Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

3 Jurus Menggenjot Online Marketing di Facebook

Kamis, 01/03/2012 14:00 WIB

3 Jurus Menggenjot Online Marketing di Facebook
Rachmatunisa - detikinet




(Ist)



San Francisco, AS - Facebook pekan ini merilis tool baru bagi para pengiklan. Diharapkan, sederet tool tersebut bisa membantu para pengiklan memaksimalkan kegiatan beriklan dan berbisnis mereka di jejaring sosial populer ini.

Pembaruan ini, seperti dilansir AFP, Kamis (1/3/2012), juga dilakukan Facebook sebagai langkah persiapan go public terbesar yang pernah dilakukan perusahaan internet akhir tahun ini.

Dalam kesempatan ini, Facebook juga mengungkapkan potensi iklan melalui perangkat mobile. Saat ini pengguna Facebook memiliki lebih dari 850 juta pengguna dan semakin banyak di antara mereka yang mengaksesnya melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Ada tiga fitur beriklan yang disiapkan Facebook yakni Facebook Pages, Reach Generator dan Premium on Facebook. Facebook menyebut ketiganya dirancang untuk digunakan bersama untuk mendorong hasil bisnis.

Facebook Pages. Memungkinkan pengiklan atau sebuah brand menggunakan fitur timeline yang baru saja diperkenalkan untuk para pengguna indivdual untuk dimanfaatkan sebagai upaya marketing.

Reach Generator. Dengan ini, Facebook mengklaim pengiklan dan pemilik brand bisa terhubung lebih dekat dengan fans dan menjangkau lebih banyak konsumen potensial di berbagai wilayah.

"Reach Generator menjamin Anda menjangkau 75 persen fans setiap bulan. Fans akan melihat pesan Anda sebagai sponsored story di sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile," umbar Facebook.

Premium on Facebook. Hampir sama dengan Reach Generator, fitur ini juga memungkinkan pengiklan terhubung lebih dekat dengan konsumen dan mempengaruhi mereka dengan muncul pada tempat di Facebook yang diklaim paling memberikan dampak yakni sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile -- bagian yang paling sering dilihat pengguna.


( rns / ash )
Sumber:
http://inet.detik.com/read/2012/03/01/133623/1855460/398/3-jurus-menggenjot-online-marketing-di-facebook

Gaet Pasar Perempuan di Bisnis Online


Views :152 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 14:11
woman_shoper0312Riset yang diadakan Google pada 2011 menunjukkan, orang lebih banyak menghabiskan waktunya mengakses internet menggunakan laptop atau komputer, yakni 6,1 hari per minggunya. Angka ini lebih tinggi dari kebiasaan orang menonton televisi yakni 5,5 hari per minggunya, juga membaca surat kabar (4 hari per minggu) serta mendengarkan radio (2,5 hari per minggu).

"Laki-laki memang masih dominan dalam penggunaan internet tapi pengguna internet perempuan akan terus berkembang," jelas Erika Oktora, Online Sales Manager Google Asia Pasific, saat konferensi Woman Wired Weekend di fX Lifestyle X'nter Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Erika, perempuan gemar berbelanja menggunakan internet, terutama belanja online kebutuhan fashion dan kosmetik. Lebih dari 13 juta searcher per bulan adalah perempuan yang berbelanja online produk kecantikan dan fashion. Bagi Erika, internet merupakan wadah bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya, bukan hanya sebagai pengguna namun juga menjadi pemain. "Setiap orang punya kesempatan jadi pemain di internet," jelasnya.

Banyak contoh sukses pengusaha perempuan yang mampu memaksimalkan internet untuk menambah penghasilan. Banyak pula aplikasi di internet yang memudahkan perempuan dalam berbisnis. Jika Anda tertarik mengoptimalkan internet untuk berbisnis, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan terutama dalam menyasar pasar potensial, kaum perempuan.

Erika menyebutkan empat faktor harus dipenuhi jika Anda menyasar pasar perempuan, yakni 4B (Be Found, Be Relevant, Be Acountable, Be Engaging).

1. Be found

Survei global Google menyebutkan, 65 persen orang percaya searching di internet dapat membantunya mencari informasi yang dibutuhkan. Jadi, bisnis online memiliki potensi besar ke depan. Kalau Anda memiliki website untuk memasarkan produk, atau akun pada situs e-commerce, tentunya akan lebih banyak orang yang terjaring ketika mereka mencari informasi terkait produk yang Anda jual. Apalagi jika Anda menjual produk fashion dan kecantikan yang menjadi sasaran kaum hawa.

