Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Camilan Pisang Sidoarjo Tembus Singapura dan Malaysia

Camilan Pisang Sidoarjo
Camilan Pisang Sidoarjo Tembus Singapura dan Malaysia
Budi Sugiharto - detikFinance

Sidoarjo - Industri penganan tradisional Indonesia mulai eksis di mancanegara. Bahkan mulai awal 2012, aneka camilan pisang dari Sidoarjo bakal menembus pasar internasional, yakni Singapura dan Malaysia. Camilan pisang berbahan baku tanaman Pisang Agung itu akan bersaing dengan aneka camilan kemasan produk industri berskala internasional.

"Pasar penganan berbahan baku pisang belum tersedia di pasar internasional. Yang paling banyak diminati oleh konsumen dunia selama ini adalah kacang atau kentang," ujar Ida Widyastuti, pemilik rumah snack Mekar Sari, di kawasan Pondok Jati, Sidoarjo, Selasa (27/12/2011).

Ekspor perdana ke Singapora dan Malaysia masing-masing sebanyak 1 kontainer per minggu. Itu sesuai permintaan pasar camilan dari negara setempat. Sebelumnya, telah dilakukan penjajakan pasar ke kedua negara tersebut. Hasilnya, pasar penganan tradisional pisang bisa diserap pasar internasional bila memenuhi unsur penampilannya dengan kemasan metalizer, memiliki bar-code, dan sertifikasi halal.

"Pasar penganan dunia terbuka untuk bahan baku pisang, sehingga mulai Januari 2012 ini kami siap ekspor ke Singapura dan Malaysia," katanya sembari menunjukkan produk yang siap ekspor itu.

Camilan ini rencananya dilepas dengan harga Rp 5.500 per kemasan berat bersih 60 mg. Disiapkan lima rasa yakni balado, barbeque, pisang gurih, ayam bakar, dan schrimpt. Menurut Ida, camilan pisang Mekar Sari ini sasaran pasarnya adalah pasar modern dan pasar tradisional.

"Cita rasa lidah masyarakat Singapore dan Malaysia tak jauh beda dengan masyarakat Indonesia. Karena itu, pasar kedua negara itu merespon tinggi camilan pisang saat kami melakukan penjajakan pasar pada November lalu," tambah Ida yang belum lama ini dinobatkan oleh tabloid Nova sebagai Wanita Inspiratif 2011 itu.

Bahan baku pisang agung yang dimiliki rumah snack Mekar Sari saat ini terhampar di atas lahan 200 hektare di Trenggalek. Pihaknya melakukan budidaya pisang agung dengan sistem plasma dengan petani pisang Trenggalek. Hasil panen pisang agung itu diolah dalam berbagai macam camilan pisang, seperti kripik pisang.

Produk camilan pisang agung Mekar Sari ini telah membanjiri pasar tradisional di Tanah Air. Untuk memenuhi pasar tradisional Jawa Barat (Bandung, Bogor, Jakarta, Lampung) tiap minggu sebanyak 5 ton. Sedangkan distribusi untuk ke wilayah timur yakni pasar tradisional Bali sebanyak 5 ton per minggu.

Kemasan kripik pisang yang dilepas ke pasar tradisional di Tanah Air berharga jual Rp 87 ribu untuk berat kotor 5 kg dalam kantong plastik besar. Dari kemasan 5 kg itu, sesampainya di pasar tradisional Bali dan Jawa Barat dipecah-pecah oleh pedagang setempat dalam berbagai kemasan.

"Ada yang dijual per kg ada juga yang dikemas ulang oleh pedagang di daerah dan dilabel dengan merk dagang lain. Pasar di Bali banjir dengan kripik pisang Agung produk kami," ungkap wanita kelahiran Demak, Jawa Tengah.

(gik/qom)

