Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2012

Ide Bisnis | Bisnis Es Cendol Mantap

Siapa yang tidak ngiler ketika mendengar kata es cendol? Apalagi ketika berada di bawah panasnya terik matahari menyantap es cendol bisa menjadi pelepas dahaga yang menyegarkan. Es cendol selama ini dikenal sebagai minuman khas dari daerah Jawa Barat. Namun kini, es cendol sudah menjadi minuman rakyat Indonesia karena dimana-mana bisa ditemui dengan mudah penjual es cendol meskipun namanya berbeda-beda. Di daerah Banjarnegara misalnya, es cendol tersebut lebih dikenal sebagai dawet. Begitu juga di daerah Purbalingga, Kebumen, dan daerah Jawa Tengah yang lainnya.

Es cendol selain menyegarkan juga mengeyangkan, apalagi ditambah dengan berbagai bahan tambahan yang lain makin menjadikan es cendol bisa menjadi alternatif minuman dikala senggang. Bahan pembuat es cendol sendiri berupa tepung beras yang mengandung karbohidrat, selain itu juga minuman ini mengandung protein dan lemak yang berasal dari santan. Dalam membuatnya, sebaiknya menggunakan tepung beras yang berkualitas baik dan hindari menggunakan tepung beras yang sudah apek karena akan mempengaruhi rasa. Selain itu, santan yang tidak habis dalam sehari sebainya tidak digunakan pada hari berikutnya karena kualitasnya sudah berkurang.
Selama ini kebanyakan penjual es cendol menggunakan media gerobak untuk berjualan. Namun, tidak sedikit juga yang menetap pada suatu lokasi (mangkal) menggunakan gerobak. Lokasi yang selama ini menjadi tempat potensial untuk berjualan es cendol adalah di depan minimarket yang cukup ramai. Karena untuk membuka usaha ini tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas, sehingga dengan ‘menumpang’ di tempat-tempat yang potensil bisa menjadi alternatif pilihan.
Perlengkapan dalam membuka usaha es cendol ini antara lain gerobak dorong, kemudian ada ember plastic, stoples kaca untuk wadah cendol, santan, dan gula merah, selain itu juga ada gelas dan sendok secukupnya.
Salah satu resiko dalam membuka usaha es cendol ini adalah sepinya pembeli. Hal ini biasa terjadi akrena salah perhitungan dalam menentukan lokasi. Jika lokasi dirasa cukup potensial tetapi tetap sepi pemblei, maka teknik penetapan harga promosi bisa menajdi salah satu solusi. Sementara resiko persaingan cukup kecil karena belum terlalu banyak yang berjualan minuman ini.
Resep membuat es cendol
Bahan:
  • 125 gram tepung beras
  • 50 gram tepung sagu
  • 75 cc air daun pandan/suji
  • 450 cc air
  • garam secukupnya
Bahan pelengkap:
  • 200 gram gula jawa, rebus dengan 125 cc air sampai larut dan kental (sirup gula merah)
  • 500 cc santan dari ½ butir kelapa, peras dengan air matang
Cara Membuat:
  • Campur tepung beras dan sagu menjadi satu lalu cairkan dengan sebagian air.
  • Didihkan sisa air dengan garam dan air daun pandan/suji.
  • Masukkan cairan tepung ke dalam air yang sudah mendidih tadi, aduk rata, masak hingga matang dan kental.
  • Saring adonan cendol dengan saringan cendol (berbentuk bulat-bulat pada permukaan saringannya) sambil ditekan-tekan sehingga ke luar dalam bentuk bulat pendek-pendek. Tampung cendol yang sudah disaring dalam baskom yang berisi air matang yang diisi es batu. Jika cendol sudah mengeras, saring, sisihkan.
  • Cara menghidangkan: masukkan cendol ke dalam gelas, tuang sirup gula merah dan santan. Tambahkan dengan es batu atau es serut.
  • Analisa ekonominya: Asumsi
  • Masa pakai gerobak 3 tahun
  • Masa pakai perlatan aneka wadah gentong, ember, dan stoples 2 tahun
  • Masa pakai perlatan makan, minum, dan kompor 2 tahun
a. Biaya investasi
Gerobak                                              Rp. 2.000.000
Aneka wadah                                          Rp.   100.000
Peralatan makan dan minum                            Rp.   500.000
Total investasi                                      Rp. 2.600.000

b. Biaya operasional per bulan
1. Biaya tetap
Penyusutan gerobak 1/36 x Rp.2.000.000               Rp.    55.600
Penyusutan Aneka wadah 1/24 x Rp. 100.000            Rp.     4.200
Penyusutan peralatan minum 1/24 x Rp. 500.000        Rp.    20.800
Uang kebersihan                                      Rp.    10.000
Upah karyawan 1 orang                                Rp.   500.000
Total biaya tetap                                    Rp.   590.600

