Tampilkan postingan dengan label referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label referensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Pengertian Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)


Views :150 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 08:43
bei0302Modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sering dibicarakan investor, sekuritas, dan otoritas, tentunya karena adanya peraturan yang berlaku mulai Februari ini. Lalu, apa sebenarnya MKBD itu?

Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No.V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan, MKBD adalah jumlah aset lancar perusahaan efek (sekuritas anggora bursa/AB) dikurangi seluruh liabilitas (kewajiban) dan ranking liabilities (kewajiban terperingkat), ditambah dengan utang subordinasi, serta dilakukan penyesuaian-penyesuaian lain.

Dalam peraturan itu, ranking liabilities didefinisikan sebagai sejumlah kewajiban kontinjen dan kewajiban off balance sheet (di luar laporan keuangan) yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.

Haircut dijelaskan sebagai faktor pengurang nilai pasar wajar efek sesuai dengan risikonya sebesar persentase tertentu dari nilai pasar wajar efek dimaksud.

Mengacu pada definisi itu, secara garis besar, MKBD merupakan modal minimal yang harus dimiliki perusahaan sebagai penghitungan kekuatan modal sekuritas AB berdasarkan aset dan modal perusahaan yang dikurangi komponen kewajibannya.

Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan batasan MKBD yang baru mulai 1 Februari 2012.

MKBD sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25% atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusahaan.

Di sisi lain, minimal MKBD perusahaan manajer investasi dibatasi sebesar Rp200 juta ditambang 0,1% dari dana kelolaan perusahaan.

Pengetatan terutama terjadi pada peningkatan sisi pengurang (haircut) dan ranking liabilities yang membuat modal perusahaan harus mengimbanginya.

Pemodal sekuritas dan manajemen perusahaan efek harus menyuntikkan tambahan modal berupa dana tunai atau aset bentuk lain untuk mengimbangi ranking liabilities-nya. (*/Bisnis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/14874-pengertian-modal-kerja-bersih-disesuaikan-mkbd.html

Jumat, 24 Februari 2012

10 Bekas Karyawan yang Sukses Berbisnis

Views :403 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 Februari 2012 13:12
shepianKesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.

Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC.

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard VinesKarena merasa frustasi bekerja di kantor, dua bersaudara, Shep dan Ian Murray pada tahun 1998 resmi undur diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.

Mereka selanjutnya mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.

Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.

2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's PretzelsRick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.

Mereka menggandeng partner untuk menciptakan resep di dapur Phelp. Dan ketika waktunya tiba untuk membuka toko, mereka mencoba meyakinkan pemilik mal untuk datang ke rumah mereka dan mencoba kreasinya. Dan ternyata pemilik mal itu menyukai rasanya, sehingga mau menyewakan tempat untuk toko pertama Wetzel's Pretzels.

Di tahun 1994, Wetzel dan Phelps mendapatkan keberuntungannya ketika mereka mendapatkan beberapa paket penawaran (untuk berhenti) dari Nestle. Saat ini tercatat ada 250 toko Wetzel's Pretzel di seluruh AS. Penjualan di seluruh wilayah diperkirakan mencapai US$ 100 juta dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9% pada tahun 2011.

3. Terry Finley, West Point ThoroughbredsTerry Finley menyelesaikan tugas militernya pada tahun 1990 ketika dia dan istrinya, Debbie kemudian membeli kuda seharga US$ 5.000. Kuda yang diberi nama Sunbelt itu memenangkan pacuan pertamanya.

"Melakukan apa yang Anda cintai dan membuatnya profesional adalah jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar bekerja untuk hidup," jelas Finley.

West Point Thoroughbreds sekarang membeli 20-25 kuda setiap tahun, membentuk kelompok investor yang dapat meraup laba ketika kuda-kudanya menang, mengembangbiakkan dan menjual kuda-kuda tersebut. Sejak tahun 2007, kuda-kuda mereka telah memenangkan lebih dari 20% pacuan, sehingga membuat mereka bisa meraup US$ 16 juta. Penjualan tahunan mereka mencapai US$ 7 juta.

4. Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki, Terra ChipsDana Sinkler dan Alex Dzieduszycki sebelumnya bekerja untuk chef bintang, Jean-Georges Vongerichten di restoran bintang empatnya, Lafayette di New York. Mereka kemudian memutuskan berhenti dan ingin menciptakan sebuah sajian khusus untuk disajikan di bar, namun mereka ingin sesuatu yang berbeda dari elaborasi satu piringan penuh sayuran atau crudité platters, yang populer pada saat itu. Jadi pada tahun 1990, mereka bereksperimen dengan menggoreng sayur-sayuran di dapur apartemen kecil Sinkler.

Dan ternyata keripik sayur-sayuran kreasi mereka 'Terra Chips' menjadi sangat populer dan bisa dijual di toko. Sebuah perusahaan swasta membeli 51% saham mereka pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 Hain Celestial membeli Terra Chips sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$ 80 juta dengan 3 perusahaan lain. Pada saat itu, ujar Dzieduszycki , Terra Chips memiliki penjualan hingga US$ 23 juta.

Sinkler dan Dzieduszycki telah bergerak ke perusahaan baru. Sinkler kini telah memulai bisnis restoran baru yang disebut Hubee D's, sementara Dzieduszycki memulai Julian's Recipe, yang menjual waffle beku.

5. Adam Lowry dan Eric Ryan, MethodAdam Lowry dulunya bekerja sebagai ilmuwan iklim, sementara Eric Ryan bekerja di bidang periklanan. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mengembangkan bisnis produk pembersih yang ramah lingkungan, Method. Pada saat itu tidak banyak pilihan untuk produk kebersihan yang tidak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya. Sehingga dua orang yang berteman baik sejak anak-anak itu mulai melakukan riset dan Lowry bahkan mencampur bahan kimia di bak cuci apartemen mereka.

Mereka menggabungkan dana hingga US$ 200.000 dari keluarga, teman dan memulai Method pada tahun 2000. Method telah menjadi sebuah perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika dengan produk sekitar 100 mulai dari sabun tangan hingga sabun cuci piring dan pembersih kamar mandi. Pendapatan kotor perusahaan itu diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

6. Rod Johnstone, J/BoatsRod Johnstone berusia 38 tahun dan bekerja sebagai sales untuk publikasi kapal ketika memutuskan untuk berhenti dan mewujudkan mimpi perahu layarnya. Ia semula sangat menikmati, namun kemudian merasa pertumbuhannya tidak cukup cepat. Orang tuanya kemudian mendonasikan kayu yang bernilai beberapa ratus dolar, dan Johnstone kemudian mulai membangun kapal di garasinya. Satu setengah tahun kemudian kapal impiannya rampung dan ia mulai mengikutkannya dalam perlombaan. Didorong oleh kesuksesannya, Johnstone memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mewujudkan impiannya.

7. Andy Schamisso, Inko's White TeaPada tahun 2002, Andy Schamisso bekerja sebagai public relations namun tidak merasa nyaman. Suatu hari, ketika istrinya tidak dapat menemukan teh putih untuk es tehnya, Schamisso menemukan panggilannya. Ketika sedang mencarinya di internet, ia menemukan keuntungan keseatan dan memutuskan membawa resep istrinya ke orang lain.

Jadi setelah 13 tahun di perusahaan PR, Schamisso memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai Inko’s White Tea, yang dinamakan seperti anjingnya. Setelah mendapatkan cukup uang untuk membuat 6.000 kotak, Schamisso pergi ke jalanan di New York untuk menjual produknya. Setahun kemudian, order sudah beruba dari kardus-kardus ke truk-truk. Saat ini ada 14 jenis Inko’s White Tea di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan tahunan perusahaan mencapai US$ 3 juta.

8. Kim dan Beaver Raymond, Marshmallow Fun CompanyKim dan Beaver Raymond, keduanya sama-sama mengatakan "Saya Berhenti" setelah mainan yang semula mereka ciptakan untuk anak-anak mereka berubah menjadi mainan yang sangat hits. Dua bersaudara itu sebelumnya sama-sama bekerja di industri fesyen. Pada tahun 2002, mereka membuat mainan tembakan dari pipa PVC untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dipicu oleh kesuksesan pertempuran makanan yang mereka saksikan, pasangan itu dan beberapa temannya kemudian menggambarkan bagaimana membangun dan memasarkan mainan baru tersebut  dan Marshmallow Fun Company terlahir.

Pada tahun 2010, Marshmallow Fun Company menjual lebih dari 7 juta tembakan mainan anak-anak.

9. Rocky Patel, Rocky Patel CigarsRocky Patel merupakan pengacara entertainment Hollywood, sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnis cerutu.  Patel melihat sebuah kesempatan untuk menciptakan produk yang ia pikir hilang dari pasar. Jadi iapun meninggalkan bisnis hukum dan mulai memroduksi cerutu pada tahun 1996, mengubah rumahnya di California menjadi kotak tembakau.

Setelah awal yang sangat sulit, Patel memutuskan untuk memindahkan bisnisnya ke Florida dimana sebagian besar perusahaan cerutu AS berada. Ia mendapat sukses besar pada tahun 2003 dengan Rocky Patel Vintage Series yang mendapatkan peringkat tinggi dan pujian.

Rocky Patel Cigars saat ini memroduksi 200.000 cerutu setiap tahunnya, dengan penjualan lebih dari US$ 40 juta pada tahun 2011.

10. Paul English, Kayak

Paul English bekerja di sebuah perusahaan modal, Greylock pada tahun 2004 ketika Steve Hafner yang mendirikan Orbitz mengungkapkan ide untuk membuat perusahaan perjalanan yang berbeda. Setelah melakukan pertemuan selama 1 jam dan 3 gelas minuman, English dan Hafner membentuk Kayak, sebuah mesin pencari perjalanan online. English pun berhenti dari pekerjaannya di Greylock dan mulai menjadi chief technology officer untuk website baru itu.

Kayak menjadi tempat pencarian ratusan situs perjalanan yang lengkap karena ada tarif pesawat, hotel, sewa mobil dan kini berada di peringkat 1 untuk pasar tersebut. Kayak juga menyampaikan dokumen untuk IPO pada tahun 2010, meski hingga kini belum juga dilakukan. Perusahaan tersebut dilaporkan meraup pendapatan hingga US$ 170,6 juta pada 9 bulan pertama di 2011. Kayak memproses 670 juta pengguna informasi perjalanan dan memiliki 5 juta download aplikasi mobile pada periode tersebut. (*/Detik Finance)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/bisnis/14696-10-bekas-karyawan-yang-sukses-berbisnis.html

Kamis, 23 Februari 2012

Mengenal Seluk-beluk Obligasi


Views :313 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Februari 2012 08:39
uang0212Banyak perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) mencari dana segar melalui penerbitan obligasi. Biasanya mereka memiliki rencana untuk melakukan penerbitan obligasi secara bertahap per semester.

Apabila penerbitan obligasi itu berhasil, maka perusahaan tersebut kemungkinan menerbitkan kembali obligasi yang sama pada semester berikutnya. Tentunya, cara itu mengikuti cara penerbitan obligasi yang berasal dari AS. Biasanya perusahaan-perusahaan besar di AS menerbitkan obligasi lebih dari satu kali di pasar modal.

Pengertian obligasi sendiri adalah surat utang jangka menengah dan panjang yang dapat dipindahtangankan serta berisikan perjanjian dari pihak yang menerbitkan untuk membayar bunga dalam periode tertentu dan melunasi pokok utangnya pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi.

