ketika bertengger dengan sayap terlipat, baik pada jantan maupun betina akan tampak bidang kecil putih pada bagian punggung bagian bawah berbentuk segitiga kasar. Karakteristik tersebut menjadi cirinya sejak kecil dan Pelatuk Jambul paruh hitam. Pelatuk Jambul umumnya berwarna hitam kecoklatan, abu-abu kehitaman, atau biru kehitaman pada warnanya. Binatang ini juga memiliki belang putih pada leher tapi punggungnya yang umumnya berwarna hitam. Pelatuk Jambul muda dan dewasa memiliki jambul merah dan dagu putih. Kebanyakan Pelatuk jambul biasanya tidak memiliki warna putih pada tepi permukaan luar sayap mereka dan ketika bertengger secara normal akan tampak satu bidang kecil berwarna putih pada setiap sisi tubuhnya dekat pinggir sayap. Bagaimanapun, Pelatuk Jambul, setiap individunya tampak berbeda dari biasanya, telah dilaporkan bahwa permukaan putih pada sayapnya, berbentuk segitiga putih pada bagian punggung terbawah ketika bertengger. Seperti kebanyakan pelatuk, Paruh gading memiliki paruh yang kuat dan panjang, gesit, keras, dan lidah pengait. Antar Pelatuk Amerika Utara, paruh gading merupakan spesies unik dalam memiliki paruh yang berujung kasar, membentuk banyak seperti pahatan pada kayu. Gendangan burung ini hanya sekali atau dua kali ketukan. Empat panggilan berbeda diungkapkan dalam suatu kebudayaan dan 2 direkam pada tahun 1930-an. Yang paling umum, adalah kent atau hant, suaranya seperti trompet mainan yang sering diulang secara berurutan. Ketika burung ini diganggu, nada kent naik, hal itu sering diulangi, paling sering dua kali. Suatu, panggilan lain, juga direkam, ini deberikan antara individu di sangkarnya, dan telah diungkapkan seperti yent-yent-yent.

    Pelatuk Paruh Gading menyukai kayu keras rawa dan Hutan Pinus, yang sejumlah besar pohonnya telah mati dan membusuk. Sebelum Perang Saudara Amerika, sebagian besar Amerika Serikat bagian selatan tertutup hutan kayu keras yang luas yang diperkirakan merupakan habitat burung itu. Pada waktu itu, Pelatuk Paruh Gading tersebar dari Texas bagian timur sampai Carolina Utara, dan dari Illinois bagian selatan sampai Florida dan Kuba. Setelah Perang Saudara, industri kayu menebangi hutan berjuta-juta hektar di Selatan, menyisakan sedikit habitat yang dapat dihuni.
    Pelatuk Paruh Gading suka makan larva kumbang pada sarang-sarang di kayu. Binatang ini juga suka makan biji, buah, dan serangga. Burung ini menggunakan paruh putihnya yang besar untuk mematuk, memecah, dan mengupas kulit kayu pada pohon yang mati untuk menemukan serangga. Anehnya, burung ini memerlukan jarak sekitar 25 km² (10 mil persegi) setiap hinggap sehingga mereka hanya dapat menemukan cukup makanan untuk memberi makan anak-anaknya dan dirinya. Karenanya, sedikit sekali populasi yang sehat. Kebanyakan Pelatuk Jambul bersaing untuk makan dengan spesies ini.

    Aktivitas pemulihan diperburuk dengan perburuan para kolektor yang membantai populasi Pelatuk Paruh Gading pada akhir 1800an. Hal ini menjadikan pertimbangan punah pada 1920an, ketika sepasang burung ditemukan di Florida, yang ditembak hanya untuk spesimen.
    Pada 1938, diperkirakan 20 individu hidup di alam liar, sekitar 6-8 diantaranya hidup di hutan tua yang sedang tumbuh yang dikenal Tanah Penyanyi di Louisiana, yang dimiliki Penggilingan dan Perusahaan Kayu Chicago. Perusahaan ini meremehkan perizinan dari empat Gubernur Selatan dan Lembaga Nasional Audubon bahwa tanah umum dibeli dan disimpan sebagai cadangan, dan menggundulkan hutan. Pada 1944 terakhir diketahui Pelatuk Paruh Gading betina, meninggalkan area yang gundul itu.