2. Be relevant

Lima tahun terakhir, mobile lebih berkembang ketimbang desktop. Semua orang akan beralih ke mobile untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkannya. Jika ingin menggaet pelanggan terutama pasar perempuan yang terus berkembang, Anda perlu beradaptasi dengan perubahan ini dengan menggunakan aplikasi mobile.

3. Be acountableAnda bisa mengukur sejauh mana pencapaian Anda dalam berbisnis menggunakan internet. Dengan data yang terukur, Anda bisa mendapatkan kepercayaan pengguna internet. Misalnya, semakin banyak pengunjung website Anda, tentunya pengguna internet akan semakin percaya untuk bertransaksi dengan Anda. "Manfaatkan alat pengukuran performa situs Anda yang dapat memberikan data real time," saran Erika.

4. Be engagedBangunlah kelekatan dengan konsumen perempuan yang menjadi segmen pasar Anda. Perempuan suka searching, browsing, menggunakan aplikasi, menonton video, jadi gunakanlah cara-cara ini untuk mendekatkan diri dengan pasar Anda. Ikuti perkembangan pengguna internet perempuan. Saat ini sedang tren penggunaan aplikasi video interaktif di internet yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menjual produk Anda.Gunakan berbagai cara kreatif untuk semakin mendekatkan bisnis Anda dengan pengguna internet perempuan dengan memahami gaya hidup mereka di dunia maya. (*/Kompas.com/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/15061-gaet-pasar-perempuan-melalui-internetdi-bisnis-online.html

Kamis, 01 Maret 2012

3 Jurus Menggenjot Online Marketing di Facebook


Rachmatunisa - detikinet
Kamis, 01/03/2012 14:00 WIB


(Ist)
San Francisco, AS - Facebook pekan ini merilis tool baru bagi para pengiklan. Diharapkan, sederet tool tersebut bisa membantu para pengiklan memaksimalkan kegiatan beriklan dan berbisnis mereka di jejaring sosial populer ini.

Pembaruan ini, seperti dilansir AFP, Kamis (1/3/2012), juga dilakukan Facebook sebagai langkah persiapan go public terbesar yang pernah dilakukan perusahaan internet akhir tahun ini.

Dalam kesempatan ini, Facebook juga mengungkapkan potensi iklan melalui perangkat mobile. Saat ini pengguna Facebook memiliki lebih dari 850 juta pengguna dan semakin banyak di antara mereka yang mengaksesnya melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Ada tiga fitur beriklan yang disiapkan Facebook yakni Facebook Pages, Reach Generator dan Premium on Facebook. Facebook menyebut ketiganya dirancang untuk digunakan bersama untuk mendorong hasil bisnis.

Facebook Pages. Memungkinkan pengiklan atau sebuah brand menggunakan fitur timeline yang baru saja diperkenalkan untuk para pengguna indivdual untuk dimanfaatkan sebagai upaya marketing.

Reach Generator. Dengan ini, Facebook mengklaim pengiklan dan pemilik brand bisa terhubung lebih dekat dengan fans dan menjangkau lebih banyak konsumen potensial di berbagai wilayah.

"Reach Generator menjamin Anda menjangkau 75 persen fans setiap bulan. Fans akan melihat pesan Anda sebagai sponsored story di sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile," umbar Facebook.

Premium on Facebook. Hampir sama dengan Reach Generator, fitur ini juga memungkinkan pengiklan terhubung lebih dekat dengan konsumen dan mempengaruhi mereka dengan muncul pada tempat di Facebook yang diklaim paling memberikan dampak yakni sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile -- bagian yang paling sering dilihat pengguna.

Sumber:
http://inet.detik.com/read/2012/03/01/133623/1855460/398/3-jurus-menggenjot-online-marketing-di-facebook