Obligasi terdiri dari obligasi perusahaan, obligasi pemerintah, dan obligasi ritel. Dalam hal ini, perusahaan negara akan menerbitkan obligasi pemerintah tanpa jaminan. Biasanya obligasi pemerintah itu tidak memiliki jaminan yang memadai, tetapi obligasi dari perusahaan negara itu cukup banyak peminatnya.

Kadangkala penawaran obligasi itu mengalami oversubscribed karena memang memiliki daya pikat yang besar. Hal itu terkait dengan tingkat bunga yang menggiurkan, di mana bunga obligasi akan lebih tinggi dari bunga bank pada umumnya. Selain itu, status milik negara itu dapat memberikan rasa aman bagi pembeli.

Adapun perusahaan swasta maupun BUMN yang mencari dana segar memiliki dua alasan yang ekstrim. Pertama, perusahaan membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengembangan usahanya. Kedua, perusahaan itu memiliki utang yang telah jatuh tempo, sehingga perlu mencari dana segar untuk membayarnya.

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, penerbitan obligasi dari perusahaan negara bertujuan tidak lain untuk melakukan refinancing utang-utangnya. Tentunya, perusahaan itu akan bernafas lega saat mereka telah menerima dana segar. Tapi, itu tidak dapat bertahan lama karena kesulitan akan muncul pada saat perusahaan itu harus membayar bunga yang cukup tinggi.

Namun apapun alasan perusahaan-perusahaan itu menerbitkan obligasi di pasar modal, mereka telah memberikan suatu kesempatan yang langka kepada masyarakat untuk meraup keuntungan bunga yang besar di pasar modal. Seharusnya, perusahaan yang menerbitkan obligasi di pasar modal dapat menekan biaya operasionalnya seminimal mungkin.

Dalam menerbitkan obligasi di pasar modal, perusahaan-perusahaan yang akan menerbitkan obligasi akan membutuhkan profesi penunjang pasar modal, seperti notaris, konsultan hukum, akuntan, dan jasa penilai dalam memenuhi regulasi pasar modal.

Pemilihan profesi penunjang itu juga akan menunjukkan atau mencitrakan profesionalitas dari perusahaan yang akan menerbitkan obligasi. Perusahaan profesi penunjang yang terkenal akan memiliki keabsahan yang sangat kuat di masyarakat, padahal tidak pernah membuat sistem yang bekerja di pasar modal menjadi lebih baik.

Selain itu, perusahaan profesi penunjang yang terkenal juga akan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk menjaga prestasi dan prestisenya. Untuk menutupi biaya yang besar itu, perusahaan profesi penunjang terpaksa melakukan kompromi atas laporan keuangan dan pendapat yang akan disampaikannya. Bahkan tak jarang perusahaan profesi penunjang itu berani melacurkan keagungan profesinya dengan mengutamakan kepentingan perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Tahapan penawaran obligasi sendiri dimulai dari tahap praemisi, tahap emisi, dan tahap pascaemisi. Dalam tahap praemisi, perusahaan yang menerbitkan obligasi akan memerlukan dan menunjuk profesi penunjang pasar modal. Untuk melaksanakan tahap praemisi, perusahaan akan menentukan profesi penunjang pasar modal yang memenuhi standar profesi. Nantinya profesi penunjang pasar modal akan melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang dan keahliannya.

Profesi penunjang pasar modal wajib melakukan pekerjaan baku dan terukur. Karenanya pekerjaan profesi yang baku dan terukur itu dituangkan dalam ketentuan standar profesi. Saat ini, profesi penunjang pasar modal akan bertanggungjawab terhadap pendapatnya berdasarkan ketentuan standar profesi.

Sementara penerapan suatu ketentuan standar profesi membutuhkan unsur-unsur yang baku dan terukur pula yang diungkapkan dalam suatu tindakan pembukuan berdasarkan dokumen-dokumen yang sah. Titik kritis dari penilaian aset perusahaan terletak pada dokumen-dokumen yang dianggap memiliki keabsahan. Pertanyaannya, apakah keabsahan dokumen-dokumen dapat dipertanggungjawabkan secara materil?