    Sumber

    Bayan Malam, Ditemukan Kembali Tahun 1990

    Bayan malam (Pezoporus occidentalis) adalah bayan ekor lebar berukuran kecil yang merupakan endemik dari benua Australia. Spesies ini sebenarnya ditempatkan dalam genus tersendiri (Geopsittacus) (Forshaw & Cooper, 1989, juga Gould, 1865), namun banyak ilmuwan saat ini lebih memilih menempatkannya ke dalam genus Pezoporus menurut Leeton et al. (1998), begitu juga dengan bayan tanah. Burung budgerigar yang terkenal tidak terlelu berkerabat jauh (Christidis et al., 1991) dengan burung ini.

    Bayan malam (Pezoporus occidentalis), burung langka Australia, dianggap punah pada 1880-an dan ditemukan kembali pada 1990.



    Sumber

    Takahe Yang Sempat Punah

    Takahē (Porphyrio hochstetteri) adalah burung yang tidak bisa terbang asli Selandia Baru dari keluarga Rallidae. Burung ini sempat dianggap punah setelah empat spesimennya ditemukan tahun 1898. Namun, setelah dilakukan pencarian burung ini akhirnya ditemukan lagi oleh Geoffrey Orbell dekat Danau Te Anau di Pegunungan Murchison, Pulau Selatan, pada 20 November, 1948. Tatanama biologi dari burung ini memperingati geologis berkebangsaan Austria Ferdinand von Hochstetter.
    Spesies yang berkerabat, Takahē Pulau Utara (P. mantelli) telah punah dan hanya diketahui dari sisa-sisa kerangkanya saja. Keduanya dianggap sebagai subspesies Mantelli dan ditempatkan dalam genus Notornis. Namun, telah diketahui bahwa perbedaan antara Porphyrio dan Notornis tidak cukup untuk memisahkan kedua spesies.


    Takahē adalah anggota Rallidae yang terbesar, burung ini memiliki tinggi 63 cm dan memiliki berat sekitar 3 kg. Burung ini besar, bersayap kecil, kaki yang kuat dan paruh yang besar.
    Takahē dewasa umumnya berwarna ungu-kebiruan, dengan punggung berwarna hijau. Dan paruh berwarna kemerahan. Lutut berwarna merah muda. Burung jantan dan betina memiliki warna yang sama, walaupun Takahē betina berukuran lebih kecil, sedangkan anak Takahē berwarna cokelat pucat. Burung ini bersuara berisik dan keras.

    Sumber

    Cendrawasih Biru, Cendrawasih Terindah

    Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna coklat tua, di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.


    Burung jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru. Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

    Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.
    Cendrawasih Biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung cendrawasih Paradisaea lainnya, Cendrawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

    Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.
    Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Biru dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II dan dilindungi oleh hukum di Papua Nugini.


    Sumber

    Sabtu, 10 Maret 2012

    Beo Golden Parakeet

    The Golden Parakeet atau Golden Conure  guarouba Guaruba, sebelumnya diklasifikasikan sebagai guarouba Aratinga,  adalah spesies juga dikenal sebagai burung beo Neotropical. Kadang-kadang dikenal sebagai Ratu dari Bavaria Conure,  itu adalah spesies saja (monotypic) di  Guaruba genus. Bulu kebanyakan kuning cerah, maka nama umum, tetapi juga memiliki remiges hijau.  Ia tinggal di lahan ini, kering kering di hutan hujan Amazon Brasil, dan terancam oleh deforestasi dan banjir, dan juga oleh menjebak sekarang-ilegal individu liar untuk perdagangan hewan peliharaan.  Ini adalah spesies yang dilindungi yang tercantum pada Lampiran I CITES.