Minggu, 26 Februari 2012

Geliat Bisnis Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberikan sejumlah paket bantuan pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan untuk mendorong kemandirian dan peningkatan produktifitas. Bantuan bernilai total Rp 7,3 miliar akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo kepada Bupati Indramayu Anna Sophanah, beberapa waktu lalu di PPI Eretan wetan, Indramayu, Jawa Barat.
Kabupaten Indramayu merupakan daerah kawasan pesisir yang berada di Pantura. Di daerah tersebut kondisi perikanannya sudah ‘over fishing’, maka diperlukan usaha yang diarahkan kepada peningkatan kemampuan sumber daya dalam mengelola sektor perikanan tangkap. Usaha itu diharap dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
Salah-satu usaha tersebut adalah alih pemanfaatan sumber daya hayati laut, dengan memberikan peluang kepada nelayan untuk beralih profesi usaha sebagai pembudidaya. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan selain dari menangkap ikan. Produksi perikanan dan kelautan Indramayu tahun 2010 tercatat sebanyak 249 ribu ton atau naik 59,72 persen bila dibandingkan dengan produksi tahun 2009 yang mencapai 155 ribu ton.
Produksi perikanan dan kelautan tahun 2010 dihasilkan dari produksi perikanan tangkap di laut sebesar 108 ribu ton, produksi perikanan tangkap di perairan umum 5 ribu ton, produksi budidaya di tambak air payau 82 ribu ton, produksi ikan di kolam air tawar 51 ribu ton dan budidaya di laut sebesar 970 ton. Sedangkan produksi pengolahan hasil perikanan dan kelautan sebesar 15 ribu ton dan produksi garam rakyat sebesar 311 ribu ton. Kegiatan perikanan tangkap di Indramayu terdiri dari kegiatan penangkapan ikan di laut dan penangkapan ikan di perairan umum. Armada kapal/perahu penangkapan ikan di laut sebanyak 6.062 unit kapal ikan yang terdiri dari 5.420 unit perahu kecil, 430 perahu sedang dan 212 perahu besar.
Jumlah nelayan di Indramayu sebanyak 38.123 orang dengan perincian 25.221 nelayan perahu kecil, 8.753 nelayan perahu sedang dan 4.149 nelayan perahu besar. Kegiatan perikanan budidaya terdiri dari 18.343 orang pembudidaya ikan/udang di air payau, 8.574 orang pembudidaya ikan di kolam air tawar, dan 70 orang pembudidaya ikan di laut.
Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam usaha pengolahan ikan sebanyak 5.344 orang. Jumlah tenaga kerja yang bergerak dalam bidang pemasaran ikan sebanyak 1.125 orang. Secara keseluruhan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam dunia usaha perikanan dan kelautan beserta kegiatan turunannya sebanyak 86 ribu orang.
Produksi perikanan tangkap Indramayu memberikan kontribusi terhadap produksi perikanan Jawa Barat sebesar 51,00 persen produksi perikanan tangkap di Jawa Barat. Sedangkan untuk sektor perikanan budidaya, saat ini budidaya rumput laut di tambak menjadi tumpuan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantura.
Produksi budidaya rumput laut beberapa tahun terakhir di Indramayu mulai “menggeliat”, sampai saat ini yang sudah berhasil di panen mencapai 420 ton rumput laut basah dan 20 ton rumput laut kering. Adapun perkiraan jumlah rumput laut yang sudah ditanam di 5 kabupaten tersebut mencapai 1.280 ton. Sementara itu, Produksi budidaya tambak di Kabupaten Indramayu tersebar di sejumlah Kecamatan yakni Kecamatan Cantigi, Indramayu, Krangkeng, Juntinyuat, Karangampel, Balongan, Sindang, Kandanghaur, Pasekan, Lohbener, Arahan, Losarang, Sukra, dan Patrol.
Percobaan awal, budidaya rumput laut berhasil menambah penghasilan 241 petambak di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Indramayu. Sebelumnya, lahan pertambakan warga di area itu sempat menganggur karena udang windu hancur akibat serangan virus sejak 1993. Banyak terdapat Keunggulan mengenai budidaya rumput laut yakni, ‘teknik produksi relatif mudah dan murah, resiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari atau sekitar enam kali panen dalam setahun.
Selain itu, harga jual ‘Gracilaria sp’ cukup tinggi dan menguntungkan, sekitar Rp 4.000/kg berat kering di lokasi tambak (onfarm), kemudian pasar untuk ‘Gracilaria sp sangat besar dan terus meningkat, diharapkan dengan beralihnya nelayan ke usaha budidaya seperti rumput laut di tambak mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan ‘multiplier effects’ ekonomi yang besar dan luas.
Terkait dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan sejumlah paket bantuan pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan untuk mendorong kemandirian dan peningkatan produktifitas. Adapun bantuan bernilai total Rp 7,3 miliar akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo kepada Bupati Indramayu Anna Sophanah.
Bantuan yang akan diserahkan tersebut terdiri dari, bantuan penguatan armada perikanan, bantuan di sektor budidaya dan pengembangan sarana prasarana pendukung .Ketiga kelompok bantuan yang akan diberikan di Indramayu bertujuan untuk menggenjot produksi di sektor kelautan dan perikanan. Sharif berkomitmen untuk gerak cepat demi meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya rumput laut.
Lebih lanjut ia juga mengajak para pembudidaya rumput laut setempat, untuk berpikir industri dalam kegiatan usahanya agar produksi rumput laut yang dihasilkan dapat diolah sehingga memberikan nilai tambah yang pada akhirnya pendapatan pembudidaya dapat ditingkatkan.
Untuk bantuan penguatan armada perikanan, KKP akan menyerahkan bantuan modul rumah ikan dalam rangka pemulihan stok, tiga unit kapal Inka Mina, 2.637 unit kartu nelayan, 22 KUB PUMP serta Solar Packed Dealer Nelayan untuk Nelayan (SPDN), SPDN di alokasikan pada lokasi-lokasi program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) yang berbasis Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Sedangkan bantuan untuk sektor budidaya yaitu, penyerahan tujuh paket Iptekmas bagi masyarakat pembudidaya, nelayan, pengolah dan pedagang ikan serta para petambak garam.Selain itu, guna menjamin pemasaran hasil produksi pembudidaya rumput laut dengan tingkat harga yang menguntungkan, Kelompok Pembudidaya Rumput Laut bersama Koperasi Rumput Laut Indramayu akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Pada kesempatan itu juga akan dilakukan penandatangan Naskah Kesepakatan Bersama antara Balitbang KP bersama Pemkab Indramayu.
Penandatangan itu disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo. Sedangkan untuk pengembangan sarana dan prasarana pendukung , hari ini juga akan diadakan peresmian Informasi Daerah Penangkapan Ikan (IDPI), Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) dan Klinik Iptek Mina Bisnis serta pengukuhan kelompok mitra Klinik Iptek Indramayu.
Pada tahun 2011 lalu, KKP telah menyalurkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUMP Perikanan Budidaya kepada 2.070 kelompok yang telah menggapai di 33 provinsi di 300 kabupaten/kota. Sedangkan untuk tahun ini KKP menargetkan 3.600 kelompok akan menerima bantuan sosial langsung dengan alokasi yang telah disediakan sebesar Rp.783 miliar, di 16 kabupaten/kota lokasi Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT)[lensaindonesia]

Gotong Royong Membuat Kolam Ikan

Bandarlampung, 26 Februari 2012 - MEMBUAT KOLAM IKAN. Petani bergotongroyong membuat kolam ikan di Desa Kota Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu 26 Februari 2012. Para petani setempat makin gemar membudidayakan ikan dalam kolam untuk menambah pendapatan mereka, namun kendalanya adalah benih ikan dan umpan, sehingga mereka mengharapkan bantuan dari Pemerintah melalui Instansi terkait.[Antaranews]

Jumat, 24 Februari 2012

Transaksi Penjualan Koi (Cyprinus carpio) Capai Rp160 Miliar

Jakarta - Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) mencatat transaksi penjualan ikan Koi pada 2011 mencapai Rp160 miliar. Jumlah tersebut diyakini belum mencerminkan data penjualan sebenarnya karena tidak memasukkan unsur nilai tambah (added value) ikan Koi.

"Jumlah Rp160 miliar itu dihitung dari hasil budi daya ikan koi dikalikan nilai pasar yang ada," ujar Chairman Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) Budi Widjaja, di sela-sela pameran The 4th Jakarta Koi Show, di WTC Mangga Dua, Jakarta, Jumat 24 Februari 2012.

Budi mengatakan, jika transaksi penjualan ikan Koi selama 2011 juga diperhitungkan nilai tambahnya, maka angkanya bisa naik 10 kali lipat atau sekira Rp1,6 triliun. Namun, data tersebut sangat sulit diungkapkan karena transaksinya hanya antara penjual dan pembeli.

"Makanya kita sedang melakukan registrasi data transaksi penjualan Koi yang sebenarnya. Tetapi memang sulitnya jika data ini dibuka maka ketakutannya adalah penjual akan dikejar-kejar pajak,” tambah dia.

Menurut Budi, penjualan ikan Koi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, terlebih saat ini, ikan Koi hasil budi daya Indonesia telah di ekspor ke beberapa negara seperti Qatar dan Kuwait. Tetapi jumlahnya belum terlalu besar, hal ini disebabkan masih rumitnya birokrasi dalam mengurus perizinan penjualan ikan Koi.

"Bayangkan ada 11 perizinan yang harus diurus untuk melakukan penjualan ikan Koi, dan semuanya dari birokrasi yang berbeda. Ini harus bisa dipangkas,” harap Budi.

Sementara itu, Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, pihaknya memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap komunitas seperti pecinta ikan Koi untuk.

"WTC Mangga Dua berharap dengan adanya dukungan luar biasa ini akan meningkatkan antusiasme para penggemar/komunitas hobbies dan media bagi stakeholders sebagai upaya membuka potensi bisnis dan peluang usaha di bidang Perikanan khususnya ikan hias (KOI)," kata dia.(Rahmat Baihaqi/Koran SI/ade)

Rabu, 15 Februari 2012

Membuat Akuarium Sendiri

Assalamulaikum semua....
Khususnya kawan seperjuangan di Faperta Unimal.(Special For Aquaculture)
Hari ini tetapnya 15 februari 2012 kita akan membahas artikel mengenai cara membuat akuarium sendiri, artikel mengenai cara membuat akuarium ini saya peroleh dari buku BSE (link nya ada di bawah)

Konstruksi wadah akuarium (Cara membuat akuarium sendiri)
Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat, akuarium trapesium, akuarium segidelapan, akuarium segienam, akuarium botol dan akuarium ellips. yang akan kita bahas dalam cara membuat akuarium ini adalah akuarium segi empat.

Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat, langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm. Sebagai acuan dalam cara membuat akuarium, ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm.

Tabel 2.1. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca untuk membuat akuarium.


Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk cara membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah :

1. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja, meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan saat proses membuat akuarium.

Gambar 2.25. Cara meletakan lembaran kaca 

2. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat. Dalam membuat potongan potongan kaca, lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong. (cara membuat kaca akuarium)

Gambar 2.26. Mengukur kaca 

3. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi.