Dalam kasus Enron Corporation dan WorldCom di AS, pejabat tinggi perusahaan-perusahaan itu dengan bantuan profesi akuntan publik dapat melakukan penipuan dengan mencatat keuntungan yang besar, padahal perusahaan tersebut merugi. Pencatatan keuntungan itu bertujuan untuk mengelabui masyarakat agar saham-saham perusahaan itu di pasar modal tetap memiliki daya tarik yang tinggi.

Enron Corporation yang merupakan perusahaan energi terbesar di AS memanipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan sebesar US$600 juta, sedangkan WorldCom, salah satu perusahaan tekomunikasi terbesar di AS memanipulasi laporan keuangan dengan tidak mencantumkan dana operasional sebesar US$3,8 miliar.

Apabila akuntan publik dapat mengaudit dan mencatat nilai aset perusahaan secara formal, maka kebenaran dokumen-dokumen perusahaan itu ditujukan hanya untuk memenuhi unsur-unsur ketentuan formal dari standar profesi yang abstrak. Akuntan publik dapat mencatat nilai aset berdasarkan dokumen-dokumen yang dianggap sah, padahal nilai-nilai yang tercantum dalam dokumen itu tidak mengungkapkan nilai aset yang sebenarnya.

Adapun konsultan hukum akan mendukung ketidakbenaran nilai materilnya melalui pengabsahan dokumen-dokumen itu. Tentunya, konsultan hukum itu tidak dapat memberikan pendapat melebihi dari apa yang seharusnya diberikan secara formal atas keabsahan dokumen tersebut.

Kenyataannya, kedua profesi itu tidak dapat menghindari konflik penilaian atas aset-aset dalam perusahaan. Akuntan publik, misalnya, akan menggunakan harga pasar dan konsultan hukum menggunakan harga aset berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) dalam menentukan nilai tanah. Akuntan publik maupun konsultan hukum tidak memiliki kemampuan untuk menembus kebenaran materilnya. Tapi, keduanya dapat bekerjasama memanipulasi nilai aset perusahaan berdasarkan keabsahan dokumen.

Untuk menjaga kebenaran pendapat profesi penunjang pasar modal, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) perlu membuat suatu ketentuan standar yang baku dan terukur di luar ketentuan standar profesi sendiri terhadap keabsahan dokumen perusahaan.

Setelah itu, Bapepam perlu memiliki sistem kerja audit yang terpadu untuk mengawasi profesi penunjang dalam menerapkan ketentuan standar yang baku dan terukur terhadap keabsahan dokumen-dokumen itu.

Pada akhirnya penggunaan perusahaan profesi penunjang yang terbaik sekalipun tidak dapat menghapuskan manipulasi nilai perusahaan yang sedang mencari dana segar dari masyarakat tanpa itikad baik dari pihak yang berperan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Oleh karena itu pemerintah perlu memperkecil ruang gerak aktor-aktor itu dengan membakukan keabsahan dokumen-dokumen yang akan diaudit. (*/ dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/14652-mengenal-seluk-beluk-obligasi.html

Sabtu, 18 Februari 2012

3 Fase Transformasi Menjadi Entrepreneur

Views :469 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 18 Februari 2012 16:46
entrepreneur

Dalam belajar entrepreneurship diperlukan kesabaran yang ekstra. Aral melintang, kendala atau keberhasilan harus siap dihadapi. Untuk itu seseorang perlu mengetahui bahwa ada tiga fase yang harus seseorang lalui jika ingin berkecimpung dalam dunia entrepreneurship.

Apa saja 3 fase yang harus dilalui tersebut? Fase pertama ialah belajar untuk tahu. Semua orang bisa melakukan ini dengan membaca materi, bahan bacaan entrepreneurship. Tak perlu terjun langsung tetapi cukup belajar literaturnya.