    The Golden Parakeet sebagian besar hijau kuning di luar sayap dan ekor dengan kuning-semua. Dia memiliki tanduk warna hidung besar, mata-cincin merah muda, kaki Iris coklat dan pink. Laki-laki dan perempuan memiliki penampilan eksternal identik. Ikan muda kusam dan memiliki kurang bulu kuning dan hijau dibandingkan orang dewasa. Kepala muda dan leher berwarna hijau, punggung berwarna hijau dan kuning, di atas ekor sebagian besar hijau, dada berwarna hijau, mata-cincin abu-abu terang dan kaki cokelat muda.

    The Golden Parakeet didistribusikan di Brasil bagian utara. Burung belajar untuk belajar pada tahun 1986 menggunakan dua habitat yang berbeda dalam satu tahun, selama musim tidak berbiak, yang bertepatan dengan musim kemarau, mereka menempati hutan yang tinggi. Selama musim kawin mereka meninggalkan hutan tinggi dan memasuki daerah terbuka di tepi hutan sepertThe Golden Parakeet memiliki sistem perkembangbiakan yang hampir unik di antara burung beo, pasangan yang dibantu oleh sejumlah pembantu yang membantu dalam meningkatkan anak-anak . Perilaku ini kurang umum dengan parkit di penangkaran, yang sering meninggalkan anak-anak mereka setelah tiga minggu  Setelah mencapai Parakeet Golden. kematangan seksual pada usia tiga tahun, musim kawin dimulai pada bulan November dan berlangsung sampai Februari. Mereka bersarang di pohon-pohon tinggi, lebih dalam dari rongga sarang rata-rata, dan berbaring rata-rata dari empat telur 37,1 x 29,9 mm, yang mereka agresif penjaga. Masa inkubasi adalah sekitar 30 hari, di mana pria dan wanita bergiliran inkubasi. Dalam beberapa tahun pertama kematangan seksual, parkit Golden cenderung untuk meletakkan cengkeraman subur sampai usia enam sampai delapan. Dalam penangkaran, parkit Golden akan terus berkembang biak saat ayam mereka diambil dari mereka.i yang digunakan dalam pertanian.
    Saat lahir, para parkit Golden tertutup putih turun yang pada akhirnya ternyata gelap dalam seminggu. Pada akhir minggu ketiga, bulu-bulu sayap mulai tumbuh. Remaja yang bermain game, tetapi dapat mengaktifkan kasar dengan rekan-rekan mereka  Nestlings yang dimangsa oleh toucans,. Fakta yang bisa menjelaskan perilaku sosial mereka. Sarang toucans penuh semangat dibela oleh sebagian anggota kelompok.
    The Golden Parakeet terdaftar dalam Daftar Merah IUCN sebagai terancam punah  Hal ini sebagian besar disebabkan oleh deforestasi dan menangkap burung liar ke aviculure,. Di mana permintaan tinggi karena bulu daya tariknya. Lokal, mereka dianggap sebagai hama untuk memberi makan pada tanaman, dan diburu untuk makanan atau olahraga  Sebuah contoh dari parkit perpindahan Golden oleh hilangnya habitat datang. Dari bangunan Turucuí Dam, Pará, 1975-1984. Lebih dari 35.000 penghuni hutan dipaksa dari apa yang telah menjadi habitat yang dianggap "di antara yang terkaya dan paling beragam di dunia." Selain itu, 2875 kilometer persegi hutan hujan kebanjiran, dan 1600 pulau, diproduksi oleh banjir, yang semuanya sangat gundul.

     

    Minggu, 04 Maret 2012

    Cendrawasih Botak

    Cendrawasih Botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21cm long, dari marga Cicinnurus. Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

    Endemik Indonesia, Cendrawasih Botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.


    Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte yang bernama Charles Lucien Bonaparte dan sempat menimbulkan kontroversi. Bonaparte, seorang pengikut aliran republik, mendeskripsikan burung Cendrawasih Botak dari spesimen yang di beli oleh seorang ahli biologi Inggris bernama Edward Wilson beberapa bulan sebelum Jhon Cassin, yang akan menamakan burung ini untuk menghormati Edward Wilson. Tigabelas tahun kemudian, ahli hewan Jerman yang bernama Heinrich Agathon Bernstein menemukan habitat Cendrawasih Botak di pulau Waigeo.

    Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Botak dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

     Sumber

    Sabtu, 03 Maret 2012

    Cendrawasih, Burung Surga

    Burung-burung Cendrawaih merupakan anggota famili paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.


    Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, Cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.

    Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parottia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya. Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur.
    Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur.

    Sumber

    Rabu, 29 Februari 2012

    Ternak Burung Jalak

    Bagi seorang kicau mania memelihara burung sebagai hewan peliharaan memang sangat menyenangkan yaitu sebagai penyalur hobi. Ternyata tidak hanya itu saja ternak burung juga dapat dijadikan hobi selain itu dapat mendatangkan keuntungan sebagai penghasilan. Untuk ternak burung jalak memang susah-susah gampang, artinya dengan sedikit kesabaran, ketelatenan dan kemauannya setiap orang pasti dapat melakukannya. Dan selain itu untuk pemberian pakannya tidak terlalu merepotkan karena hanya dua kali sehari brupa pepaya, pisang dan serangga.  Tak heran bila banyak peternak yang sukses menternakkan burung jalak di rumahnya. Sebut saja Solo, Klaten, dan Yogyakarta menjadi sentra para peternak burung jalak.

    Cara Menjodohkan
    Sebelum di masukkan ke kandang penangkaran perlu diadakan proses penjodohan dulu agar tidak terjadi perkelahian yang dapat berakibat fatal yaitu burung yang kalah akan mati. Dalam proses ini burung jantan dan betina kita dekatkan selama kurang lebih 1 minggu. Hal ini dimaksudkan agar burung tersebut bisa saling mengenal. Tanda-tanda untuk burung yang sudah jodoh dapat dilihat pada saat burung tersebut tidur, yaitu berdampingan pada saat tidur. Jika sudah terlihat jodoh yaitu tidur berdampingan kedua burung tersebut siap untuk dimasukkan ke dalam kandang penangkaran sebaiknya pada sore hari. Setelah dimasukkan di kandang penangkaran jangan langsung ditinggal, ditunggu dulu kurang lebih selama satu jam untuk memastikan apakah burung tersebut benar-benar jodoh.

    Kandang Penangkaran
    Kandang untuk ternak burung jalak yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena burung jalak termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 30cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung. Di dasar kandang perlu disediakan bahan untuk sarang biasanya yang sering digunakan adalah daun pinus kering.

    Burung jalak siap dikawinkan pada umur 10-12 bulan. Idealnya untuk betina yang baik disyaratkan berumur setahun sedangkan untuk jantan 1,5-2 tahun. Umumnya untuk betina lebih cepat dewasa dibandingkan jenis janta. Setiap Perkawinan, sepasang jalak bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur menetas selama 14hari setelah dierami induknya.

    Senin, 27 Februari 2012

    Habitat Burung

    Habitat ratusan burung di Indonesia kini terancam punah. Banyak faktor yang menyebabkan Habitat Burung terancam punah salah satunya adalah tangan jahil manusia. Menyempitnya habitat asli ratusan burung menyebabkab burung yang tersebar hampir di seluruh Indonesia terancam tidak dapat melangsungkan reproduksi secara wajar.