Gambar 2.27. Memotong kaca saat membuat akuarium

4. Setelah kaca terpotong, bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum.

 Gambar 2.28. Cara menghaluskan bagian pinggir kaca 

Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya dalam cara membuat akuarium sendiri ini adalah melakukan perakitan akuarium. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya.

Kaca sebagai bahan utama dalam cara membuat akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri.

Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah, ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. (leuntungan dari cara membuat akuarium sendiri)

Dalam cara membuat akuarium, ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama, yaitu merancang/mendesain akuarium, memotong kaca, merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.Akuarium yang akan dirakit sendiri, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama cara membuat akuarium sendiri. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Hal ini bertujuan agar dalam cara membuat akuarium tidak berbahaya bagi pemakainya.

Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon, alat tembak lem, lakban besar dan cutter. Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik agar dalam membuat akuarium tidak bocor. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium, bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak.

 
Gambar 2.29. Lem silikon dan alat tembak lem yang dipergunakan dalam cara membuat akuarium sendiri

Gambar 2.30. Penggunaan alat tembak lem

Sedangkan lakban yang digunakan dalam cara membuat akuarium sendiri sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca saat membuat akuarium sendiri.

Gambar 2.31. Plakban pada kaca

Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca saat membuat akuarium sendiri sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama. Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut . Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium, langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering.

Gambar 2.31. Mengeringkan akuarium 

Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter. ( Cara membuat akuarium END )

Demikian artikel cara membuat akuarium sendiri ini saya susun, saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar besarnya apa bila saat mambaca artikel ini, terdapat kata cara membuat akuarium yang sangat banyak, dikarenakan saya ingin agar informasi ini dapat dengan mudah anda temukan di mesin pencari dengan kata kunci cara membuat akuarium sendiri.
[Awan Seuno]

Wassalamulaikum wr wb.



 




Kamis, 09 Februari 2012

Mendaur Ulang Sampah Plastik Menjadi Sumber Usaha

Mendaur ulang sampah plastik menjadi sumber usaha


Plastik menjadi bahan pembungkus yang paling banyak digunakan masyarakat. Meski semangat go green terus berkumandang dan banyak yang mencoba menghindarinya, penggunaan plastik hingga kini belum menurun. Itulah sebabnya bisnis penggilingan plastik tetap menggelinding.

Penggilingan sampah plastik merupakan bagian penting dalam sistem daur ulang plastik. Proses itu menjadi jembatan agar sampah plastik bisa bermanfaat.

Para penggiling sampah mengumpulkan plastik berupa botol, gelas atau lembaran plastik dari pemulung atau mencarinya sendiri. Sampah plastik digiling menjadi cacahan plastik. Kemudian, hasilnya dijual ke pabrik plastik. Di pabrik, cacahan itu diolah menjadi plastik baru.

Iyaz, pemilik usaha penggilingan plastik Berkah Semesta Hijau di Depok, sudah menekuni usaha ini sejak lima tahun lalu. Berawal dari ketertarikan melihat keberhasilan kawannya berbisnis penggilingan plastik, dia berminat menerjuni bisnis itu. Apalagi, dia melihat permintaan plastik daur ulang sangat tinggi. Dari hari ke hari, jumlah plastik yang diolahnya semakin banyak.

Ia mengatakan, tidak semua sampah plastik bisa didaur ulang dengan aman. Jenis plastik yang tidak bisa didaur ulang antara lain jenis polyvinyl chloride (PVC), polystyrene (PS), styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadiene sturene (ABS), polycarbonate (PC), dan nilon.

Karena itu, Iyaz saat ini hanya mengolah tiga jenis sampah plastik, yaitu jenis polypropylene (PP),polyethylene terephthalate (PET), dan low density polyethylene (LDPE). PP biasa dijumpai pada kemasan cup plastik, sedangkan PET dan LDPE berasal dari botol plastik dan botol infus. "Selain keliling sendiri, juga ada yang memasok sampah-sampah ini," katanya.

Plastik yang terkumpul dibersihkan hingga tidak menyisakan bahan lain. Iyaz mempekerjakan warga sekitar pabrik. Setelah benar-benar bersih, plastik dipisahkan berdasarkan jenis, baru dicacah.

Ada dua proses dalam pengolahan sampah plastik, yaitu penggilingan kering dan basah. Jika penggilingan kering, pencucian dilakukan setelah proses giling. Adapun penggilingan basah caranya mencampur plastik dengan air dingin atau panas. "Tingkat kebersihan dan kejernihan berbeda," kata Iyaz. Ia lebih memilih penggilingan air dingin karena lebih bersih.

Selain dijual ke pabrik-pabrik pengolahan plastik dalam negeri, ada juga yang menjual hasil cacahan plastik tersebut ke pasar luar negeri. Per bulan, Iyaz memproduksi cacahan plastik antara 5 hingga 10 ton. "Omzetnya bisa sekitar Rp 200 juta-an," kata Iyaz, yang saat ini baru memiliki satu mesin pengolah plastik.