Selasa, 21 Februari 2012

Perkecil Risiko Transaksi Bisnis Dunia Maya

Pengelolaan
Perkecil Risiko Transaksi Bisnis Dunia Maya
Josephus Primus | Josephus Primus | Selasa, 21 Februari 2012 | 17:55 WIB


shutterstock
Meski sudah berintegrasi dengan bank sebagai sarana pembayaran, namun penjual juga harus paham tata cara transaksi online
KOMPAS.com — Data pada 2010 menunjukkan transaksi finansial di dunia maya di Indonesia berada di posisi 3,4 miliar dollar AS. Banyak kalangan percaya, angka ini akan terus meningkat. Pasalnya, di Tanah Air, jumlah pengguna internet makin menjulang.
Menurut informasi yang diterima pada Minggu lalu, total transaksi jual-beli di dunia maya di Indonesia akan meningkat 20 persen. Tantangannya kemudian, sebagaimana pandangan Chief Executive Officer PT Indonesia Payment Solution Ivan Sebastian, ada kebutuhan untuk meminimalisasi risiko kerugian. Pasalnya, transaksi jenis semacam ini membuat pembeli cuma bisa melihat gambar dan penjelasan spesifikasi barang. Sementara itu, penjual tidak bisa mengetahui iktikad baik atau buruk calon pembeli.
Berangkat dari sinilah, sejak beroperasi pada 3 Oktober 2011, Ivan menerangkan, pihaknya memperkenalkan sistem jual-beli dunia maya bernama Inapay kepada publik. Menurutnya, untuk dapat menikmati layanan Inapay, baik pembeli maupun penjual harus terlebih dahulu sepakat melakukan transaksi jual-beli dengan melakukan pembayaran proses itu melalui Inapay.

Secara teknis, tahapannya adalah sebagai berikut. Setelah terjadi kesepakatan transaksi antara pembeli dan penjual, pembeli mengirimkan uang pembayaran barang kepada Inapay dan mengonfirmasikannya melalui sistem Inapay. Kemudian, Inapay akan melakukan verifikasi bahwa dana sudah masuk di rekening Inapay. Selanjutnya, sistem Inapay akan mengonfirmasikan kepada penjual bahwa pembeli telah melakukan pembayaran.
Setelah itu, penjual mengirimkan barang kepada pembeli. Sekaligus, penjual mengonfirmasikan pengiriman barangnya kepada pembeli melalui sistem Inapay. Pengiriman barang (delivery) dilakukan oleh jasa pengiriman yang sistemnya bisa dilacak, seperti TIKI, Pos Indonesia, dan JNE. 
Jika telah menerima barang, maka pembeli mengonfirmasi penerimaan barang tersebut lewat sistem Inapay, dan selanjutnya Inapay akan melakukan pembayaran kepada penjual. Para pengguna bisa melihat lebih lengkap sistem ini di tautan https://inapay.com/index.php/procedure
Saat ini, sampai waktu yang belum ditentukan, baik penjual maupun pembeli tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis dalam menggunakan layanan Inapay.

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/02/21/1755393/Perkecil.Risiko.Transaksi.Bisnis.Dunia.Maya

Rabu, 08 Februari 2012

Bisnis Online Modal Minim, Seperti Apa?

Rabu, 08/02/2012 16:20 WIB
Bisnis Online Modal Minim, Seperti Apa? 
Iim Rusyamsi - detikFinance




Foto: Iim Rusyamsi

Jakarta - Saya ibu rumah tangga, mau mulai usaha kecil-kecilan dari rumah sambil mengurus rumah. Namun inginnya bisnisnya online karena memang modal saya sangat masih sedikit. Bisnis apa yang bisa saya mulai dari rumah dengan online?

Terima kasih

Zeni Kusuma, Bandung

Jawaban:

Saya senang seorang ibu rumah tangga mau mempunyai usaha sendiri di rumah.

Benar jika untuk usaha yang baru dan dengan modal yang tidak terlalu banyak, adalah menggunakan jalur online sehingga bisa menjangkau lebih luas pasarnya. Pilihan usaha untuk di-online-kan tentu banyak sekali. Banyak kisah sukses mereka yang sudah menjalani usaha dengan online. Lakukan riset di Internet bagaimana mereka yang sudah sukses tersebut menjalankan usaha onlinenya.

Saya berikan beberapa tips jika Anda ingin menetapkan usaha yang akan dijalani dengan online dan dari rumah yaitu:

1. Pilihlah barang atau jasa yang mempunyai permintaan yang tinggi.

Yaitu Anda memilih barang atau jasa yang mempunyai permintaan/demand yang tinggi dari calon pembeli. Kita melihat beberapa peluang yang daya beli dan kebutuhan masyarakat meningkat maka tidak ada salahnya kita pasarkan suatu produk untuk dijual melalui online.

2. Disarankan memilih barang yang tidak ada inventory

Contohnya, ada suatu toko online dengan brand ternama tetapi pada saat pembeli ingin memilih suatu produk di toko offline-nya langsung, toko online tersebut tidak mempunyai stock/inventory, toko hanya mengambil pada supplier pada saat sudah ada transaksi. Karena yang ditawarkan hanya pelayanan dan jasa saja. Sebagai pemula, ini salah satu cara yang aman untuk menjajaki seberapa besar suatu pasar pada nilai suatu barang.