    Beberapa jenis burung seperti Jalak Bali, Elang Jawa adalah salah satu contoh burung yang jumlahnya terus menerus mengalami penurunan. Sebut saja Jalak Bali di habitat aslinya, hewan yang kerap dijadikan sebagai hewan peliharaan ini sangat rawan perburuan sehingga populasinya diperkirakan tinggal belasan. Selain itu, kerusakan lingkungan yang masih terjadi di Taman Nasional Bali Barat turut menghambat pertumbuhan populasi burung ini. Tidak mengherankan bila survei terbaru yang dilakukan awal tahun 2005 hanya menemukan lima ekor jalak bali di alam.

    Faktor yang menentukan keberadaan burung adalah ketersediaan makanan, tempat untuk istirahat, bermain, kawin, bersarang, bertengger dan berlindung. Kemampuan areal menampung burung ditentukan oleh luasan, komposisi dan struktur vegetasi, banyaknya tipe ekosistem dan bentuk areal serta keamanan.untuk Mengurangi kepunahan ratusan burung sebaiknya kita menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sehingga mampu hidup di habitat alami dan mudah berkembang biak, serta berkomunikasi dengan pemerintah yang menangani kepunahan habitat para burung seperti Departemen Kehutanan (Dephub).

    Burung perlu dilestarikan, mengingat mempunyai manfaat yang tidak kecil artinya bagi masyarakat, antara lain :
    1. Membantu mengendalikan serangga hama,
    2. Membantu proses penyerbukan bunga,
    3. Burung memiliki suara yang khas yang dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan,
    4. Burung dapat dipergunakan untuk berbagai atraksi rekreasi,
    5. Sebagai sumber plasma nutfah,
    6. Objek untuk pendidikan dan penelitian.

    Wujud nyata Angry Birds



    Pernah memainkan game Angry Birds kan? Itu loh, game yang ceritanya para babi hijau mencuri telur telur mereka, lalu mereka marah dan itulah makanya mereka disebut Angry Birds. 

    Di game, biasanya burung merah ini terdapat pada level awal awal kita bermain, burung ini mampu menghancurkan struktur bangunan yang lemah, namun seiring berjalannya game ini, muncul burung burung lain yang lebih kuat dari burung merah ini. Burung merah ini memang berguna di semua level dan hanya digunakan untuk menghancurkan bangunan yang telah dihancurkan burung sebelumnya. 

    Burung merah itu merupakan maskot atau simbol utama game tersebut. Namun apa kalian tau bahwa wujud asli Angry Birds yang berwarna merah itu memang benar ada ? 

    http://img196.imageshack.us/img196/857/cardinalfws.jpg


    Kardinal, itu lah nama burung tersebut. Burung Kardinal ini dapat ditemukan di Amerika utara dan selatan, mereka hidup di hutan terbuka. Burung Kardinal memiliki ukuran dewasanya sekitar 12 cm( 4,7 inci ) dan berat 11,5 gram ( 0.40 ons ) .

    http://img189.imageshack.us/img189/1432/redcardinalbirdlovely.jpg


    Di Amerika burung ini dulunya diperbolehkan untuk dipelihara dan dijual , namun mulai dilarang sejak tahun 1918.

    http://img841.imageshack.us/img841/4346/800pxdscf1077.jpg

    Burung Kardinal yang berjenis kelamin jantan ini merupakan burung teritorial, maksudnya burung ini akan  mempertahankan wilayahnya dari burung jantan lainnya dengan menyanyikan lagu khas mereka. Lagu yang burung jantan nyanyikan ini juga berfungsi untuk menemukan burung betina satu sama lain yang umumnya pada saat malam.