Dia berencana menambah satu mesin giling lagi karena meningkatnya permintaan. Sekadar informasi, harga satu mesin giling plastik sekitar Rp 30 juta hingga Rp 35 juta. Harga tersebut belum termasuk mesin penggerak. Iyaz menggunakan penggerak dari mesin truk Hino.

Di sisi lain, dia mengungkapkan, aliran kas di bisnis penggilingan plastik tergolong cepat. Karenanya, dia harus membayar langsung secara tunai para pengepul sampah plastik. Untuk menghindari kemacetan pembayaran, Iyaz juga meminta bayaran tunai ke pabrik-pabrik yang membeli plastik olahannya.

Selain Iyaz, ada juga Stanley. Ia adalah pemilik CV. Sinar Terang di Surabaya yang mulai menggeluti bisnis ini sejak tahun 2008. Usahanya didorong oleh keinginan membantu orang tuanya yang memiliki home industry percetakan plastik. Dari usaha itulah, Stanley banyak menemukan sampah plastik yang menumpuk dan terbuang percuma.

Bermodalkan sebuah mesin penggiling plastik berkapasitas 1 ton seharga Rp 20 juta, dia memulai usaha barunya. Kini, seluruh kapasitas mesin telah digunakan untuk menggiling material plastik, seperti gelas dan botol air mineral, ember, dan lain sebagainya. Menurut pria usia 29 tahun ini, proses penggilingan berlangsung sekitar tujuh jam. Hasilnya bijih plastik dengan bentuk dan kualitas yang baik.

Saat ini, pelanggan Stanley adalah para pengepul sampah. Mereka membeli jasa Stanley untuk mengolah sampah plastik menjadi bijih plastik untuk dijual kembali ke perusahaan plastik.

Stanley menerapkan tarif Rp 700 per kilogram untuk penggilingan kering dan Rp 800 per kilogram untuk penggilingan basah. Penggilingan basah lebih mahal sebab hasilnya lebih baik. Air yang ada dalam mesin akan membilas plastik, sehingga bijihnya lebih bersih dibandingkan penggilingan kering.

Proses penggilingan basah biasanya dilakukan untuk sampah botol atau gelas air mineral. Sedang penggilingan kering untuk material plastik yang lebih keras, seperti ember dan baskom plastik.

Setiap hari Stanley bisa memperoleh order dari dua sampai tiga orang pengepul plastik. Dari order itu, dia mampu mengumpulkan omzet Rp 700.000 hingga Rp 800.000 per hari atau sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta saban bulan.

Meski memiliki omzet sebesar itu, Stanley masih mengeluhkan biaya bahan bakar minyak (BBM) yang mahal. Pasalnya, mesinnya sangat bergantung dari pasokan solar. Setiap hari, satu mesin kapasitas 1 ton miliknya membutuhkan sekitar lima liter solar.

Biaya perawatan mesin juga membebani. Apalagi saat ini harga suku cadang naik. Maklum, mesin penggerak penggiling plastik miliknya adalah mesin bekas yang dibeli dua tahun lalu.

Selain itu, usaha penggilingan sampah plastik sudah banyak dilakukan orang. Untuk itu, Stanley memilih memfokuskan usahanya di wilayah Surabaya sambil menunggu penambahan mesin penggiling baru.



Selasa, 07 Februari 2012

Peluang Usaha Budidaya Ternak Ikan Gurame

Di saat mencari kerja semakin sulit karena keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia; juga semakin sulitnya mencukupi kebutuhan hidup akibat perekonomian bangsa yang semakin terpuruk, hendaknya kita semakin kreatif menciptakan lapangan usaha atau pekerjaan sendiri, melalui wiraswasta terbaru dan terkini. Salah satunya adalah dengan menekuni usaha budidaya ternak ikan gurame sebagai peluang usaha terbaru, karena peluang budidaya ternak ikan gurame memiliki prospek yang cukup bagus jika dikembangkan dan dikelola secara maksimal dan sungguh-sungguh.

Salah satu alasan pemilihan budidaya ternak ikan gurame karena ikan gjensi ini memiliki rasa daging yang sungguh enak dan gurih, sehingga sudah dapat dipastikan akan banyak konsumen yang menyukainya.

Modal utama yang harus Anda miliki untuk memulai usaha ternak ikan gurame adalah persiapan lahan tanah untuk kolam tanah cukup dengan jenis tanah liat (bahasa Jawa: lempung). Tanah tersebut harus cukup mengandung humus dan pasokan air yang cukup sehingga dapat dipastikan kolam tidak akan mengalami kekeringan. Dengan demikian syarat utama persiapan lahan kolam budidaya gurame telah siap.

Selanjutnya adalah pemilihan jenis gurame atau gurami sesuai selera Anda dan calon konsumen. Ada beberapa jenis ikan gurame diantaranya adalah gurame angsa, jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Beberapa jenis kan gurame ini banyak diternakan di Jawa Barat khususnya di kabupaten Bogor.

Dibanding gurame jenis lain, gurami porselen nampaknya lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Mungkin ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih bibit jenis gurame yang akan Anda budidayakan nanti.

