Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Membuat Akuarium Sendiri

Assalamulaikum semua....
Khususnya kawan seperjuangan di Faperta Unimal.(Special For Aquaculture)
Hari ini tetapnya 15 februari 2012 kita akan membahas artikel mengenai cara membuat akuarium sendiri, artikel mengenai cara membuat akuarium ini saya peroleh dari buku BSE (link nya ada di bawah)

Konstruksi wadah akuarium (Cara membuat akuarium sendiri)
Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat, akuarium trapesium, akuarium segidelapan, akuarium segienam, akuarium botol dan akuarium ellips. yang akan kita bahas dalam cara membuat akuarium ini adalah akuarium segi empat.

Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat, langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm. Sebagai acuan dalam cara membuat akuarium, ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm.

Tabel 2.1. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca untuk membuat akuarium.


Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk cara membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah :

1. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja, meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan saat proses membuat akuarium.

Gambar 2.25. Cara meletakan lembaran kaca 

2. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat. Dalam membuat potongan potongan kaca, lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong. (cara membuat kaca akuarium)

Gambar 2.26. Mengukur kaca 

3. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi.

Gambar 2.27. Memotong kaca saat membuat akuarium

4. Setelah kaca terpotong, bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum.

 Gambar 2.28. Cara menghaluskan bagian pinggir kaca 

Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya dalam cara membuat akuarium sendiri ini adalah melakukan perakitan akuarium. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya.

Kaca sebagai bahan utama dalam cara membuat akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri.

Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah, ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. (leuntungan dari cara membuat akuarium sendiri)

Dalam cara membuat akuarium, ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama, yaitu merancang/mendesain akuarium, memotong kaca, merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.Akuarium yang akan dirakit sendiri, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama cara membuat akuarium sendiri. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Hal ini bertujuan agar dalam cara membuat akuarium tidak berbahaya bagi pemakainya.

Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon, alat tembak lem, lakban besar dan cutter. Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik agar dalam membuat akuarium tidak bocor. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium, bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak.

 
Gambar 2.29. Lem silikon dan alat tembak lem yang dipergunakan dalam cara membuat akuarium sendiri

Gambar 2.30. Penggunaan alat tembak lem

Sedangkan lakban yang digunakan dalam cara membuat akuarium sendiri sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca saat membuat akuarium sendiri.

Gambar 2.31. Plakban pada kaca

Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca saat membuat akuarium sendiri sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama. Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut . Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium, langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering.

Gambar 2.31. Mengeringkan akuarium 

Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter. ( Cara membuat akuarium END )

Demikian artikel cara membuat akuarium sendiri ini saya susun, saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar besarnya apa bila saat mambaca artikel ini, terdapat kata cara membuat akuarium yang sangat banyak, dikarenakan saya ingin agar informasi ini dapat dengan mudah anda temukan di mesin pencari dengan kata kunci cara membuat akuarium sendiri.
[Awan Seuno]

Wassalamulaikum wr wb.



 




Rabu, 08 Februari 2012

Ikan Asli Dawau Laut Tawar Takengon

IKAN Rasbora tawarensis (Weber and de Beaufort 1916) di Danau Laut Tawar semakin menarik saja untuk di teliti. Ikan khas masyarakat Gayo ini mulai hangat diperbincangkan akibat keberadaannya yang mulai terancam punah berdasarkan IUCN (2010). Menurut Wargasasmita (2002), ikan air tawar di Sumatera yang terancam punah sebanyak 14 spesies, diantaranya adalah ikan R. tawarensis.

Penelitan tentang ikan R. tawarensis beberapa tahun terakhir begitu gencar. Sehingga banyak penemuan baru tentang ikan ini mulai terkuak, perdebatan masalah mana sebenarnya R. tawarensis  sebenarnya, reproduksi, kebiasaan makan dan keadaan lingkungan. Beberapa catatan penting tentang ikan ini sebelumnya harus diperbaharui dengan penelitian baru yang sudah dipublikasi.
Selain itu yang cukup menarik diperbincangkan adalah perdebatan para pemangku kepentingan tentang jenis ikan depik yang sebenarnya. Padahal masalah ini telah terpecahkan melalui penelitian Dr. Muchlisin tahun 2010. Berdasarkan penelitian beliau, ikan depik dan eyas memiliki haplotype yang sama (HM100243-HM100250, dan HM345923-HM345928). Kesimpulannya bahwa ikan depik dan eyas merupakan R. tawarensis. Ikan relo merupakan Rasbora Sp dan ikan sejenis ini juga ditemukan di Aceh Besar. Diperkuat lagi dengan penelitian seorang kandidat Doktor muda dari Indonesia yang sedang kuliah di The George Washington University USA yang bernama Daniel N. Lumbantobing. Peneliti ini mempresentasikan hasil penelitiannya tentang analisis filogenetik genus Rasbora berdasarkan karakter morfologisnya pada seminar masyarakat iktiologi Indonesia tahun 2010. Menurut rekonstruksi pohon filogenetik yang dibuat bahwa ikan Rasbora tawarensis yang kita kenal dengan nama Depik memiliki karakter yang berbeda dengan Rasbora lainnya di dunia.