Yang kedua setelah to know adalah belajar bagaimana untuk melakukannya, to do, barang kali ada sebagian dari Anda yang ingin menjadi profesional di dalam bidang entrepreneurship. Anda harus tahu bagaimana melakukannya.
Anda tidak perlu menjadi entrepreneur sepenuhnya untuk berada di fase ini karena bisa dilakukan dengan bekerja pada seorang entrepreneur. Dengan begitu, Anda mengetahui bagaimana sebuah usaha dijalankan, menghasilkan laba, dan sebagainya. Singkatnya, siapapun bisa melakukan ini tanpa bermental entrepreneur.

Untuk memasuki tahapan selanjutnya, yaitu tahapan “to be entrepreneur” (menjadi entrepreneur), seseorang harus mengalami, yaitu mengalami penciptaan usaha yang baru. Dan tidak cuma usaha tersebut harus baru tetapi juga harus inovatif.

Dari ketiganya tadi, yang bisa menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat ialah yang ketiga, yaitu “to be”. Untuk belajar menjadi entrepreneur (berada dalam tahap “to be”), seseorang perlu  mengalami penciptaan bisnis (business creation) dan bisnis yang diciptakan itu idealnya memiliki karakteristik inovatif. Bukan hanya menyalin atau meniru. Jika hanya bisa meniru yang sudah sukses, maka itu disebut dengan “replicative entrepreneur”.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/pendidikan/serba-serbi/165-entrepreneurship/14526-3-fase-transformasi-menjadi-entrepreneur.html

Jumat, 03 Februari 2012

Jualan Online di Indonesia Sulit Berkembang, Kenapa?

Jumat, 03/02/2012 12:56 WIB
Laporan dari Tokyo
Jualan Online di Indonesia Sulit Berkembang, Kenapa? 
Angga Aliya - detikFinance


Tokyo - Indonesia dinilai memiliki infrastruktur yang buruk dalam hal jaringan internet. Dengan demikian, sistem jual beli online yang sudah lazim di negara-negara maju, sulit berkembang disini.

Menurut salah satu direktur di perusahaan jual beli (ecommerce) nomor satu di Jepang, Rakuten Ichiba, Masatada Kobayashi mengatakan, potensi pasar di Indonesia masih sangat besar, namun sayang terhambat masalah infrastruktur tersebut.

"Potensi pasar di sana (Indonesia) masih sangat besar, tapi infrastrukturnya buruk," kata pria yang biasa dipanggil Seichu itu dalam jamuan makan siang bersama beberapa wartawan internasional di Rakuten Ichiba Expo, Tokyo, Jumat (3/2/2012).

Infrastruktur yang dimaksud adalah jaringan internet dan distribusi yang belum memadai. Sehingga penjualan lewat dunia maya belum banyak dipercaya oleh masyarakat setempat.

Pasalnya, jaringan internet Indonesia belum menyeluruh dan menjangkau ke semua wilayah, begitu pula dengan jalur distribusinya. Dengan jalur distribusi yang masih payah, pedagang online sulit untuk memenuhi kebutuhan pembeli dengan pengiriman sehari sampai.

"Kalau di Jepang kami komitmen untuk mengirim dalam satu hari sampai kepada konsumen, bahkan dalam hari yang sama," imbuhnya.

Selain itu, warga Indonesia dinilai masih lebih senang belanja dengan cara konvensional, yaitu pergi bertemu dengan pedagang atau mal lalu membeli barang yang diinginkan setelah memilih-milih produknya. Sementara di negara lain banyak orang yang tidak punya waktu untuk itu.

Menurutnya, setiap negara punya keunikan dan kekurangan tersendiri sehingga ketika Rakuten berusaha melebarkan sayapnya ke negara lain akan pasti mencari mitra lokal.

Mitra lokal itulah yang akan melakukan riset mengenai situasi pasar, karena memang mereka lah yang paling mengerti. Contohnya di Indonesia, Rakuten sudah menggandeng belanjaonline.com dalam rangka ekspansi.