Setelah semuanya siap, maka saatnya melakukan pembenihan. Benih ikan gurame dapat dipindahkan setelah mencapai umur sekitar 1 bulan. Bibit yang ideal bobotnya dapat mencapai 0,3 gram/ekor pada saat dipanen. Setelah itu, bibit siap dipindahkan ke kolam pembesaran.

Jika Anda merawatnya dengan baik, pemanenan hasil pembesaran ikan gurame umumnya dilakukan setelah ikan berumur 2-4 tahun, dengan panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor untuk ikan berumur 2 tahun. Sedangkan untuk ikan gurame yang berumur 3 tahun, panjangnya mencapai 35 cm dan beratnya sekitar 0,7 kg/ekor. Terakhir untuk gurame usia 4 tahun, panjangnya dapat mencapai 40 cm dengan berat 1.5 kg/ekor.

Demikian kira-kira gambaran singkat peluang ternak atau usaha budidaya ikan GURAME hingga usia panen 2-4 tahun. Untuk proyeksi dan perkiraan biaya modal dan keuntungannya dapat And abaca dari sumber lain di internet. Semoga usaha Anda sukses selalu. Aamiin.

Potensi Batu Akik di Wonogiri Selatan

Siapa yang tak kenal batu akik? Rasanya di negeri ini sangat sedikit orang yang termasuk golongan itu. Sebab akik sudah menjadi semacam budaya bagi bangsa kita.
Daerah penghasil batu akikpun hampir bisa dikatakan merata dari Sabang hingga Merauke. Tak terkecuali di Kabupaten Wonogiri yang sentranya berada di Kecamatan Giriwoyo. Sekitar 60 kilometer arah selatan pusat pemerintahan kota.
Jika Anda merupakan penghobi batu akik dan kebetulan tengah berkunjung di Kota Sukses Wonogiri cobalah untuk mampir sejenak ke Kecamatan Giriwoyo. Kemudian silahkan menuju ke Desa Sejati. Ya, disana merupakan sentra usaha kecil batu mulia yang salah satunya menyediakan aneka koleksi bebatuan buat penghias jari manis Anda.

Sebenarnya di Desa Sejati tidak cuma menawarkan batu jenis akik. Ada beragam pula jenis lainnya. Seperti batu obsidian yang bisa digunakan sebagai kalung, tasbih, atau aneka souvenir, batu blackonyx yang hitam legam cocok buat pemanis meja, juga ada batu jasper, cornelian, hingga batu fosil. Hanya saja batu jenis akiklah yang terlanjur tersemat di benak masyarakat untuk menyebut hasil usaha di desa yang berada tepat disisi Jalur Lintas Selatan/ Jalur Selatan – Selatan (JLS/JSS ) yang terkenal itu.
Salah satu unit usaha yang mengkhususkan diri dalam pembuatan aneka souvenir berbahan batu mulia disana adalah Unit Bina Batu Mulia (UBIBAM) Sri Giri Sejati. Di tempat tersebut terpampang berderet-deret hasil olahan batu yang sudah disulap menjadi aneka bentuk. Ada replika buah terung dan pisang yang ternyata dari batu obsidian. Ada untaian kalung dan tasbih dari batu jasper. Eh, ada yang imut pula yaitu boneka Teddy Bear yang sama-sama berasal dari batu.
Menurut pengelola UBIBAM, Sugiyanto yang ketika dijumpai tengah didampingi sekretarisnya Murti Mahareni, UBIBAM Sri Giri Sejati menyediakan beragam hasil olahan batu mulia. Yang macam dan bentuknya menyesuaikan dengan pesanan pelanggan. “Seperti bentuk silinder cembung ini yang sering dipesan pelanggan kami dari Amerika, atau bentuk spesifik lain semisal buah dan hewan dari dinas atau instansi tertentu,” tuturnya, Senin (6/2).
Dijelaskan dirinya tidak semua batu mulia dapat dibentuk menjadi aneka hiasan. Mesti lolos seleksi dan harus diolah terlebih dahulu. “Mula-mula batu yang terpilih kita mal untuk mengetahui bentuk apa nantinya, kemudian baru masuk ruang produksi guna dibentuk, selanjutnya dihaluskan, dan terakhir adalah finishing,” jelasnya.
Mengenai harga pria berkacamata ini menyebut sangat terjangkau. Dicontohkan, untuk batu akik ukuran sedang dapat diperoleh dengan hanya mengeluarkan duit Rp 30 ribu, sedangkan yang ukuran kecil antara Rp ribu 20 sampai Rp 25 ribu. Jika pesanan terbilang banyak tentu saja harga masih dapat dinego.

Sumber : http://m.timlo.net/baca/19451/menyulap-kerasnya-batu-menjadi-rupiah/

Nelayan Waduk Gajah Mungkur Panen Ikan

Cuaca ekstrem akhir-akhir ini justru menguntungkan nelayan di perairan Waduk Gajah Mungkur. Pasalnya, dalam sehari biasanya hanya lima kilogram, namun selama beberapa hari terakhir tangkapan mencapai 20-30 kilogram per hari.
Pengurus Kelompok Nelayan Sendag Asri, Sulistianto mengatakan angin kencang sekitar satu minggu sempat membuat nelayan menghentikan aktivitas selama sehari. Namun dua hari setelah angin kencang, sudah mencari ikan namun hanya pada pagi hari.

