Tampilkan postingan dengan label Jagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

Panen Perdana Jagung Hibrida di Kabupaten Garut

Dokumentasi Panen Perdana di Kabupaten garut
PANEN PERDANA JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN GARUTPenulis : Admin Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat
Suasana Panen Perdana Jagung Hibrida

Produksi jagung hibrida sejumlah kabupaten kota di Indonesia cukup tinggi, salah satunya Kabupaten Garut yang mengkontribusi sebesar 40,44% bagi Provinsi Jawa Barat dan kontribusi terhadap Nasional sebesar 29% jagung hibrida. Dengan peningkatan produksi yang besar setiap tahunya, Garut layak menjadi Kabupaten Jagung. Dan pada hari Sabtu tanggal 25 Februari 2012, Kabupaten Garut melaksanakan Panen Perdana Jagung Hibrida yang diselenggarakan di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Acara panen perdana jagung dibuka oleh Menteri Pertanian, Suswono. Dalam pemetikan perdana panen raya jagung hibrida di Garut, Menteri juga didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Garut Aceng H.M. Fikri, dan sejumlah pejabat kementerian lainya, termasuk Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, yang dalam hal ini diwakili oleh staff Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat.

Adapun informasi yang didapat dari acara panen perdana jagung ini yaitu didapati hasil produksi jagung dari hasil ubinan dengan beberapa varietas, antara lain :

    Pioner29  dengan hasil ubinan 9,55 kg mendapati hasil produksi 8,67 ton/ha.
    NK22 dengan hasil ubinan  15,18 kg mendapati hasil produksi 13,78 ton/ha.
    Bisi222 dengan hasil ubinan  12,60 kg mendapati hasil produksi 11,44 ton/ha.
    Bisi816 dengan hasil ubinan 14,15 kg mendapati hasil produksi 12,84 ton/ha.

http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/726

Selasa, 06 Maret 2012

Garut Siap Sumbang 60 Persen Komoditas Jagung di Jabar

Garut Siap Sumbang 60 Persen Komoditas Jagung di Jabar
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Bupati Garut Aceng HM Fikri menyatakan siap menggenjot produksi jagung untuk menyumbang 60 persen komoditas jagung di Jabar. Hal itu dikatakan Aceng dalam acara panen raya perdana jagung hibrida musim tanam 2012 di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (25/2/2012).

Panen raya tersebut juga diikuti oleh Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara.

"Kita akan genjot produksi jagung hingga mampu menyumbang 60 persen produksi jagung di Jawa Barat," ujar Aceng.

Saat ini, Garut menyumbang sekitar 44,56 persen produksi jagung di Jabar dan sekitar 5 persen produksi jagung nasional. Untuk mendongkrak produksi jagung, Aceng menyatakan butuh dukungan semua pihak. Sejumlah kendala yang dialami petani harus diselesaikan.

Apalagi 65 persen masyarakat Kabupaten Garut adalah petani. Namun sayangnya sebagian besar masyarakatnya hanya berstatus sebagai petani penggarap dan tidak memiliki lahan.

"Kenaikan produksi kurang sejalan dengan kenaikan taraf hidup petani," katanya. Kendala lainnya, petani juga tidak memiliki kepastian harga pasar.

"Sebagai Bupati, saya menyarankan agar pemerintah menetapkan regulasi standarisasi harga jagung regional agar para petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan kata lain, perlu ada keterpaduan antara budidaya dan harga pasar," tutur Aceng.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pun menyatakan siap mendorong agar Kabupaten Garut meningkatkan produksi jagungnya sehingga mampu memberikan kontribusi jagung terbesar di Jabar, juga terbesar di tingkat nasional.

"Produksi jagung Garut terbesar di Jabar, namun hanya menyumbangkan 5 persen di tingkat Nasional. Jadi, mari kita bekerja keras meningkatkannya, karena Garut memiliki potensi besar," tutur Heryawan.

Dalam acara panen itu, Gubernur juga memberikan sejumlah bantuan kepada para petani di Kabupaten Garut, mulai dari sarana produksi, benih kentang granula, pembangunan irigasi, dan traktor. Ke depan, Heryawan menyatakan siap memperjuangkan bantuan lainnya yang dibutuhkan para petani melalui APBD Provinsi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono bertekad pada tahun 2014 mendatang, Indonesia sudah bisa swasembada beras dan jagung.

"Dengan tekad ingin swasembada ini, kami akan merancang UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani," kata Suswono. Pembentukan regulasi tersebut juga diupayakan untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi petani.

(tya/tya)

Minggu, 04 Maret 2012

Bonggol Jagung Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Peru

Bonggo Jagung Berusia 3000 Tahun
Bonggol Jagung Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Peru

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Bonggol Jagung Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Peru
Foto: www.sciencedaily.com Jakarta - Jagung merupakan tanaman semusim yang siklus hidupnya hanya 80 hingga 100 hari. Beberapa negera menjadikan jagung sebagai makanan utama. Jejak inilah yang diketemukan di Peru beurpa bonggol jagung berusia 3000 tahun.

ScienceDaily (18/1) melaporkan, orang yang tinggal di sepanjang pantai Peru makan jagung sejak ribuan tahun yang lalu. Hasil laporan ini juga telah dicatat dalam buku Proceedings of the National Academy of Sciences ditulis oleh Dolores Piperno.

Bonggol jagung tertua yang berwarna cokelat ini berumur 3000 tahun dan ditemukan di Paredones dan Huaca Prieta. Masih di sekitar wilayah pantai utara Peru. Penelitian dan penemuan ini dipimpin oleh Tom Dillehay dari Vanderbilt University dan Duccio Bonavia dari Peru Academia Nacional de la Historia, yang juga menemukan tepung biji-bijian.

Karakteristik dari bonggol jagung, yang sebelumnya pernah ditemukan di Amerika Selatan menunjukkan bahwa penduduk kuno makan jagung dengan mengolahnya menjadi beberapa makanan termasuk popcorn dan tepung jagung. Namun jagung masih belum menjadi menu utama untuk makanan mereka.

“Jagung pertama kali tumbuh di Meksiko hampir 9000 tahun yang lalu dari rumput liar yang disebut teosinte,” ujar Piperno. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa hanya beberapa ribu tahun kemudian jagung tiba di Amerika Selatan dengan evolusi varietas yang berbeda dan sekarang mulai tumbuh di wilayah Andean,” tambahnya.

Transformasi dalam karakteristik bonggol jagung menyebabkan ratusan jenis jagung dikenal saat ini. Budidaya jagung kini juga menjadi sebuah tantangan bagi para petani karena keaneka ragaman varietasnya.

Bonggol jagung dan bijinya tidak tumbuh dengan baik di hutan tropis yang lembab antara Amerika Tengah dan Selatan, termasuk Panama. Rute penyebaran utama tanaman jagung pertama kali meninggalkan Mexico sekitar 8000 tahu yang lalu. “Varietas jagung yang beragam telah berkembang dengan cepat di Amerika Selatan,” ujar Pipero.

(Odi/Odi)