"Setiap negara punya keunikan masing-masing. Duta kami di setiap negara akan melakukan riset terhadap hal tersebut," ujarnya.

(ang/hen)
Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/02/03/125657/1833367/4/jualan-online-di-indonesia-sulit-berkembang-kenapa

Senin, 30 Januari 2012

Ego Entrepreneur: Kendalikan atau Hancur

Views :282 Times PDF Cetak E-mail
Di samping tantangan-tantangan berupa risiko dan tekanan, entrepreneur juga bisa mengalami efek negatif dari ego yang terlalu besar dalam dirinya. Dengan kata lain, karakteristik tertentu yang biasanya menggerakkan entrepreneur menuju sukses juga bisa ditunjukkan dalam kadar yang berlebihan. Empat dari karakteristik ini bisa membawa seorang entrepreneur ke kehancuran, jika tidak dikendalikan dengan baik.

Rasa haus kendali
Entrepreneur biasanya terdorong oleh rasa haus kendali baik dalam menjalankan usaha dan nasib mereka. Fokus internal terhadap kendali ini menjalar hingga Anda merasa harus mengendalikan semua hal. Sebuah obsesi dengan otonomi dan kendali mungkin membuat entrepreneur bekerja dalam situasi yang terstruktur hanya saat mereka menciptakan struktur dengan persyaratannya sendiri. Tentu hal ini memiliki implikasi serius  untuk jejaring dalam tim entrepreneur karena entrepreneur bisa membayangkan kendali eksternal oleh yang lain sebagai sebuah ancaman dari keberatan atau pelanggaran dalam kehendak mereka sendiri. Dengan demikian, karakteristik yang sama bahwa entrepreneur membutuhkan pendirian usaha yang berhasil juga mengandung sisi yang destruktif.

Rasa tidak percaya
Agar bisa tetap waspada terhadap persaingan, peraturan pelanggan dan pemerintah, entrepreneur harus secara terus menerus memonitor lingkungan. Mereka mencoba untuk mengantisipasi dan bertindak berdasarkan perkembangan yang mungkin terlambat dikenali orang lain. Ketidakpercayaan seperti ini mengakibatkan entrepreneur untuk fokus pada hal yang kurang penting dan menyebabkan mereka kehilangan kesadaran terhadap kenyataan, logika dan cara berpikir  yang melenceng dan mengambil tindakan destruktif. Sekali lagi, rasa tak percaya merupakan karakteristik yang berdampak ganda.

Ambisi untuk sukses yang berlebihan
Ego seorang entrepreneur terlibat dalam ambisi sukses. Meskipun banyak entrepreneur masa kini yakin bahwa mereka hidup di tepi eksistensi, secara terus menerus mereka berpikir tentang ambisi kuatnya untuk berhasil meski harus menyingkirkan tantangan yang begitu banyak.

Optimisme yang tak realistis
Optimis itu positif. Namun apa jadinya jika optimisme mencapai kadar yang begitu tinggi? Sebagian entrepreneur mengalami hal ini. Mereka menganggap optimisme bisa membawa mereka melewati masa-masa sulit dengan lebih mudah. Tapi kadang saat terlalu berlebihan, optimisme mengakibatkan entrepreneur memiliki khayalan yang terlalu tinggi dalam menjalankan bisnisnya. Tanda-tandanya sederhana. Saat Anda menemukan seseorang yang terus berkata usahanya akan makin menguntungkan dengan mengabaikan semua tren, fakta dan laporan yang ada, bisa dipastikan inilah gejala optimisme yang tak realistis itu.

Semua contoh ini tidak menyiratkan bahwa seluruh entrepreneur pasti terjebak dalam 4 sikap ini, atau memvonis bahwa semua karakteristik ini sudah pasti negatif. Namun, semua entrepreneur potensial harus mengetahui bahwa sisi kelam entrepreneurship itu ada.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/pendidikan/serba-serbi/165-entrepreneurship/14680-ego-entrepreneur-kendalikan-atau-hancur.html