“Mulai hari ini (kemarin-red) sudah normal kembali. Nelayan berangkat tiap pagi dan sore. Tapi untuk perahu-perahu kecil saat ada angin kencang diminta untuk memakai pelampung. Pelampung diberikan oleh dinas (Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan-red),” jelas dia, Rabu (1/2).
Soal harga jual ikan, kata dia, berkisar Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram untuk jenis nila dan patin (jambal). Beberapa waktu lalu harga sempat Rp 13.000 per kilogram untuk nila dan patin.
Kepala Disnakperla, Rully Pramono Retno melalui Kepala Bidang Perikanan Heru Soetopo mengatakan nelayan dianjurkan untuk mengenakan pelampung. “Sangat diharapkan pelampung yang telah dibagikan dimanfaatkan. Terutama untuk nelayan dengan perahu kecil. Baik untuk nelayan perairan umum dan laut setidaknya ada 300 pelampung dibagikan,” terangnya.

Eko Sudarsono

Sumber :  http://harianjoglosemar.com/berita/nelayan-waduk-panen-ikan-66513.html

Campuran Aspal Beton untuk lapis antara yang dibuat dengan Batu Kapur Wonogiri

Deposit batu kapur yang sangat besar di kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan untuk campuran aspal. Maka perlu kiranya diusahakan pemanfaatannya secara lebih luas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sifat-sifat teknis agregat batu kapur Wonogiri, dan meneliti kinerja laboratorium campuran aspal beton untuk lapis antara (binder course) dengan menggunakan agregat batu kapur dari Wonogiri tersebut.
Pengujian-pengujian terhadap agregat batu kapur Wonogiri telah dilaksanakan untuk mengevaluasi sifat-sifatnya yang berkaitan dengan kinerjanya sebagai komponen campuran aspal. Pada penelitian ini campuran dengan agregat batu kapur Wonogiri yang dirancang dengan metoda Marshall pada kadar aspal optimum dievaluasi ketahanannya terhadap pengaruh air, kuat tarik tak langsung, modulus kekakuan, serta ketahanan terhadap deformasi permanen. Sebagai pembanding, penelitian yang sama dilakukan terhadap campuran dengan menggunakan agregat dari Banjaran.

Sifat-sifat agregat batukapur Wonogiri pada umumnya memenuhi persyaratan agregat untuk digunakan dalam campuran aaspal, seperti ditunjukkan dalam hasil uji abrasi Los Angeles, ‘agregate impact’, ‘agregate crushing’, ‘ten percent fines’, kepipihan’, ‘soundness’ dan kelekatan terhadap aspal.
Kinerja campuran dengan agregat batu kapur menunjukkan hasil yang memuaskan seperti yang ditunjukkan pada hasilanalisa Marshall. Uji peremdama Marshall, uji kuat tarik tak langsung, uji modulus kekakuan, serta uji ‘wheel tracking’. Hasilnya menunjukkan bahwa campuran tsb memiliki ketahanan terhadap didintegrasi, keretakan dan deformasi permanen, yang lebih baik dibandingkan dengan campuran yang menggunakan agregat dari Banjaran.


sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/artikel-sipil/

Peroleh Pinjaman Rp 1 Juta, Kini Asetnya Mencapai 10 M

Pernahkah Anda, mendengar tanaman janggelan? Tanaman yang untuk campuran es maupun minuman lainnya. Bisnis tersebut yang digeluti Sutarso Hadi (42), warga Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto.
Kepala Joglosemar, Sutarso menuturkan pengalaman bisnisnya. Ia mengaku pada tahun 1996, mendapat pinjaman dari bank sebesar Rp 1 juta. Kini, usaha yang digeluti asetnya mencapai Rp 10 miliar.
“Awalnya, rumah tidak punya, modal Rp 1 juta untuk sewa truk dan mobil untuk mengambil janggelan ke daerah-daerah. Benar-benar dari nol. Tahun 1996 mulai jual beli janggelan, saat itu dibawa langsung ke Surabaya begitu truk penuh,” kata Sutarso, yang kini menjadi anggota DPRD, Sabtu (4/2).