2. Biaya variabel
Tepung aren (1/2 kg x Rp.10.000/kg x 30 hari)        Rp.   150.000
Tepung beras (1/4 kg x Rp.12.000/kg x 30 hari)       Rp.    90.000
Daun suji (Rp. 4.000 x 30 hari)                      Rp.   120.000
Daun pandan (Rp.1.000 x 30 hari)                     Rp.    30.000
Kelapa (2 butir x Rp.5.000/butir x 30 hari)          Rp.   300.000
Gula merah (Rp.8.000 x 30 hari)                      Rp.   240.000
Nangka (Rp. 3.000 x 30 hari)                         Rp.    90.000
Es batu (Rp.5.000 x 30 hari)                         Rp.   150.000
Gas ( Rp.15.000/7 hari x 30 hari)                    Rp.    64.300
Total biaya variable                                 Rp. 1.234.300
Total biaya operasional                              Rp. 1.824.900

c. Penerimaan per bulan
Es cendol 50 gelas x Rp.2.000/gelas x 30 hari        Rp. 3.000.000

d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = Total penerimaan-total biaya operasional
= Rp. 3.000.000-Rp. 1.824.900
= Rp. 1.175.100

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C   = Total penerimaan:Total biaya operasional
= Rp.3.000.000 : Rp.1.824.900
= 1,64

f. Pay Back Period
Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)
= (Rp. 2.600.000 : Rp. 1.175.100) x 1 bulan
= 2,2 bulan
Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”


Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com/search/label

Rabu, 01 Februari 2012

Ide Bisnis | Bisnis dan Peluang Usaha Ternak Lebah Madu

Usaha ternak lebah madu jika dilakukan dengan intensif maka akan memberikan penghasilan yang cukup lumayan.  Untuk satu kotak lebah madu biasanya berisi sekitar 4-5 ribu lebah dengan 6 sisi dengan masa panen lebih kurang sekitar 1 bulan sekali, Keuntungan yang didapat rata-rata sekitar Rp 2,5 juta hingga 3 juta per bulan.

Ada beberapa macam lebah madu yang biasa di budidayakan oleh peternak madu.


1. Lebah hutan (Apis dorsata)
2. Lebah unggul (Apis mellifera)
3. Lebah lokal (Apis cerana )

Dari ketiga jenis lebah madu di atas, yang paling mendapat sambutan baik dari pasaran adalah lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul di samping lebih produktif dan lebih jinak juga sengatannya bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit.

Peluang Usaha Ternak Lebah Madu masih sangat terbuka khususnya bagi anda yang ingin mempunyai usaha sampingan di rumah. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak–idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Cara ternak lebah madu

1. Pemilihan bibit lebah unggul (Apis mellifera).

Ciri-ciri bibit lebah madu unggul yang berkualitas adala sebagaiberikut :

1. Punya ratu lebah yang sudah berumur 3 sampai satu tahun dan fisiknya bagus.
2. Ratu lebah bisa menghasilkan kualitas telur yang bagus dan jumlahnya banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Menghasilkan larva yang lebih segar.
5. Biasanya lebahnya agresif.

2. Memperbanyak koloni lebah madu

Jika mengnginkan hasil madu yang banyak mka peternak madu stidaknya harus memilki 100 kotak koloni lebah. Cara untuk menghasilkan koloni labah yang lebih banyak adalah :

1. Pakan lebah harus tercukupi caranya adalah dengan menggembalakannya pada lokasi yang terdapat banyak maknaan lebah.
2. Mempersiapkan calon ratu lebah yang baru untuk di tempatkan di kolonial lebah yang baru.
3. Jika dalam satu kolonial lebah madu tempatnya sudah penuh, maka harus di buatkan tempat kolonial lebah madu yang baru.

3. Membuat calon ratu lebah

a. Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari.

b. Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly.

c. Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).

d. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.

e. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.

f. Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.

g. Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut

h. Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut.

4. Peralatan

1. Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni;
2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif;
3. Masker pelindung serangan lebah madu;
4. Pengungkit sisiran;
5. Sikat sisiran lebah madu;
6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu;
7. Pollen trap untuk panen bee pollen;
8. Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah;
9. Ekstraktor untuk panen madu.

5. penggembalaan  Lebah Madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.

Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati “manisnya” pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly.

Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Kendala yang biasa dihadapi peternak lebah madu

1. Faktor alam (cuaca).

Tahun 2007, banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, kondisi yang dialami peternak lebah yang pada tahun sebelumnya biasanya bisa memanen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut, peternak lebah madu akan menggembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa. Namun, akibat cuaca yang tidak menentu, ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.

Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar. Selain biaya tarnsportasi yang mahal, juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan masyarakat.

Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap peternak lebah madu sebagai hama tanamannya, sehingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk ke area perkebunannya. Kalau pun diizinkan, sewa lahan sebagai tempat beternak lebah sangat mahal.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negeri. Peternak lebah justru dicari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya:
- Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C. Pada suhu ini, lebah dapat beraktivitas normal.
- Pada suhu di atas 10 derajat C, lebah masih beraktivitas.
- Kehidupan koloni di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C).
- Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian, dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Demikianlah sekilas tentang cara ternak lebah madu. Semoga bermanfaat.

Sumber : peluangusaha-oke.com