Beberapa penelitian ini memperkuat penelitian terdahulu yang menyebut bahwa ikan ini merupakan ikan endemik DLT dan meruntuhkan keraguan orang tentang keendemikan ikan khas Gayo ini. Kesamaan genetik ikan depik dan eyas telah menegaskan bahwa secara ilmiah ikan ini memiliki nama yang sama yaitu Rasbora tawarensis. Namun ini tidak akan statis tentu akan mengalami perubahan. Menurut Dr. M. Mukhlis Kamal seorang ahli larva ikan Indonesia bahwa  ikan eyas diduga akan berbeda subspesiesnya dengan ikan depik. Pemisahan ini dapat disebabkan oleh adaptasi morfologi dan fisiologi namun perlu proses yang lama.
Pada tahun 2010 saya melakukan penelitian bersama seorang teman yang bernama Nurfadillah. Saya mengamati tentang struktur populasi dan ekobiologi ikan R. tawarensis sedangkan saudari Nurfadillah meneliti tentang status perairan Danau Laut Tawar. Beberapa catatan penting kami dapatkan dari penelitian kami yang Insyaallah dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Aceh Tengah dan masyarakat pada umumnya.

Penelitian terhadap ikan depik kami lakukan selama empat Bulan di awal tahun 2010. Pengambilan sampel dilakukan setiap Bulan berdasarkan pada pengambilan acak tersetratifikasi. Harapannya daerah pengambilan sampel dapat mewakili distribusi ikan R. tawarensis. Pengangkapan ikan dilakukan dengan jaring insang berbagai ukuran 3/4, 5/8 dan 5/9  inci. Jaring dipasang pada sore hari dan diangkat pada pagi hari. Parameter fisika, kimia dan biologi perairan diamati pada saat pengangkat jaring. Pengamatan parameter ini ada yang langsung dan beberapa parameter dianalisis di Laboratorium perikanan di Bireun, Laboratorium Dinas Perindustrian Aceh, Laboratorium Fakultas Pertanian Gajah Putih, dan Laboratorium Departemen MSP IPB.

Jumlah ikan yang tertangkap di Danau Laut Tawar selama penelitian 1.211 ekor. Berdasarkan hasil penelitan saya tentang R. tawarensis (depik dan eyas), ikan ini menyebar secara merata di seluruh Danau Laut Tawar.  Ikan R. tawarensis selalu ditemukan pada saat sampling walaupun jumlahnya sedikit. Namun yang membedakan adalah jumlah, ukuran dan nisbah kelamin ikan yang tertangkap. Panjang ikan maksimum ikan yang tertangkap (125 mm) lebih besar dengan yang ditemukan oleh Kottelat et al. (1993) sebesar 120 mm dan Brojo et al.  (2001) 110 mm. Besarnya ukuran ikan R. tawarensis yang ditemukan mencerminkan bahwa perairan Danau Laut Tawar mengalami perubahan status tropik (Kartamihardja et al. 1995) dari oligotropik menjadi mesotropik. Penelitian terbaru Nurfadillah (2010) bahwa perairan Danau Laut Tawar menjadi eutropik.

Kondisi perairan Danau Laut Tawar terhadap ikan R. tawarensis memiliki karateristik habitat alkalinitas, kecerahan, oksigen terlarut dan pH tinggi namun suhu rendah. Berdasarkan karateristik ini terjawab bahwa ikan R. tawarensis harusnya memijah di bagian utara Danau Laut Tawar.

Ikan R. tawarensis memijah sepanjang bulan pengamatan namun frekuensi ikan yang memijah tidak sama. Khusus di stasiun didisen nisbah kelamin ikan yang tertangkap lebih banyak jantan dari betina.  Ukuran ikan pada stasiun Gegarang lebih beragam dan ikan yang tertangkap di daerah One-one lebih besar dibanding daerah lain diduga pakan alami tersedia melimpah di daerah ini. Daerah One-one merupakan kawasan keramba jaring apung yang sedang berkembang.
Sebaran diameter telur ikan R. tawarensis dilima daerah pengamatan berbeda nyata. Diameter telur berkaitan dengan ketersediaan pakan alami. Pada daerah One-one diameter telur ikan R. tawarensis lebih besar dibandingkan stasiun daerah pengamatan lain. Ukuran ikan pertama kali matang gonad jantan 73.5 mm dan betina 82.5 mm. perbedaan ini diduga perbedaan kelimpahan, suhu, ketersediaan makanan, periode cahaya dan faktor lingkungan, sifat genetic populasi, perbedaan laju pertumbuhan dan kualitas perairan serta perbedaan wilayah tekanan penangkapan.

Laju eksploitasi (penangkapan) ikan R. tawarensis  pada saat penelitian yaitu 0.8. Hal ini sangat memprihatinkan karena telah melebihi laju eksploitasi perairan umum. Nilai ini menunjukan bahwa ikan R. tawarensis belum sempat matang gonad (memijah) sudah tertangkap. Sehingga wajar jika ikan ini makin menurun populasinya.

Tantangan kedepan adalah bagaimana kita melestarikannya agar ikan ini tidak punah. Pemda Aceh Tengah melalui Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan terobosan berupa penetapan kawasan konservasi Danau Laut Tawar. Lokasi yang telah terbangun yaitu di Utung-utung, Kala Pedemun dan Bewang. Namun pembangunan ini akan bermanfaat bila masyarakat dan pemangku kepentingan bersama-sama menjaga dan mengawasi kawasan ini. Selain itu pemahaman konsep konservasi harus diperjelas di masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak salah kaprah.

Selanjutnya pemerintah perlu memikirkan usaha domestifikasi ikan ini. Diharapkan dengan usaha ini restocking di Danau Laut Tawar dapat berjalan. Kedepannya mari kita dukung penyelamatan Danau Laut Tawar kedepan dan kita kritisi segala kebijakan pemangku kepentingan yang mengancam kelestarian Danau Laut Tawar.Oleh:Iwan Hasri, M.Si