Kini, tak hanya pasar lokal. Pasar China dan Taiwan pun sudah rutin dikirim. Hanya saja permintaan kuota yang terlalu besar dari China tidak bisa selalu terpenuhi. “Satu tahun dari China minta dikirim 25.000 ton, kalau melihat hasil janggelan di sini jelas tidak mencukupi. Paling hanya bisa memenuhi 2.500 ton saja. Tanaman janggelan di ambil dari Pacitan dan Trenggalek, di Wonogiri diambil dari Karangtengah, Girimarto, Bulukerto dan  Jatipurno,” jelasnya.
Pasokan yang tidak terpenuhi juga disebabkan karakteristik tanaman janggelan, yakni hanya berkembang baik saat musim hujan. Di sisi lain saat musim hujan justru terkendala pengeringan. Musim kemarau, tanaman tak begitu subur dan kandungan pati juga rendah. Saat itulah, dirinya beralih jual beli empon-empon.
Di Negeri Tirai Bambu dan Taiwan, janggelan dimanfaatkan untuk bahan membuat minuman. Sedangkan untuk pembuatan agar-agar janggelan (cincau hitam), Sutarso memiliki pabrik sendiri di Sidoarjo, Jawa Timur. Berawal dari nol, kini bapak tiga anak itu memiliki empat gudang dan enam alat pres serta beberapa truk. “Sekali kirim ke luar negeri bisa sampai Rp 2 miliar,” tuturnya, mantan Kepala Desa Geneng, itu.

Eko Sudarsono

Kutipan dari : http://harianjoglosemar.com/berita/peroleh-pinjaman-rp-1-juta-kini-asetnya-mencapai-rp-10-m-66750.html

Potensi Kabupaten Wonogiri Mulai Diekspor Ke Luar Negeri

Menggali potensi bisnis di daerah Jawa Tengah memang seakan-akan tak pernah ada habisnya. Hampir setiap kabupaten memiliki potensi unggulan tertentu yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Misalnya saja seperti potensi daerah Wonogiri yang belakangan ini komoditasnya mulai diekspor ke luar negeri.
Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan sebutan Kota Gaplek, merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi bisnis cukup berlimpah. Terletak di area lahan seluas 182.236,02 Ha, Wonogiri berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar di sebelah utara, Kabupaten Ponorogo di bagian timur, daerah Pacitan dan Samudera Indonesia di sebelah selatan, serta Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten di sebelah barat.

Kondisi alamnya yang didominasi oleh gunung dan perbukitan, membuat daerah Wonogiri memiliki potensi daerah yang cukup beragam. Baik dari sektor industri, pertanian dan perkebunan, perdagangan, pertambangan, maupun dari sektor potensi wisata alam yang tentunya tak kalah menawan jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Jawa Tengah.
Untuk mengenal lebih dekat potensi bisnis di wilayah Kabupaten Wonogiri yang berhasil menembus pasar ekspor, berikut kami informasikan beberapa sektor unggulan yang terdapat di sekitar daerah tersebut.
Peluang Ekspor Metejambu mete 200x200 Potensi Kabupaten Wonogiri Mulai Diekspor ke Luar Negeri
Produksi mete di Kabupaten Wonogiri memang luar biasa. Bahkan dari delapan provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai produsen mete terbesar, Wonogiri sangat mendominasi pasar dengan berhasil memasok mete hingga 70% lebih dan menembus pasar ekspor ke beberapa negara tetangga. Pada tahun 2010 silam, sedikitnya ada 14.934 kepala keluarga yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang memilih menanam jambu mete untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya. Tidaklah heran bila lahan pertanian seluas 21.658 Ha kini disulap menjadi kebun jambu mete, dan bisa menghasilkan mete gelondong kering hingga 12,00 ton dengan nilai jual sekitar Rp 70.000,00 – Rp 80.000,00 per kg.

Potensi Bisnis Gaplek
Memiliki lahan pertanian yang minim pengairan, membuat masyarakat Wonogiri lebih memilih singkong daripada tanaman lainnya untuk dikembangkan sebagai produk unggulan di sektor pertanian. Umumnya, singkong-singkong yang dihasilkan masyarakat kemudian dijemur menjadi gaplek dan diolah menjadi aneka macam produk baru seperti tiwul, maupun dikembangkan menjadi tepung tapioka untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan nasional. Bahkan tidak hanya itu saja, industri gaplek Wonogiri juga berhasil menembus pasar ekspor untuk memenuhi permintaan dari negara China.

Potensi Industri Mebel Kayu
Selain dikenal sebagai kota gaplek, Wonogiri juga dikenal sebagai sentra industri mebel yang memiliki kualitas bagus dengan harga yang kompetitif. Ukirannya yang sangat khas merupakan warisan dari para lelulur, sehingga tidak heran bila potensi industri mebel kayu yang tersebar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Batuwarno, Giritontro dan Paranggubito ini tidak hanya diminati pasar lokal dan nasional, namun juga berhasil menembus pasar luar negeri, seperti misalnya diekspor ke Eropa, Denmark, Jerman, serta Hongkong.
Semoga adanya informasi mengenai potensi kabupaten wonogiri mulai diekspor ke luar negeri ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi masyarakat di seluruh Indonesia untuk mulai berkarya dan mengangkat potensi alam disekitarnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber gambar :
1. http://4.bp.blogspot.com/-AZ3gFL1Qv48/Tu-V39yJQyI/AAAAAAAABJs/1t_AXWHCP_c/s1600/gapurselamatdi91.jpg
2. http://hutbunbondowoso.files.wordpress.com/2011/07/jambu-mete.jpg
 
Kutipan dari : http://bisnisukm.com/potensi-kabupaten-wonogiri-mulai-diekspor-ke-luar-negeri.html