    http://img585.imageshack.us/img585/8405/800pxfemalecardinalfeed.jpg

    Sumber : Wikipedia, Angry Birds Wiki

    Rabu, 22 Februari 2012

    Jenis Burung Jalak

    Jalak dalam bahasa inggris starling adalah nama sekelompok burung pengicau dari suku Sturnidae. Burung yang umumnya berukuran sedang (sekitar 20-25 cm), gagah, dengan paruh yang kuat, tajam dan lurus. Berkaki panjang sesuai dengan tubuhnya. Bersuara ribut, dan berceloteh keras, kadang-kadang meniru suara burung lainnya. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon. Burung jalak relatif mudah dijinakkan. Dalam sangkar burung ini sangat aktif bergerak dan berkicau. Karena itu penggemar burung kicau memelihara burung ini untuk melatih jenis burung kicau lain atau sebagai masteran. Memakan hampir seluruh jenis makanan. Diet utama di penangkaran biasanya berupa voer, buah pisang, kroto, dan serangga kecil. Terdapat sekitar 25 spesies jalak dan kerabat dekatnya, yaitu perling dan beo, di seluruh Indonesia.

    Beberapa Jenis Burung Jalak yang sering dipelihara orang di antaranya:
    * Jalak Suren (Sturnus contra)
    * Jalak Putih (S. melanopterus)
    * Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
    * Jalak Kerbau atau Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)

    Jalak Suren
    Jalak Suren
    Jalak suren (Sturnus contra) sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla.

    Keistimewaan jalak suren
    Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini dan menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

    Jalak Putih
    Jalak Putih
    Jenis Jalak putih (Sturnus melanopterus) ini hampir mirip dengan Jalak bali (Leucopsar rothschildi) memiliki warna bulu utama putih, meskipun terdapat kulit tanpa bulu disekitar mata berwarna kuning. Namun, keduanya memiliki kesamaan, yaitu merupakan Burung yang dilindungi undang-undang. Burung Jalak Putih merupakan burung dari suku Sturnidae. Burung yang umumnya berukuran sedang (sekitar 20-25 cm), gagah, dengan paruh yang kuat, tajam dan lurus. Berkaki panjang sebanding dengan tubuhnya. Bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon.dengan warna bulu seluruhnya putih, kecuali sayap dan ekor berwarna hitam.

    Jalak Bali
    Jalak Bali
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan panjang lebih kurang 25 cm. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Sejak tahun 1991, satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali. Jalak Bali merupakan satwa yang secara hidupan liar populasinya amat langka dan terancam kepunahan. Diperkirakan jumlah spesies ini yang masih mampu bertahan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor saja. Jalak Bali merupakan satwa yang dilarang diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam).

    Jalak kerbau
    Jalak Kerbau
    Burung Jalak Kerbau dengan ciri tubuhnya tegap, berjambul pendek, aktif bergerak lincah serta di tunjang pula dengan paruh dan kakinya yang berwarna kuning. Bermata Tajam dengan lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya. Bulu – bulunya berwarna abu - abu tua hampir hitam. sering pula kita jumpai di areal persawahan nampak sedang asyik bertengger di atas punggung seekor Kerbau yang sedang merumput atau berkubang dalam lumpur. Hal ini di karenakan burung Jalak ini gemar memakan parasit atau kutu – kutu yang terdapat pada punggung Sang Kerbau tersebut. Dan oleh sebab itu pulalah Burung Jalak Hitam ini juga di kenal dengan sebutan Jalak Kerbau.


    Selasa, 21 Februari 2012

    Burung kakaktua ini menyuapi anjing makan [Video]

    Burung kakaktua ini tampak menyuapi anjing itu dengan mie spageti. Mungkin mie tersebut dikira ulat oleh burung tersebut.


    Mereka berdua tampak seperti sahabat baik bahkan saudara. Anjing tersebut menunggu dari bawah untuk mendapatkan mie yang diberikan burung itu.




    Video yang diupload pemilik akun YouTube xxImmortalDreamerxx tersebut telah mendapatkan view lebih dari 320.000 sejak tanggal 18 Desember 2011.


    langsung saja lihat videonya

    sumber : Dailymail