3. Dibutuhkan juga oleh negara lain (Global)

Ada baiknya jika memilih suatu produk yang akan dipasarkan, tidak hanya pada titik penjualan secara lokal saja tetapi sektor pasar luar negeri juga membutuhkan. Minimal untuk negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan lainnya yang masih serumpun. Cari produk yang juga bisa digunakan atau diminati negara-negara tersebut juga.

4. Margin yang didapat tinggi

Apabila kita bisa menjual kepercayaan pada pelanggan, melayani sepenuh hati, jujur dan dapat mendefinisikan produk yang akan dijual maka pembeli akan kembali pada kita. Pelanggan akan royal dan tidak akan mempermasalahkan suatu harga apabila anda bisa menjamin apa yang menjadi kepuasan pelanggan itu sendiri. Kepuasan mereka akan membuat mereka bertransaksi lagi dan tidak begitu mempermasalahkan harga.

5. Mulai dari modal seminim mungkin

Dengan sistem penjualan online, maka pengeluaran seperti biaya tempat, pegawai, listrik, dll tidak akan membuat Anda pusing karena hanya memerlukan modal yang sedikit saja. Mulailah dari yang kecil untuk menciptakan produk yang unik sehingga bisa menghasilkan pemasukan yang besar.

Semoga bermanfaat dan selamat memulai usaha dari rumah dengan online di Internet.

Ikuti juga tips lainnya dengan follow saya di twitter: @iimrusyamsi

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/02/08/162010/1837594/1340/bisnis-online-modal-minim-seperti-apa

Jumat, 03 Februari 2012

Jualan Online di Indonesia Sulit Berkembang, Kenapa?

Jumat, 03/02/2012 12:56 WIB
Laporan dari Tokyo
Jualan Online di Indonesia Sulit Berkembang, Kenapa? 
Angga Aliya - detikFinance


Tokyo - Indonesia dinilai memiliki infrastruktur yang buruk dalam hal jaringan internet. Dengan demikian, sistem jual beli online yang sudah lazim di negara-negara maju, sulit berkembang disini.

Menurut salah satu direktur di perusahaan jual beli (ecommerce) nomor satu di Jepang, Rakuten Ichiba, Masatada Kobayashi mengatakan, potensi pasar di Indonesia masih sangat besar, namun sayang terhambat masalah infrastruktur tersebut.

"Potensi pasar di sana (Indonesia) masih sangat besar, tapi infrastrukturnya buruk," kata pria yang biasa dipanggil Seichu itu dalam jamuan makan siang bersama beberapa wartawan internasional di Rakuten Ichiba Expo, Tokyo, Jumat (3/2/2012).

Infrastruktur yang dimaksud adalah jaringan internet dan distribusi yang belum memadai. Sehingga penjualan lewat dunia maya belum banyak dipercaya oleh masyarakat setempat.

Pasalnya, jaringan internet Indonesia belum menyeluruh dan menjangkau ke semua wilayah, begitu pula dengan jalur distribusinya. Dengan jalur distribusi yang masih payah, pedagang online sulit untuk memenuhi kebutuhan pembeli dengan pengiriman sehari sampai.

"Kalau di Jepang kami komitmen untuk mengirim dalam satu hari sampai kepada konsumen, bahkan dalam hari yang sama," imbuhnya.

Selain itu, warga Indonesia dinilai masih lebih senang belanja dengan cara konvensional, yaitu pergi bertemu dengan pedagang atau mal lalu membeli barang yang diinginkan setelah memilih-milih produknya. Sementara di negara lain banyak orang yang tidak punya waktu untuk itu.

Menurutnya, setiap negara punya keunikan dan kekurangan tersendiri sehingga ketika Rakuten berusaha melebarkan sayapnya ke negara lain akan pasti mencari mitra lokal.

Mitra lokal itulah yang akan melakukan riset mengenai situasi pasar, karena memang mereka lah yang paling mengerti. Contohnya di Indonesia, Rakuten sudah menggandeng belanjaonline.com dalam rangka ekspansi.

"Setiap negara punya keunikan masing-masing. Duta kami di setiap negara akan melakukan riset terhadap hal tersebut," ujarnya.

(ang/hen)
Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/02/03/125657/1833367/4/jualan-online-di-indonesia-sulit-berkembang-kenapa