Selasa, 27 Januari 2009

Budidaya Ikan Hias : Barbus (Puntius sp.)


Barbus

Barbus (Puntius sp.) berasal dari Sumatera. Sifatnya omnivora. Barbus terdiri dari banyak jenis. Walaupun hampir sama tingkah laku setiap jenisnya, namun syarat hidupnya berbeda. Puntius pentazona merupakan ikan yang hidupnya tidak berkelompok dan sangat pemalu sehingga perlu tempat yang lebih gelap. Sementara Puntius tetrazona hidupnya berkelompok sehingga dapat diletakkan di tempat cukup terang asalkan teduh.


Untuk dapat hidup dengan baik, barbus memerlukan suhu perairan sekitar 27-30° C. Keasaman air optimalnya sekitar 6,5-7,0 dan kekerasannya antara 3-6° dH. Ukuran tubuh maksimal mencapai 8 cm. Warnanya sangat cerah. Ikan ini sangat aktif bergerak, malahan terkadang senang menggigit ikan lain. Oleh karena aktif bergerak, kebutuhan oksigennya pun cukup banyak sehingga sangat diperlukan aerasi yang cukup.


Perilaku makannya sangat cepat sehingga sebaiknya pemberian pakannya tidak terlalu banyak setiap kali pemberian. Akan lebih baik bila. pemberian pakan dilakukan sesering mungkin dengan jumlah secukupnya. pakan yang terlalu banyak memang akan habis dimakan. Akan tetapi, perut ikan tidak akan mampu mencernanya. Biasanya ikan yang kekenyangan akan bergerak menggeliat dan berusaha untuk segera mengeluarkan kotoran yang belum dicerna.


pemberian sedikit ini pun dapat menjaga kondisi air tetap baik.
Induk jantan dan betina dapat dibedakan setelah siap berpijah. Bentuk badan jantan lebih langsing dan mulut lebih merah dibanding betina. Kepala dan mulut betina yang siap berpijah agak keperakan. Satu atau dua pasang induk yang siap berpijah dapat dipasangkan dalam akuarium atau ember kecil. Airnya harus bersih dan sudah diinapkan. Sebagai substrat atau sarang, ke dalam wadah dapat diberi tanaman air seperti enceng gondok.


Setelah berpijah, induknya bisa dikeluarkan dari wadah. Telur yang diserak di akar tanaman air akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Setelah menetas, larva dapat diberi pakan artemia atau kutu air saring. Tiga hari kemudian, larva sudah bisa berenang. Kutu air besar dapat diberikan setelah berumur seminggu.


Dalam pembesaran, wadah tidak boleh terlalu padat karena ikan ini sangat agresif sehingga kebutuhan oksigennya pun cukup banyak. Selain itu, sangat dianjurkan untuk tidak memelihara barbus bersama maanvis ataupun gurami karena biasanya barbus akan menggigiti sirip ikan lain. Selama dibesarkan, ikan dapat diberi pakan berupa cacing sutera atau pelet berukuran kecil. Setelah dipelihara selama tiga bulan atau ukuran sudah mencapai 2,5 cm, ikan sudah bisa dipanen.

sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar